Only Learn The Bad Things

Only learn the bad things cover

Tittle : Only Learn The bad Things
Scriptwriter / Author : Dhiloo98
Main cast : Jung Soojung
Kim myungsoo
Genre : Fluff, Romance , Friendship
Duration : Ficlet

Rating : T
Disclaimer : Jung Soojung, Bae Suzy and Kim Myungsoo are belong to God, but this story is mine. So don’t bash, and RCL please.

Summary : Karena sesuatu yang besar selalu diawali dengan hal- hal kecil, begitupun dengan rasa ini

** Only Learn The Bad Things**

“Selamat ya, atas pernikahannya. Kuharap kalian akan terus berdampingan sampai ajal menjemput.” Hampir semua orang menyebutkan kalimat itu hari ini. Hari pertama musim semi, di taman sungai Han yang sudah disulap menjadi wedding’s  place yang indah. Tampak seorang yeoja dengan wajahnya yang cemberut sedang menyuapkan potongan pudding coklat ke dalam mulutnya. Melihat lokasi ini, pikirannya menyelam ke kehidupannya dahulu, dimana semuanya dimulai.

** Only Learn The Bad Things**

TIK TIK TIK

Soojung kecil mendengus menatap ribuan air hujan yang turun secara tiba-tiba. Dirinya mengedarkan pandangan ke penjuru kelas, barangkali masih ada temannya disana. Namun nihil. Hanya dirinya sendirilah yang masih ada disana, di kelasnya, kelas 3-2. Ini hari ulangtahunnya yang ke 8 dan tak ada yang lebih buruk dari ini. Terkurung di sekolah karena hujan mendadak turun. Ia memegangi perutnya, mulai merasa lapar dan haus. Maka ia melirik kotak makan yang tadi pagi dibawakan eommanya. Kotak makanan itu kosong, hanya ada satu butir nasi di pinggirannya. Soojung kembali mendengus.

“Myung! Myungsoo! Aku lapar. Apa kau masih mempunyai makanan?” tanya Soojung pada anak laki laki di sebelahnya. Oh, mungkin ia lupa masih ada Myungsoo~teman sekelasnya dari kelas 1~ yang sedang duduk diam dengan earphone melekat di kedua telinga kecilnya. Tak ada jawaban. Soojung menghampiri anak itu, kemudian mengguncang kecil bahnya.

“Myungsoo~ya” ujarnya sembari mengambil tempat duduk diatas meja Myungsoo. Myungsoo mendeliknya tajam. Merasa terganggu, mungkin.

“Ige mwoya?” ujar Myungsoo balik. Bocah lelaki itu melepas salah satu earphonenya.

“Aku lapar” jawab Soojung

“Mwo?” Tanya Myungsoo lagi, sepertinya anak ini berniat mencari gara-gara dengan Soojung.

“Aku lapar! Kubilang, aku lapar! Kim Myung Soo” teriak Soojung sembari melepas satu lagi earphone Myungsoo yang masih terpasang dengan baik di telinga bocah itu. Myungsoo mendeliknya tajam, namun Soojung hanya memasang ekspresi datar dan minta dikasihani. Maka Myungsoo mengeluarkan kotak makanannya dan memberikannya pada Soojung.

“Makanlah” katanya sambil mengacak rambut Soojung. Gadis itu cemberut, namun segera membuka kotak bekal Myungsoo.

“Wow, sejak kapan ibumu membuat kawaii bento seperti ini, Myungsoo~ya? Kau ini namja atau yeoja?” teriak Soojung sembari menatap tak tega pada bekal makanan Myungsoo.

“Dasar yeoja rewel! Makan saja itu!” balas Myungsoo dengan earphone di kedua telinganya.

2 YEARS LATER

“Myungsoo, mana hadiahku?” ujar Soojung sembari menahan lengan Myungsoo yang hendak menghindar.

“Hadiah?” bocah lelaki itu mengerutkan dahinya, Soojung mendengus.

“Hadiah ulangtahunku, tentu saja.” Balasnya lagi, Myungsoo menggeleng.

“Kau sudah punya banyak, Soo” jawab Myungsoo sembari mendelik ke arah tumpukan kado dengan sampul dan pita berwarna warni di atas meja Soojung. Gadis itu kembali mendengus.

“Aku kan hanya akan membuka hadiah darimu. Yah, kau ini payah! Kitakan teman dari kelas 1, sekarang sudah kelas 5, tapi aku belum pernah melihat hadiah darimu.” Balas gadis itu sembari menunduk dengan semburat kemerahan mewarnai pipinya. Myungsoo kembali memasang earphonenya.

“Lupakan” katanya sembari melepaskan diri dari pegangan Soojung. Gadis itu menggigit bibirnya. Myungsoo pasti membenciku, karena itulah ia tak pernah memberikanku hadiah, bathinnya.

** Only Learn The Bad Things**

“Sore ini kau bisa menemaniku kan?” tanya Myungsoo. Usia mereka sudah 15 tahun sekarang, dan mereka masih berada di kelas dan sekolah yang sama setiap tahunnya.

Eodiga?” tanya Soojung dari seberang sana. Myungsoo mengganti posisi handphonenya ke telinga kirinya.

“Temani aku membeli hadiah” jawab Myungsoo santai.

“Hadiah? Untuk siapa?” tanya Soojung balik dengan nada yang antusias. Mengingat dua hari lagi adalah hari ulang tahunnya.

“Untukku tentu saja” Jawab Myungsoo santai. Soojung membelalakan matanya,

“Jinjjayo? Ulang tahunmukan sudah lewat” Terdengar suara Myungsoo menahan tawanya. Soojung menggembungkan kedua pipinya.

“Eay! Seolma. It must be a present for me, right?”tanya Soojung lagi

It’s none of your business anyway. Huh baiklah, kau tahukan bahasa inggrisku tak sebagus dirimu?!  Jangan memakai bahasa asing lagi saat denganku.” Jawab Myungsoo kesal

“Huh, bagaimana ini? Kitakan selalu bersama dari kelas 1 sekolah dasar?” Soojung terkikik saat mengatakannya, membuat Myungsoo disana mendapat semburat kemerahan di pipinya.

Baboga! Temani saja aku!” teriak Myungsoo, dan ketika Soojung ingin berkata lagi, terdengar bunyi PIP dari ponselnya..

** Only Learn The Bad Things**

“Waah, kyeopta! Myungie, lih~” kata-kata Soojung terhenti ketika menyadari Myungsoo sedang dalam perbincangan hangat dengan gadis di balik mesin kasir. Itukan suzy, gumamnya. Soojung menghampiri  Myungsoo, ia sudah menarik- narik kemeja lelaki itu. Namun Myungsoo sama sekali mengabaikannya.

“Myung, mana hadiahm~” lagi lagi kata kata Soojung terhenti.

“Bisakah kau diam?! Tak lihat aku sedang berbicara?!” Maki Myungsoo sembari mendeliknya tajam. Soojung mundur teratur. Perlahan ia menaruh jam tangan dan bandana yang tadi ia pakai. Melihat Myungsoo marah adalah hal paling menyeramkan kedua dalam hidupnya~tentu saja ibu nya adalah yang paling menyeramkan.

“Aku pergi, Myung” gumamnya pelan, kemudian benar benar pergi. Butuh waktu 15 menit bagi Myungsoo untuk menyadari kepergian Soojung. Kemudian lelaki itu segera berlari keluar toko. Pandangannya beredar ke penjuru taman,ia terus mencari sampai matanya menangkap gadis dengan dress warna pastel selutut sedang berdiri di tepi sungai Han. Myungsoo dapat melihat betapa eratnya cengkraman gadis itu pada tali pegangan tasnya.

“ck, cengeng!” goda Myungsoo sembari menyentuh pipi Soojung dengan soda dingin yang baru dibelinya.

“Mwoya?!” teriak Soojung sembari menjauh, kemudian gadis itu mengelap pipinya yang basah.

“seleramu jelek!” ejek Myungsoo

“apa?!” tanya Soojung lagi. Myungsoo meneguk sodanya, kemudian tersenyum kecil.

“Jam tangan hello kitty? Oh kurasa kau lupa umurmu berapa. Bandana? Kenapa tidak sekalian aja membeli kunciran untuk mengikat rambutmu? Menggerai rambut itu kan hanya mengotori rambut dengan debu” Soojung membelalak. Bagaimana bisa lelaki didepannya ini tau apa yang tadi ia pegang, sedangkan tadi dirinya sedang asik mengobrol dengan Suzy. Ah mengingatnya membuat Soojung jadi naik darah.

“Kau suka dengannya?” tanya Soojung sembari berjalan mendahului Myungsoo.

“Nugu?” tanya Myungsoo balik, Soojung hanya mendengus. Namun gadis itu melambatkan langkahnya.

“Ah maksudmu dia? Tentu.” Teriak Myungsoo. Soojung menghentikan langkahnya. Segala harapannya hancur hanya dengan mendengar kata-kata Myungsoo barusan. Ia menyukai lelak ini, dan Myungsoo menyukai Suzy? Gadis yang baru dikenalnya di kelas 1 SMA? Astaga, memikirkannya saja sudah membuat Soojung panas.

“Aku suka yeoja yang menggerai rambutnya~ya walaupun terkena debu. Aku suka yeoja yang gemar meminta sesuatu padaku. Yeoja manis yang bisa membela diri. Juga sopan dan kekanakan.” Teriak Myungsoo lagi. Soojung masih terdiam. Gadis itu sudah menghentikan langkahnya, namun Myungsoo sama sekali tidak berniat menyamakan posisinya dengan gadis itu.

“Ah kenapa yeoja yang kusukai sangat bodoh ya?” gumam Myungsoo, namun Soojung masih dapat mendengarnya. Baru saja Myungsoo ingin berbicara lagi, Soojung sudah menjerit.

“Cukup!” jerit gadis itu frustasi. Ia berbalik menghadap Myungsoo , air mata terlihat mengalir di kedua pipinya, membentuk sungai kecil yang terlihat menyedihkan.

“Kalau kau menyukainya, nikahi saja dia setelah lulus SMA!” ujar Soojung kemudian berlari menuju rumahnya. Myungsoo terkejut, kemudian menggeleng kecil.

“Ah gadis ini benar benar bodoh” gumamnya sembari memperhatikan punggung Soojung yang terus menjauh hingga lenyap dari jarak pandangnya.

** Only Learn The Bad Things**

“Kenapa cemberut begitu? Kau sedang frustasi?” tanya Myungsoo pada Soojung.

“Siapa yang tidak frustasi? Kau melamarku di hari kelulusan! Bahkan di depan guru-guru!” ujar Soojung sembari menelan puddingnya.

“Kaukan yang meminta” kata Myungsoo santai. Soojung mendengus.

“Saat itu, kukira kau akan menikahi Suzy, Myung” gumamnya pelan

“Babo yeoja! Aish kenapa sih aku bisa menyukaimu” ujar Myungsoo lagi. Soojung kembali mendengus sebal. Gadis itu memutuskan untuk pergi secepatnya, namun Myungsoo tiba-tiba menahan lengannya.

“Hadiahku memang tak sebaik yang orang lain berikan” Myungsoo berkata sembari menangkup kedua sisi wajah Soojung. Gadis itu tak lagi cemberut. Dirinya diam membatu dengan semburat merah di pipinya.

“Tapi aku ingin kau tau,” lanjut Myungsoo sembari merogoh sesuatu dari kantung tuxedonya.

 

 

1 detik

2 detik

3 detik

Dunia Soojung mendadak gelap. Myungsoo menutup kedua matanya dari belakang

“Jangan melawan. Ikuti saja aku” kalimat Myungsoo kali ini bernada memerintah. Soojung sedari tadi hanya diam, sibuk mengontrol degupan jantungnya. Namun dirinya dapat merasakan mereka berdua mulai melangkah. Soojung kembali menghitung,

1 langkah

2 langkah

3 langkah

15 langkah

30 langkah, dan berhentilah mereka. Soojung dapat merasakan angin sepoi tak lagi menerpa wajahnya. Suasana disekitarnya terasa sepi dan hangat

“Buka matamu” perintah Myungsoo cepat. Soojung perlahan membuka kedua kelopak matanya. Gadis itu langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Entahlah, takjub, mungkin? Soojung berjalan perlahan, mendekati tumpukan hadiah didepan matanya. 12 hadiah dengan bungkus kado dan pita yang tak kalah menariknya dari yang teman-temannya pernah berikan. Perlahan tangan gadis itu terulur pada kotak kado bersampul pink dengan warna yang sudah pudar. Ada kartu ucapan diatasnya,

Ulangtahunnya yang ke 6. Kami baru saja berteman, aku malu untuk memberikannya. Lagipula Soo pasti tak menyukai hadiahku ini, teman-teman yang lain memberikannya kado yang lebih bagus dan mahal. Soo, maafkan aku ya?”

“Kau boleh membukanya” ujar Myungsoo sembari menganggukan kepalanya ketika Soojung meliriknya dengan dahi berkerut. Maka Soojung perlahan membuka sampul hadiah itu. Tak perlu disobek, karena kertas itu rupanya tak menempel satu sama lain. Namun bentuknya sangat rapi seperti diplester. Didalamnya ada kotak berwarna pink. Begitu Soojung membukanya, ia kembali membekap mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Sebuah replika kawaii bento lengkap dengan kotak makanan dan juga sumpitnya ada disana. Soojung selalu menyukai kawaii bento , terutama satu yang Myungsoo pernah berikan di hari ulang tahunnya yang ke 8. Soojung kemudian beralih ke hadiah lainnya, ia juga membaca suratnya satu persatu dan terhenti pada surat ke 10.

Ulang tahunnya yang ke 15. Aku bingung harus memberikannya apa, maka itu aku mengajaknya ke toko hadiah milik Suzy. Aku meminta Suzy untuk mengajariku cara melipat bungkus kado yang menarik dan disukai para gadis. Namun kami malah terhanyut dalam obrolan yang panjang. Soo, maafkan aku karena sudah memarahimu. Tapi tenang saja, aku sudah membelinya. Tapi apa benar kau menginginkan barang ini? Aku terlalu takut dan malu. Mianhaeyo”

Soojung membuka kotak hadiahnya. Disana ada jam tangan hello kitty berwarna pink dan sebuah bandana berwarna coklat tua dengan motif yang lucu. Soojung beralih ke kotak terakhir, kotak paling kecil dari yang lainnya. Ia membukanya dan menemukan sebuah earphone yang selama ini dipakai Myungsoo.

Huh, dasar benda tak berguna. Hari ini Soojung hampir saja menyadari kalau selama ini aku tak pernah menyalakan lagu. Benda kamuflase terbaikku ini memang terkadang menjengkelkan. Tapi apa boleh buat? Hanya ini satu-satunya caraku bisa mendengar keluh kesah Soojung tanpa harus diketahuinya. Menurutku, suaranya lebih indah daripada musik musik yang ada di ipod ku. Soo, mianhe”

Soojung menatap sebal ke arah Myungsoo sembari memegang earphone tadi.

“Jadi selama ini kau mendengarkan apa yang aku ucapkan?!!” Myungsoo mengangguk.

“Bodoh! Kenapa kau harus memakai alat ini!” teriak Soojung frustasi. Banyak rahasianya yang sudah ia katakan saat Myungsoo sedang memakai earphone ini.

“Oh kau harus berterimakasih pada tuan earphone, Soo. Berkatnya, aku dapat mendengar kata-katamu di hari terakhir kita di SMA.” Ujar Myungsoo sembari menatap Soojung menggoda. Wajah gadis itu menjadi merah padam. Ia ingat betul apa yang ia ucapkan hari itu.

Myungsoo, sebenarnya aku menyukaimu. Tapi kau memang bodoh! Kau terlihat membenciku. Aku harus bagaimana? Aku sangat sangat sangat sangaaaat menyukaimu” Myungsoo meniru suara Soojung sembari tertawa terbahak bahak. Soojung segera mendekati lelaki itu dan berniat memukul kepalanya. Namun tangannya sudah lebih dulu dikunci oleh Myungsoo. Myungsoo memeluknya.

“Menikahlah denganku” katanya lantang. Soojung membelalakan matanya. Laki laki didepannya sama sekali tak tau etika melamar wanita. Inikan sama sekali tidak romantis, bathin Soojung.

“Hey kubilang menikahlah denganku” ujar Myungsoo lagi. Soojung mengangguk malu, wajahnya sudah benar benar berwarna merah padam.

“Menikah, ya?” ujar Myungsoo lagi. Soojung kembali mengangguk.

“Baiklah, tuan Kim Myungsoo” jawabnya sembari menatap Myungsoo. Oh, kurasa aku harus menutup mataku rapat-rapat untuk tidak melihat adegan demi adegan selanjutnya. Hihi.

** Only Learn The Bad Things**

“Myungiie, kenapa kau merahasiakan hadiah-hadiah itu?” tanya Soojung disuatu sore yang hangat. Dahi Myungsoo berkerut, kemudian namja tampan itu tersenyum simpul.

“Karena sesuatu yang besar selalu diawali dengan hal- hal kecil, begitupun dengan rasa ini

FIN

23 thoughts on “Only Learn The Bad Things

  1. Yeay! Myungsoojung happy end! Ice Couple emang daebakk!!!! aku suka bgtt ceritanya menarik. authorr hebatt bisa bikin ff kaya ginii..
    bikin lagi yaa.. Myungstal ajja tapi.. !!😀

  2. Another Myungstal FF, and I Another Myungstal FF, and I Another Myungstal FF, and I Another Myungstal FF, and I Love it.

  3. Ah, cerita ini terlalu romantis buat dibaca >/////______<" aku suka alurnya, kesannya teratur, ga terlalu ngebut :3 aku suka gimana awal mulanya mereka jadi deket, terus yg waktu Myung ngungkapin cewe yg disukain sama dia walaupun Soojung terlanjur marah gara2 dia ngira itu Suzy😀 endingnya apalagi, bikin aku ikut deg2an :$ kamu ga berniat bikin sequelnya waktu mereka udah nikah? Aku pingin banget sih baca ff MyungStal yg genrenya married life XDD

    • halo lagi kaaaakaaaak ^^
      hehe romantis kah? fic ini kubuat berdasarkan ketidaktahuan dan kesok tahuan aku terhadap suatu hubungan dan bidang ke romance an. heheehehehe
      syukurlah kakak suka dan mengerti setiap part yang kubuat, hihihi makasih kaaakaak.. mumumumumumumum :*
      sini sini aku peluk dulu yaaaaaa hehehehe

      sequel? err.. berhubung aku baru lulus smp dan ini juga baru diterima SMA heehe rasanya belum cocok dan pastinya feel kurang dapet untuk genre tersebut kak. jadi mohon dimaafkan untuk keterbatasanku dalam genre married life.. hehe

      gomawo kakak udah kasih review yang bikin aku semangat di sore yang hujan ini.. hehe ^^ gomawooo

      • Halo Dhilo sayang😀 kakak ga akan pernah bosen ngomenin setiap fic bikinan kamu lho, jadi jangan bosen ya ngeliat nama ku muncul di notif kamu XDD
        Iya, kamu nyeritain setiap partnya itu detail, bagus2 lagi ceritanya😄 meskipun singkat tapi bikin greget >___< selalu kecentok waktu pernikahannya sama kehidupan di rumah tangganya😦
        Sama2 Dhilo ^^ ff kamu juga bikin semangat MyungStalku (?) menggebu-gebu lho😄 oh ya, aku mau tanya, kamu sebenernya shipperin couple siapa aja sih? .____.

      • Hai kakaaak ^^ apa kabar nih? dari kemarin hujan terus, aku kedinginan dan rada galau tapi begitu liat notif dari wp jadi bahagia sendiri hehehehehe
        aduh.. apakah ini tandanya aku punya readers tetap??🙂 :’) aigoo senangnya…. /jingkrakbarengmyungsoo/

        hehe gomawo kakak… shipperin couple siapa aja??????
        eum… aku shipperin banyak kak. wong biasku aja ada banyak //plak//slapped//kicked//
        hehehe. cuma aku emang ngeshipperin si MyungStal ini. apalagi kalau mereka udah pake Myungie Jungie.. aduuh.. geregetan
        hehee
        aku juga suka HunHan couple.. kakak sukanya apa?

      • Kabar baik Dhil, kamu sendiri? Jangan sampe kena flu ya :3 emang akhir2 ini musimnya menggila D: hujannya berasa kaya badai aja Q___Q”
        Eung~ yup, something like that maybe? Wkwk😀 abisnya kamu menyuguhkan ff yg luar biasa sih :3 haha~
        Ah gitu ya o____o Myungie and Jungie is really cute >w<" lol. HunHan itu juga, bikin gemes setiap baca facts mereka D'X sayang si Luhan cowo, kalo cewe mungkin mereka akan pacaran (?) Who knows?😄 aku dulu itu pertama suka SeoKyu, aku kenal dunia ff itu juga gara2 mereka. Terus ketemu deh couple YoonHae, jadinya suka sama YoonHae dan ngelupain Seokyu. Aku buat ff pertama kali itu ya pake couple YoonHae itu :3 terus aku ga sengaja ketemu couple MinStal, yah, aku berpaling buat yg kedua kalinya deh wkwk~ tapi pada akhirnya saya hanya kecentok sama MyungStal😄 itu udah tingkat akut :3 kalo yg suka biasa sih aku suka semua pairing -Stal kecuali MinStal, entah kenapa aku ga suka sama MinStal lagi, aneh -w-"

      • Kabar baik kak alhamdulillah hehehe
        iya iya gak kena flu.. tapi emang ini dingin banget yaaa.. :3 butuh sehun segera lah ini.
        hehe makasih kak..

        oalah perjalanan shipper (?) kakak cukup panjang juga yaa? wkwkwk gapapa kak.. banyak banyak berhadiah lah ><
        aku suka minstal.. baekstal ya semuanya yang ada -stal nya lah….. hehehehe
        hehe kan kak kita jadi berbalas pantun di sini hehehe kakak main ke page Beep Beep ajaa. kita bisa ngobrol banyak di sana.

  4. Hola, Dhilaa~
    Awalnya berencana untuk blog-walking dan kemudian terdampar disini, di fic yang baru aku sadar pernah aku baca di IFK begitu lihat posternya…

    DHILAA, ternyata kamu yang nulis ini?? Ini bisa dibilang salah satu fic Myungstal pertama yang aku baca di IFK, yang akhirnya bikin aku jatuh cinta sama Myungstal! Baca ini lagi bikin aku inget awal-awal suka mereka.Aku suka cara kamu menceritakan gimana dari tahun ke tahun mereka saling memendam cinta seperti itu GREGET BANGET!! Apalagi kalimat terakhirnya Myung itu: “Karena sesuatu yang besar selalu diawali dengan hal- hal kecil, begitupun dengan rasa ini”. Begitu juga dengan rasaku padamu, mas /apaan/

    Gara-gara main ke IFK doang nih akhirnya jadi nge-ship Myungstal begini huhu, tapi ga nyesel sih, habis mereka maniiiss banget hahaha😄

    Ah, sudah dulu deh komen ga jelasnya. Seneng bisa nemu fic ini lagi ditambah penulisnya :3 Tulis Myungstal lagi dong😄

    Bye, Dhilaa~

    ps: maafkan diriku karena tidak komen di IFK dulu. Maklum, waktu itu sedang terlalu bersemangat untuk baca fic Myungstal lain hoho XDD

    • KAKAK! Senangnya kakak ke sini sekaligus ganyangka dan malu pulaa. Hahaha, welcome, Kak Ris! Yahuuu

      Ayaampun, jadi begitu. Ih aku bayangin betapa kakak bisa sampai ke fic yang sesungguhnya amat purba ini. Kak, aku malu. Hahaha, dahulu aku gini kalau nulis. Bener-bener jaman debut, dan yah meski masa itu aku tergolong produktif, tapi tetep aja isinya fatal banget untuk EYD dan segala macam kata KBBI. Maafkan aku sebelumnya untuk ketidaknyamanan mataaaa :’D

      Iyaaa, kakak! Aku yang membuat fic ini. Hihihik. HAH IYAKAH? Wah demi apa aku benerbener terharu pas baca linecomment itu. Ah kakak, percayalah aku belum pernah menjadi sepenting ini bagi orang lain rasanya. Hehehe. Aaaww❤ Myungstal memang candu! The best! Ehiyaaa, dari tahun ke tahun itu emang highlightnya fic ini yang meski pasaran agaknya aku masih menikmati jugaaa :''')

      Di IFK emang cukup banyak pecinta Myungstal dan memang worth it sekali karyakaryanya!🙂

      Okeokee kakak, aku juga seneng banget kakak bisa menemukan fic ini lagi sekaligus bikin aku terharu buat yang tadi. Aaaaaaaaa thankies sekaliiii

      Myungstalku ada di Masterpiece, masih diprotect karena timing kurang pas dan kurang poster.

      Babaaai, kakak! Thankiies sekalisekalisekaliiii❤

      Gapapa, kak. Take it easy aja sama aku ::) hehehe toh sekarang kakak udah komen dan ini panjang dan aku bahagia. Silakan membaca Myungstal lainnya dan selamat menemukan karyakarya writer lainnyaaa! Ciaooo!

  5. Hahaha, ga perlu malu, Dhilaaa. Bagus gini kok. Maklumlah aku kalau ini dari jaman kamu debut, masih bagus kok🙂

    Nah, itu ciri-ciri fic yang berasal dari hati, Dhil. Walau EYD berantakan, alur masih ga jelas, dsb, tapi begitu dibaca lagi di masa mendatang selalu bisa bikin puas :’) Mungkin karena itu fic ini tetep keren, karena kamu nulisnya dari hari❤

    Kamu penting kok, dear. Buktinya kamu hidup kan? Setiap yang hidup akan menjadi penting di saat yang tepat😉

    Dan Myungstal emang selalu bikin candu, begitu juga dengan IFK dan fic ini hihi❤

    Kamu punya fic Myungstal di draft? CEPET PUBLISH, DHILAAA! /semangat/ Aku menunggu ya😄

    Okee deh, aku bakal merusuhi kediamanmu ini di lain cerita dan waktu yaa😀

    • Ada, kak! Hihihik. Ehtapi masih yang tema Renaisans kayak waktu itu. Soalnya waktu itu dibuat untuk meramaikan ajang Fmsj. Tapi aku lagi ada draft Myungstal yang manies nih kayaknyaaa hihihiw. Mogamoga lancaar<3

      Egapapa, kak. Mau bales ke komen atau komen baru tetep masuk ke notif aku, kookss! Jadi tenang syajaaa❤😉

      Thankiiies kakaaak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s