Goofy Boy

tumblr_m69r5xMJRb1r967c6o1_r1_500_large_副本

Title : Goofy Boy
Scriptwriter : dhiloo98
Main cast : Park Chanyeol, Kim Min Ri

Genre : School life, Friendship, Romance, Fluff

Duration : Ficlet
Rating : T

Summary : Chanyeol itu tinggi, berkharisma, suaranya berat, dan ia punya wajah artistik yang tampan. Namun, ada satu yang tak ditangkap siapapun. Chanyeol bodoh. Ya, ia konyol dan bodoh saat berada di hadapan Min Ri, Kim Min Ri. Adik kelasnya yang cantik dan anggun.
**Goofy Boy**

 

“Aku pilih yang ini,”
“Aku ambil yang ini, tolong!”

Chanyeol membulatkan matanya ketika dengan tak sengaja tangan panjangnya bersentuhan dengan kulit halus yang begitu lembut.

“Ah, maaf, Tuan.”

Catatan, aku menyukai gadis yang menyukai jenis musik yang sama dengan yang kusukai

Chanyeol mengangguk, namun ekspresi kagum masih membekas di lekukan wajah tampannya. Lelaki tinggi itu beringsut menjauh, setelah sebelumnya mengambil disc berisi musik jazz yang akan dibelinya.

“Permisi,”
“Permisi, aku ingin membayar.”

Lagi, salah satu anggota tubuhnya – dengan tak sengaja bersentuhan dengan kulit selembut sutra yang buat mata bulat milik Chanyeol kembali melebar.

Ah, sekali lagi, maafkan aku, Tuan.”

Suara itu. Lembut dan jernih seperti aliran air yang damai di danau belakang gedung sekolah Chanyeol. Rasanya damai dan buat darah lelaki tinggi itu berdesir cepat. Buat dirinya hanya dapat melongo, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Chanyeol-a! Apa yang kamu lihat?” Chanyeol terlonjak kaget. Lelaki tinggi itu memegangi dadanya sarkastik.

“Astaga! Byun Baekhyun! Kau membuatku terkejut!”

“Jangan berlebihan. Aku hanya ingin menyuruhmu untuk berhenti memperhatikan Min Ri seperti kau ingin memakannya.”

Catatan untuk masa depan, aku tidak menggigit kok

Chanyeol beberapa kali terlihat memukul kecil kedua kelopak matanya. Buat ia terlihat benar-benar konyol, dan-mau tak mau membuat Baekhyun harus menahan lengan lelaki tinggi itu. Sekedar untuk membantu sobat baiknya dalam masalah penurunan image.

Eum, Chanyeol-ssi, boleh kupinjam waktumu sebentar?”

Astaga! Mannernya sangat baik. Ibu pasti akan sangat senang

“Y-y-ya?”

Baekhyun menahan tawanya sekeras mungkin. Chanyeol itu siswa tingkat tiga yang berkharisma penuh. Dan Baekhyun agaknya ingat bahwa lelaki jangkung di sebelahnya tak punya riwayat penyakit apapun. Ya, apapun yang dapat membuatnya tergagap seperti itu.

“Aku ingin pinjam waktumu sebentar,” gadis di hadapan Chanyeol membenahi letak rambutnya yang dirasa kurang rapi.

“Boleh tidak?”

“Ya, tentu saja.”

Mungkin bukan hanya Baekhyun yang tiba-tiba terserang penyakit lupa. Hal yang sama juga berpengaruh pada Min Ah-adik perempuan Chanyeol. Dimana sore tadi, sepulang sekolah, ia menemukan Chanyeol-kakaknya terbaring lemah di sofa ruang tengah. Bibirnya enggan mengatup. Tidak, ia tidak tertidur. Hanya saja ia terlihat mematung, seperti terkena sihir Immobulous milik Hermione di film Harry Potter.

Ingatan Min Ah sangat kuat, namun kali ini mungkin ada beberapa kesalahan. Seingatnya-tentu saja kalau tidak lupa Chanyeol baik-baik saja saat jam istirahat tadi tak sengaja berpapasan dengan dirinya di kantin sekolah. Begitupun saat jam olahraganya berakhir sekitar beberapa jam sebelum bel pulang dibunyikan. Tak ada, tak ada wajah buram Chanyeol yang sedetikpun mengisi lekukan ketampanan di wajah itu.

“Chanyeol oppa!”

Chanyeol tak bergeming, pun mengeluarkan sebuah suara.

“Chanyeol oppa!”

Agaknya usaha Min Ah kali ini berhasil. Kakaknya tersedak dan lelaki itu segera terduduk.

“Min Ri!”

Min Ah menatap Chanyeol menelisik. Min Ri, Kim Min Ri si gadis cantik nan anggun yang berada satu tingkat di bawah Chanyeol nampaknya memiliki peran penting dalam masalah sang kakak kali ini.

Oppa! Ini aku, Min Ah. Kau tidak dengan tiba-tiba terkena amnesia, bukan? Oh, tolong katakan tidak sebelum aku menghubungi 911.”

Lelaki itu tak bergeming. Ia memegang pipi sebelah kananya. Kemudian meringis singkat,

Ouch!”

“Min Ah, dongsaeng-a! Cepat bawakan oppa obat!” Adik kecilnya bergegas mendirikan tubuhnya dan beringsut menjauh sebelum tangan Chanyeol menahan lengan gadis itu.

“Cukup beri aku nomor ponsel Kim Min Ri!”

**Goofy Boy**

“Jadi kemarin kau mengantarkan Min Ri pulang ke rumahnya?”

Chanyeol mengangguk. Membenarkan perkataan Luhan-salah satu kawan dekatnya.

“Lalu di tengah jalan ada segerombolan preman yang menghadang jalan kalian?” Chanyeol mengangguk lagi. Kali ini lebih semangat dari anggukan sebelumnya.

“Dan kau memukul para penjahat itu?” Chanyeol menggeleng.

“Apa Min Ri dalam bahaya?”

“Apa kau meninggalkannya?”

“Astaga! Park Chanyeol! Kau tak membiarkannya dibawa para penjahat itu kan?” Pertanyaan terakhir itu dari Sehun. Salah satu kawan yang memiliki rumah terdekat dengannya.

“Pertama, Min Ri tak dalam bahaya, Jun Myeon hyung! Percayalah!”

“Kedua, hey! Jangan bodoh Min Seok! Aku bukan kau!”

“Dan yang ketiga, astaga! Oh Sehun! Kurasa kau harus berhenti mengecat rambutmu itu! Kau kehilangan beberapa nalarmu, kawan!”

Ketiga orang yang namanya disebut hanya mampu menatap Chanyeol dengan tatapan mengejek.

Okay, okay! Aku akan jelaskan!”

“Pertama, aku sama sekali tidak memukul para penjahat itu.”

“Min Ri tidak dibawa kemanapun. Ia aman. Justru akulah yang tidak aman,”

“Karena, kau tahu? Min Ri yang menumbangkan lelaki itu!” Semuanya melongo. Antara kagum dan mengejek.

“Min Ri hebat bukan?”

“Min Ri? Apa oppa membicarakanku?” Semuanya terdiam ketika sebuah suara lembut mengisi relung telinga masing-masing.

Semuanya berdecak kagum kala langkah anggun Min Ri semakin mendekati mereka. Jun Myeon-kakak sepupu Min Ri hanya mampu tersenyum menatap gadis itu.

“Halo semuanya! Apa kabar?”

“Kami, err, kami baik!” Itu suara Sehun dan Min Seok. Sementara Luhan dan Jun Myeon menjawab setelahnya, dengan kata yang lebih lembut.

“Kami baik-baik saja, Min Ri.” Gadis itu tersenyum. Kemudian melangkah semakin mendekat ke arah Chanyeol.

Eum, oppa! Boleh kupinjam Chanyeol sunbae sebentar?”

**Goofy Boy**

“Astaga! Apa itu sakit, Chanyeol oppa?”

Chanyeol mengangguk. Namun sejurus kemudian ia menggeleng. Gelengan super keras yang buat kepalanya menjadi pusing.

CUP

Kepalanya semakin terasa pening kala ciuman lembut itu menyapu pipinya, tepat di daerah yang terdapat luka lebam akibat kejadian kemarin. Dimana dirinya berniat memukul lelaki itu, namun ia justru terjatuh dengan kulit pisang menempel di alas sepatunya.

“Aku, aku, aku,” Chanyeol berbicara tergagap.

“Aku suka oppa.”

“Oppa tidak bersalah atas kejadian kemarin. Oppa selalu hebat di mataku. Oppa punya niat tulus untuk menolongku.”

Oppa bukan hanya memiliki kharisma, garis wajah tegas, suara berat, tubuh tinggi, dan ketampanan. Tapi,”

“Tapi, Chanyeol oppa juga memiliki segala jenis perasaan dalam diriku saat ini.”

Chanyeol agaknya enggan mengatupkan bibirnya. Benar-benar terlihat seperti orang bodoh yang baru menang lotre.

Matanya membulat sempurna lantaran mendengar penjelasan gadis cantik di sebelahnya. Lelaki itu memegangi pipinya, tidak sakit lagi. Ya, tidak sakit lagi karena semua rasa sakitnya sudah terhapus dan digantikan rasa senang luar biasa.

Oppa?” Min Ri mengibaskan jari-jemarinya di depan wajah konyol Chanyeol. Lelaki itu tetap bergeming. Lebih memilih untuk tersenyum-senyum sendiri dan-seperti virus yang menular membuat Min Ri turut tersenyum.

“Karena oppa adalah happy virusku.”

Keduanya tersenyum. Yeah, Chanyeol itu tinggi, berkharisma, suaranya berat, dan ia punya wajah artistik yang tampan. Namun, ada satu yang tak ditangkap siapapun. Chanyeol bodoh. Ya, ia konyol dan bodoh saat berada di hadapan Min Ri, Kim Min Ri. Adik kelasnya yang cantik dan anggun.

FIN

 

2 thoughts on “Goofy Boy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s