Midnight Face

Midnight Facepink

 

|| Title : Midnight Face || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : Kim Myung Soo – Jung Soo Jung || Genre : Romance, Slight ||

||Duration : Ficlet – 1118 words || Rating : T ||

 

And in the midnight, when you comes into my room, i know it will end securely

.

.

.

Myung Soo dan Soo Jung

Tak pernah menyadari jika kisah mereka akan serumit kisah Jack and Rose

Tak pernah menginginkan kisah mereka berakhir seperti Romeo and Julliette

Myung Soo untuk Soo Jung dan Soo Jung untuk Myung Soo

Hanya berharap dapat terus bersama sampai maut memisahkan

Hanya berharap dapat saling melengkapi kekurangan masing-maisng

Hanya berharap kebahagiaan tercipta di sudut pelarian

Soo Jung untuk Myung Soo dan Myung Soo untuk Soo Jung

Hanya ingin menaburkan segala mimpi indah dalam setiap rajutan cinta mereka

Hanya ingin berlari, menepi, dan menetap

Inginkan dunia berpihak pada kisah cinta mereka

Sesingkat itu

ᴥᴥᴥ

Klek

“Myung Soo?”

Malam itu Soo Jung menyibak sedikit gaun tidurnya. Gadis itu berlari kecil menuju balkon kamarnya. Hanya berharap dapat menemukan lelakinya berdiri kokoh di sana dan memeluk dirinya barang semenit.

“Kau datang?”

Ya, ia datang. Myung Soo datang untuk gadisnya. Datang untuk hapuskan segala gundah gulana yang menerpa hubungan mereka selama beberapa bulan terakhir. Datang dan berikan Soo Jung secercah perasaan damai.

Gadis itu menjatuhkan air matanya, menahan sakit yang teramat pedih untuk diungkapkan dengan kata-kata. Bahunya gemetar menahan isak, buku-buku jarinya memucat, ia kedinginan.

“M-Myung Soo,”

Soo Jung berbisik lirih. Myung Soo semestinya dapat melihat kedua belah bibir gadis itu bergetar.

“Bisakah aku ikut bersamamu?”

Tidak. Myung Soo menggelengkan kepalanya. Ada sekelebat perasaan iba menyambangi hatinya. Bukan, bukan iba, bukan juga empati, perasaan ini lebih kuat. Rasanya pedih, seperti tersayat ribuan pisau tak kasat mata.

“Tidak,”

Ada banyak kata ‘tidak’ yang bergumul di pikiran lelaki itu. Seolah terkurung di sana dan enggan mengenyahkan diri.

“Aku harus pergi sendirian, Soo Jung.”

Bukannya tak mungkin bagi Myung Soo untuk membawa gadisnya pergi dari tempat itu. Bukannya hal sulit bagi dirinya untuk sekedar menarik Soo Jung lebih jauh ke dalam kehidupannya. Bukannya ia tak mau, hanya saja, ia tak mampu. Myung Soo tak mampu untuk sekedar membiarkan Soo Jung melihat dirinya terluka. Myung Soo tak mampu untuk sekedar menyadari Soo Jung akan semakin menderita.

“Tidak bisa, Soo Jung. Aku terlalu membahayakanmu.”

Maka malam itu Soo Jung tak mendapatkan apa yang ia harapkan. Gadis itu tahu semua ini akan pupus secepat yang pernah ia bayangkan. Gadis itu tahu dan terlalu takut untuk sekedar membuka mata dan menyadari Myung Soo tak lagi di sampingnya. Tak ada lagi lelaki itu untuk sekedar menghangatkan perasaannya.

.

.

.

Seharusnya baik Myung Soo maupun Soo Jung dapat memprediksikan seberapa sakit dan hancurnya mereka saat ini. Seharusnya mereka membuang ego masing-masing dan memilih untuk melanjutkan hubungan itu – bukannya justru lari dari kenyataan dan memilih keputusan yang salah.

“Myung Soo, aku menunggumu,”

Tak ada lagi yang dapat gadis itu lakukan selain duduk di tepian jendela kamarnya. Berharap akan ada lelaki itu – Myung Soo – datang dan memanjat tembok itu dan membenamkan dirinya dalam dekapan penuh kasih yang ia rindukan.

Rambut panjangnya menjuntai indah di atas gaun tidur berbahan tebal itu. Jemarinya menyatu satu sama lain. Ia mengepalkan tangannya, menggenggam rosario di tangannya dengan erat. Berdoa sepanjang detik yang berlalu, mendoakan yang tak akan pernah terjadi.

“A-aku, aku merindukanmu,”

Air mata kembali menuruni lekuk tirus wajahnya. Tangannya gemetar, sama seperti sedia kala. Sama seperti saat Myung Soo datang untuk yang terakhir kalinya dan berikan ia kehampaan yang melingkupi diri hingga kini.

Gadis itu menuruni kusen jendela kamarnya, kembali ke kasur tebal di sisi kiri kamarnya. Tangannya masih menggenggam rosario itu baik-baik, enggan melepaskannya barang semenit.

Tak pernah ada yang ingin orang yang dicintai pergi, apalagi meninggalkan dunia ini dengan cara yang tak dapat diduga-duga. Tanpa petunjuk, tanpa perujuk. Yang Soo Jung ketahui hanya Myung Soo selalu menetapkan dirinya sendiri sebagai orang yang berbahaya untuk Soo Jung. Yang gadis itu ketahui hanya Myung Soo pergi meninggalkannya. Seolah lenyap dan melupakan semua yang telah terjadi di antara mereka.

Maka di malam yang sunyi itu, di balik hiruk pikuk kota yang menyayat hatinya, Soo Jung tertidur dengan air mata yang mengalir di kedua sisi wajahnya. Tersenyum kecil kala bayangan Myung Soo menyambangi pikirannya.

.

.

.

“Tak boleh ada tangisan, Soo Jung,”

Gadis itu menggenggam erat payung di tangannya. Hujan di musim gugur nampaknya tengah berbaik hati menemani langkah demi langkah orang yang meninggalkan tempat di mana Soo Jung berdiri kini. Hujan di musim gugur nampaknya tengah berbaik hati untuk sembunyikan air mata yang – lagi-lagi – mengalir di lekukan pipi gadis itu.

 

“Ia hanya tidak pantas untukmu,”

Ada telapak tangan ibunya yang menahan bahu Soo Jung untuk bergetar lebih lanjut. Semakin lama tangan itu memeluk bahunya, semakin banyak sumpah serapah yang ingin Soo Jung teriakan demi kematian Myung Soo yang mendadak ini.

“Ayahmu sudah melakukan hal yang benar, anak itu tidak pantas untuk bersanding denganmu. Kau putri satu-satunya dari keluarga kami, sayang. Kau satu-satunya yang pantas menikahi orang yang sederajat dengan keluarga kita.”

Bukankah Myung Soo juga harus diberi kesempatan? Bukankah Myung Soo juga harus diberi kepercayaan? Tapi kenapa? Kenapa ayah dan ibu Soo Jung tak pernah sedetikpun merestui lelaki itu? Oh, tak apa jika mereka tak merestuinya, mungkin mereka hanya belum mengetahui seorang Kim Myung Soo lebih dalam lagi. Tapi kenapa mereka harus membunuhnya? Mengatakan Soo Jung akan bahagia dengan pria yang sudah dipilihkan keluarganya dan menyatakan bahwa gadis itu tak akan mendapatkan kebahagiaannya jika terus menerus berada di pelukan lelaki itu.

It will end as soon as i open my eyes,

Seharusnya memang begitu. Seharusnya semua ini akan berakhir ketika Soo Jung membuka matanya, bangun dari segala mimpi buruk yang menghantui. Namun, tetap tak ada Myung Soo di sana, yang ia dapati hanya sinar rembulan yang menembus tirai di jendela kamarnya. Timbulkan efek gelap dan terang yang menyilaukan mata Soo Jung. Tapi seperti itulah kira-kira cerita cintanya dengan Myung Soo. Gelap dan terang, kaya dan miskin. Akan ada gelap yang menemani terang, meski itu tak akan pernah bersatu.

.

.

.

Myung Soo dan Soo Jung

Tak pernah menyadari jika kisah mereka akan serumit kisah Jack and Rose

Tak pernah menginginkan kisah mereka berakhir seperti Romeo and Julliette

Myung Soo untuk Soo Jung dan Soo Jung untuk Myung Soo

Hanya berharap dapat terus bersama sampai maut memisahkan

Hanya berharap dapat saling melengkapi kekurangan masing-maisng

Hanya berharap kebahagiaan tercipta di sudut pelarian

Soo Jung untuk Myung Soo dan Myung Soo untuk Soo Jung

Hanya ingin menaburkan segala mimpi indah dalam setiap rajutan cinta mereka

Hanya ingin berlari, menepi, dan menetap

Inginkan dunia berpihak pada kisah cinta mereka

Sesingkat itu

.

.

.

 

Because till the light comes pouring through, the darkness will never gone away.

ᴥᴥᴥ

FIN

6 thoughts on “Midnight Face

  1. Dhiloooooo~ kenapa sad ending T____T itu juga orang tua Soojung ga ngeliat apa Myungsoo cakep gitu? /plak/
    Entah kenapa bahasa kamu tambah tinggi ya .____. Atau gara2 otak aku yg konslet kena mata kuliah macem2 seminggu belakangan ini😄 tapi keren kok, aku kira Myungsoo itu seorang yg punya pekerjaan berbahaya, ternyata engga, malahan orang tua Soojung dengan teganya ngebunuh dia😦
    Dan kebanyakan aku baca ff MyungStal itu mesti Myung yg jadi orang miskin, sedangkan Soojung jadi anak orang kaya .____. Kenapa gitu ya? Kalo aku sih, meskipun Myung miskin tapi tetep mau😄 haha

    • haiiiii
      maaf dhila baru baleess ><
      kegiatan di sma, memaksa diriku untuuk tidak membuka wp barang semenit -_- aigoo

      emangg, emang banget, gatau juga kenapa bapak-ibunya soojung gangeliat ketampanan myungsoo yang over dosis! kenapaa??! kenapaa??! /lahsituyangnulis/

      eh iyakah kak? masa sih? aku berasanya cuma ngutak-atik diksi yang sebelumnya dan tadaaa, jadilah fic ini hehehe
      anyway terimakasih sekali kakak..

      iyaa, aku jugaa, miskin miskin gitu si Myungsoo masih punya banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak modal terpendam (?) hehehehe
      okay kakak, sekian dulu balesan dari akuu
      thanks banget sudah kasih review yang membahagiakan di sini :* :*****

      see yaa!

  2. KENAPA SAD ENDIIIIIING? T________________T
    rapih banget thor ceritanya, gue sukaaaaaaa sekali walaupun akhirnya myungsoojung gak nyatu.
    btw gue reader baruuuu hehehe telat kebangetan baru nemu wp bagus kaya gini -_-

    • KENAAPA KAMU BIKIN AKU TERHARU HUH???! ngehehe syedihh buka wp tiba-tiba nemu archive yang bikin terhura kaya giniii…

      makasih banget udah mau baca dan kasih review yang menarik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s