Rainy Boy

rainy-boy

Title : Rainy Boy
Scriptwriter : dhiloo98
Main cast : Oh Sehun
Shin Minji
Genre : School Life, Friendship, Romance, Fluff

Duration : Ficlet
Rating : T
Summary : Hujan bukan segalanya, tapi ketika dihabiskan bersama Oh Sehun, hujan menjadi segalanya.
~Rainy Boy~

Minji bukan gadis manis. Minji juga bukan gadis yang berperilaku layaknya pria. Ia gadis biasa, dimana mencuci piring bukan hal tabu baginya. Minji bukan dari keluarga menengah ke bawah, bukan. Ia juga bukan dari kalangan jetset yang dapat pergi berbelanja hanya dalam jentikan jari. Minji punya rambut yang lurus dan panjang. Dan Sehun menyukai bagaimana gadis itu menguncir rambutnya kala pelajaran olahraga datang. Minji bukan anak super pintar, namun setidaknya otak kecilnya mampu menampung pelajaran penting. Minji bukan anak bodoh, karena ia selalu mendapat peringkat di kelasnya. Ia suka mendung. Ia suka embun. Ia suka bebauan tanah dikala hujan. Namun, ada satu hal yang Minji tak suka. Hujan. Proses turunnya jutaan air ke bumi dalam jangka waktu tertentu. Satu-satunya hal yang buat bajunya basah dikala menembus hujan. Satu-satunya yang buat ia terlihat seperti troll di hadapan Oh Sehun ketika pagi tadi ia masuk ke kelas dalam keadaan yang cukup mengenaskan, dengan seragam basah kuyup. Juga cetakan tanah yang berasal dari pijakan sepatunya.

Minji tak suka ini. Minji tak suka itu. Mari lupakan itu sedikit. Sehun suka musim panas. Ia ramah dan gemar mengoleksi teman. Sehun suka langit cerah. Sehun suka seluruh musim yang diturunkan Tuhan, kecuali musim hujan. Juga, Sehun suka gadis yang bersih. Maka pagi itu, ketika Minji masuk ke kelas dengan keadaan basah kuyup, Sehun buru-buru mengeluarkan handuk kecilnya. Menyodorkannya pada gadis itu, kemudian berkata,

“Bersihkan dirimu, Minji.” Oh, itu satu hal lagi yang membuat Minji mengalami serangan jantung kecil, dan timbulkan semburat merah di pipi tirusnya.
Gadis itu mengambil handuk yang diberikan Sehun. Matanya tak berani menatap lelaki itu lebih lama.

“Terimakasih,” ujar Minji dengan langkah kecil meninggalkan Sehun.

~Rainy Boy~

Hari ini berjalan seperti biasa. Semua guru mengajar dengan baik. Minji dan Sehun juga dapat mencerna pelajaran dengan matang. Kantin tak terlalu penuh, dan ketika itu Minji memutuskan untuk duduk sendiri di sudut ruangan. Gadis itu menangkupkan kedua tangannya, matanya terpejam, dan bibirnya membisikkan doa. Ditemani dengan kekehan kecil yang langsung membuat Minji membuka kelopak matanya, semburat merah muda itu datang kembali.

“Boleh aku duduk disini?” Minji menatap Sehun tak percaya. Setahunya, masih banyak meja kantin yang kosong dan tak biasanya Sehun makan tanpa teman-temannya. Namun, gadis itu tak dapat menolak. Hanya senyuman kecil yang dapat ia berikan, tanda persetujuan atas pertanyaan Sehun. Keduanya makan dalam diam, meski terkadang dehaman Sehun mengisi keheningan itu.

Minji berdiri sesaat setelah ia menyelesaikan makanannya. Buat Sehun berhenti mengunyah dan memfokuskan tatapannya pada gadis itu. Hanya beberapa menit sampai Minji membawa dua gelas bubble tea ke meja tadi.

“Kau suka bubble tea kan?” Tanya Minji hati-hati. Suaranya yang kecil hampir saja terhapus oleh deru tetes air di luar sana. Sehun mengangguk penuh.

“Kau tahu?” Minji mengangguk.
“Aku sering melihatmu di cafe bubble tea ibuku,” lanjut gadis itu diikuti anggukan lemah dari Sehun.

“Aku suka rasa taro. Tapi, kurasa chocolate juga enak. Begitupun dengan strawberry.” Sehun mulai menceritakan dirinya, sedangkan Minji hanya dapat menyesap bubble teanya dengan jantung berdegup cepat.

“Juga vanilla?” Minji melengkapi. Lelaki di depannya mengangguk dengan senyuman manis.

“Kau juga suka minuman ini? Kukira hanya aku yang aneh,” mendengarnya membuat Minji terdiam sesaat. Mana ada gadis yang suka mendengar dirinya digolongkan dalam golongan aneh? Tapi kilatan ekspresi tak mengenakan itu berubah dengan cepat kala Sehun mengatakan,

“Karena kau juga suka, bagaimana kalau sore sepulang sekolah kutraktir bubble tea?” Aju Sehun dengan senyuman merekah. Minji mengangguk malu-malu, meski awalnya ia sempat tersedak bubble teanya sendiri. Ya, setidaknya ada satu hal lagi yang dapat menghubungkan dirinya dengan Sehun.

~Rainy Boy~

Sore hari. Begitu menyenangkan untuk Minji juga Sehun. Mereka telah berjanji akan minum bubble tea yang dingin bersama. Mereka akan bertemu dan pulang bersama. Namun, bukan ceria lagi bagi keduanya. Mengingat hujan belum berhenti membasahi bumi dengan jutaan airnya. Sehun tak suka pembatalan janji. Namun, dirinya juga tidak menyukai hujan. Ia melirik Minji yang duduk di barisan belakang. Gadis itu sedang mengetuk-ngetukan jarinya ke meja dengan tatapan menerawang ke luar jendela.

Melihatnya membuat Sehun menjadi merasa bersalah. Ia tahu gadis itu sedang menunggu bel pulang dibunyikan. Dan ia sudah memikirkan resiko saat mereka menembus hujan dengan bekas lumpur di tubuh mereka. Ugh, Sehun tak suka kotor.

Tapi, Sehun tak bisa melakukan apa-apa ketika bel dibunyikan. Keras sekali sampai rasanya ia ingin kabur secepatnya.

“Hujan,” kedua manik Minji menatap jutaan air di depannya dengan malas. Sore itu langit berubah menjadi sedikit gelap, dengan semburat jingga di ufuk barat. Sekali lagi, Minji menghela napas berat. Sementara Sehun hanya dapat menunduk, sesekali melambaikan tangan pada teman-temannya. Koridor sekolah mulai sepi, dan Sehun tahu kalau dirinya dan Minji sebaiknya bergegas pergi. Maka dengan hati-hati tangannya mencoba menggenggam milik Minji.

“Ayo cepat, hujannya tak akan berhenti!” Serunya dengan tangan terhubung. Mereka berdua menembus hujan. Minji dan Sehun menembus kerumunan air itu. Buat seragam mereka basah, dan juga meninggalkan bekas lumpur pada sepatu sekolah mereka. Tapi, ini tak seburuk yang Minji pikir. Hujan tak membuatnya menggigil. Kali ini ada tangan yang menggenggam miliknya, menautkan setiap jari mereka dan ciptakan rasa hangat yang mendominasi semburat merah muda di pipi gadis itu. Kali ini ada tubuh tinggi yang memberinya perlindungan. Kali ini ada jaket tebal di antara kepalanya dengan kepala Sehun. Kali ini, tak pernah seindah hari lainnya. Minji merasakan hangat menjalari pipinya saat Sehun mencoba melindunginya dari cipratan lumpur.

Tak pernah sekotor ini. Ya, bagi Sehun, kebersihan merupakan yang nomor satu. Tapi sekarang, ia rela berkotor-kotor ria, dengan Minji di genggaman tangannya. Sehun merasa dirinya penuh. Seragamnya penuh dengan air. Sepatunya penuh dengan lumpur. Tetapi, kepala dan hatinya penuh dengan Minji. Ia tersenyum kecil di perempatan jalan menuju kedai cokelat hangat~yeah, mereka mengubah janjinya. Menyadari kalau tak selamanya hujan itu dingin. Buktinya, sekarang ia merasa hangat menjalari seluruh tubuhnya.

~Rainy Boy~

“Maaf,” manik Minji mencoba menelusuri mata Sehun. Mencari kepastian. Beberapa menit yang lalu kalimat-kalimat yang membuktikan kesukaannya pada Oh Sehun telah terlontar. Dan jawaban yang diberikan Sehun hanya sebatas kata maaf.

Minji termenung menatap etalase di hadapannya. Matanya menerawang. Ia malu. Ya, sangat malu. Menyatakan perasaan pada Sehun. Teman kecilnya yang sudah lama menghilang. Lalu bertemu kembali saat duduk di bangku sekolah menengah pertama.

“Maaf, seharusnya aku yang mengatakan itu lebih dulu,”

CUP

Sesuatu yang lembut dan hangat menyapu permukaan pipi Minji. Buat pipinya dipenuhi oleh semburat merah muda -lagi. Ia malu. Sangat malu karena Oh Sehun baru saja mencium pipinya. Sementara saat ia menoleh, ia mendapati tangan Sehun menggenggam miliknya. Menatap dirinya dengan senyuman merekah.

Well, hujan memang bukan hal yang buruk. Bagi Minji, jika waktu hujan dihabiskan dengan seorang Oh Sehun, maka akan menjadi hal penting, begitupun sebaliknya. Karena, Tuhan menciptakan sesuatu dengan manfaat, bukan percuma.

 

FIN

25 thoughts on “Rainy Boy

  1. Ih, lucu sekali ya ceritanya. Saia suka sifat Minji dan Sehun yang kontradiksi, yang satu suka langit cerah, satu lagi suka wangi tanah saat diguyur hujan. Keduanya jadi saling melengkapi. Dan saia juga merasa kata pembukanya begitu kuat. Well, berbeda dari cerita kamu yang saia baca terakhir kali, yang ini alurnya kerasa easy-going, dan juga ada beberapa narasi yang seolah-olah kamu mengajak pembaca untuk menyimak gimana plotnya berjalan, dengan begitu pembaca yang seharusnya berada di luar ruang lingkup latarnya jadi disambut masuk ke dalam ceritanya. Saia suka sekali teknik menulis macam ini. Unik. Gak perlu ribet mikirin diksi, sementara orang lain, main diksi, makin tinggi, semakin baik, tapi tulisan kamu, manis apa adanya ‘ ‘b great job. Oya, cuma saran aja, ada kata yang seharusnya kamu beri imbuhan depan me- di kalimat:
    Oh, itu satu hal lagi yang membuat Minji mengalami serangan jantung kecil, dan timbulkan semburat merah di pipi tirusnya.
    >>> sepertinya lebih enak dibaca kalau diubah menjadi “menimbulkan”.
    Overall, saia suka sekali dengan ffnya. Oya, ada sedikit pertanyaan, ini wordcount-nya berapa kata ya? Drabble biasanya hanya 200-500 kata, setau saia🙂

    terima kasih sudah ngetag.
    keep writing.

    • Halo kakak..
      Gomawo…
      Ne.. mereka sengaja kubuat beda. Eh tapi sama sih karena dua-duanya gak suka hujan XXD

      KUAT???! masa sih? Beneran kak??
      Ne, ini ngetiknya di hp sambil dengerin 3.6.5 dan bayangin rambut paddle popnya sehunie yang err banget lah buat aku..

      Ya, di sini aku emang lagi males bertele-tele dan bermain main dengan kalimat puitis. Karena kan mereka masih SMP. Masih kecil lah. Jadi jangan kasih yang berat-berat..

      Gomawoo. Aduh kesemsen lah ini dibilang manis apa adanya.. XXXDD

      Kalo soal itu, sepertinya emang aku sengaja kak. Gak pake me didepannya. Maaf kalau agak menyulitkan atau mengganggu bacaan.. mianheee ^^v

      Hehehe, iya. Abis cuma 3 lembar gitu. Yaudah deh nanti aku ganti jadi ficlet. Gomawo kakak sudah datang dan kasih review disini. Gomapseumnidaaa.. ^^

  2. Hai Dhilaaa🙂 tengah malam yg lagi hujan, aku berkunjung ke sini dan kalo diliat dari judulnya kayanya oke buat di baca pas hujan gini. Aihh ini so sweetnya kebangetan, feelnya dapet>,< sweet banget pokoknya! sukak sukak sukak!😀 emm bentar, jadi si sehun itu dulu temen masa kecilnya Minji? tapi dia pergi/menghilang gitu ya? terus mereka ketemu lgi di SMP? kok sweet sih dhil ;_; kapan-kapan buatin fic Kris dong /eh /geplak /abaikantolong
    Yg jelas ini fluff bgt dhil! Keep writing ya!^^

    • Hai bilaaaaaah!!
      Di tengah dinginnya pagi yang berembun //geplak// aku buka hp dan ada notif dari wpku. Ternyata kamu… mumumumu.. maacih udah dateng…

      Pas gak sih? Well, aku nulis ini pas lagi ujan deras beberapa pekan yang lalu mwehehehehehe

      Iya mereka temen kecil. Terus misah //karenkansisehunnikahsamaaku//abaikan//
      Dan sekarang mereka balik lagi di SMP.. mumumumu sweet gak??

      Kris? Nanti aku bikinin ya. Bocoran dikit, ini itu fic exo school life series loh. Tunggu lanjutannya yaa!
      Gomawo! ^^

    • halo kirana..
      gomawo pujiannya^^’
      salam kenal ya, aku Dhila 98 lines.. kalo kamu??

      okay dear, senengnya aku punya reader baru di sini.. hikks hiks :’)
      gomawo udah datang berkunjung… silahkan dilihat lihat fic lainnya..

  3. Hii chinguuu… Aku berkunjung dan meninggalkan jejak disini.. Hehe ff nya keren.. Apalagi castnya thehun.. Hehe maklumm aku ngefans bgt ma dy chinguu… Good job yaaa ;;) di tunggu karya selanjutnyaaa

    • haii chinguuu ^^
      ne. aduh baiknya kamu.. dateng dan ninggalin jejak di sini…
      aigoo.. kamu juga whirlwinds?! hehe aku istrinya sehun //digeproksemuaexostan// hehehehe
      ne. gomawo.. neee

    • Hai Ranii!
      Waduh! Ada isterinya Sehun nih! ><
      Haii, aku Dhila! Salam kenal ya
      Well, aku 98 lines jadi kamu bisa menentukan apakah panggil 'Dhila' aja atau 'Kak Dhila' hehehe

      Dilanjutin? ¬¬ Astaga, aku sih belum ada niat untuk melanjutkan fic ini karena yeah ini bakal cuma ada satu versi di dalam satu fic exo school life series. Maaf yaah, :)) sampai ketemu!

      Thanks udah baca dan kasih komentar

  4. Halo dhilaa! Maaf ya, namaku bertebaran di blogmu-_-

    Omaigaat! kamu bikin aku cengar cengir tengah malem. Ampun deeh, kenapa Sehunnya sweet banget disini? Heuheu ;A;
    Aku mau dong dhil, pesen Sehunnya 1 /apaini/
    Sumpah. Ceritanya keyen bangeeettt. Aku suka aku sukaaa. Aku reblog boleh kan ya?._.

    Sekian dulu ya Dhila! Keep writing. Dan jangan marah kalo namaku bertebaran di blogmu. Kekeke xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s