[Prompts] Those Eyes

large (1)

A prompt by,
@futureasy

| Xi Luhan and a woman | Love-Life, Romance, Slight, Married Life – At the end, especially| General | Flash Fic |

.

Your name is Xi Luhan, your code is XL and it’s mean X – Love

 

Namamu Xi Luhan.
Tinggi di ambang seratus tujuh puluh delapan senti dan kau gemar memakai sneakers.

Rambutmu berwarna blonde dan kau sering menatanya acak-acakan. Kau jarang menggunakan hair spray karena menurutmu itu bau – oh yeah, kupikir juga begitu.

Namamu Xi Luhan.
Senyummu kuanggap sangat mahal. Dihargai jutaan poundsterling karena, sulit mencarinya di antara sejumput keangkuhan yang selalu terpatri jelas di setiap lekuk wajah tampanmu.

Kau gemar memakai kemeja panjang, dan menggulung lengannya hingga ke siku. Semua orang memuji ketampananmu – begitupun diriku. Tetapi, yang kudapati hanya dirimu yang kontan menutup kedua telinga itu sembari menyeretku menjauh dari runtutan kalimat puji tadi.

Namamu Xi Luhan.
Satu yang menarik lenganku seusai jam perkuliahan dan membawaku pulang bersama.

Lelaki yang memberitahuku bahwa dunia itu tak seperti yang orang lain pikirkan. Menunjukan bahwa dunia bukanlah apa – apa tanpa perasaan di dalamnya.

Namamu Xi Luhan.
Dan kau mengatakan aku cantik, senyumku hangat dan kau menyukai bagaimana aku hadir di tengah – tengah kehidupanmu.

Bagai secercah sinar di penghujung gua yang gelap ; juga sesendok gula di antara segala kepahitan, serta bagaikan sebuah selimut, membuatmu selalu ingin kembali singgah dan tenggelamkan seluruh tubuhmu dalam balutan kehangatan yang aku pancarkan.

Namamu Xi Luhan.
Satu yang yakinkan aku kala matahari terbit di ufuk timur bumi bahwa semua akan baik-baik saja.

Berkata bahwa dirimu tak berarti lebih tanpa eksistensiku dalam kehidupanmu. Meski aku terus menolak, tapi aku merasakan itu – bahwa semua itu benar adanya.

Namamu Xi Luhan.
Kau biasa kupanggil Lulu dan kau tak keberatan.

Teman-teman memanggilmu Xiao Lu karena kau mirip dengan rusa putih di kebun binatang nasional – suci dan cemerlang.

Aku juga berpikir demikian, tapi menurutku kau tetaplah kau. Satu yang hapuskan air mataku ketika mereka menetes tanpa henti.

Eung,”

Malam itu – di tengah sinar bulan yang nampak keperakkan – mata hazelmu tak lagi tertutupi kelopak. Mereka menyambut pandangku dan aku merasakan kehangatan kembali menelusup memasuki hati ini.

“Kau sudah sadar, Lu,”

Ya, meski tanganmu masih dalam kondisi lemah – belum mampu untuk menghapuskan air mata ini. Tapi, aku tak keberatan. Tidak, sama sekali tidak. Karena, aku tahu hal yang satu ini,

“Permisi – “

Suaramu nampak bergetar – gelombang ketakutan mendadak menyelimuti iris cokelatmu.

“Siapa aku?”

“Kau – “

Napas ini tercekat. Aku tak mampu menyelesaikan kalimat itu karena, kau tahu – aku sama sekali tak siap untuk memulai semua yang telah kita lalui dari awal.

Meski di hari jadi kita yang ke tujuh ini, aku mestinya bersyukur dapat melihat manik itu kembali menyapu pandang irisku. Namun, bagaimana jika ia hanya mampu menatap tanpa menyelipkan satu rasa di dalam sana? Bagaimana dengan aku?

“Namamu Xi Luhan – “

” – dan kau,”

Aku menahan isak tangisku kala mengingat runtutan urutan kecelakaan yang kau alami beberapa menit sebelum perayaan hari jadi kita yang ke tujuh. Polisi memberi tahuku itu semua dan rasanya aku ingin meledak – aku bahkan belum memberitahumu jika aku sedang mengandung anak pertama kita.

“Dan kau mencintaiku, begitupun sebaliknya.”

***

Your name is Xi Luhan. Your code name is XL and it meant X-Love or it was your ex- memories. Yeah, a kind that you’ve done in your life.

Fin.