The-One

image

A m o v i e b y,

Futureasy

//

|| Main Cast : Huang Zitao and You || Genre : Romance, Hurt, Sad, Slight! ||
||Rating : T|| Duration : Ficlet || Song Recommendation : All mellow song, please||

\\

Dari seratus tujuh puluh milyar banyaknya gadis di dunia ini. Demi Tuhan! Mengapa harus dirinya, Zitao?


.
.
.

Sore tergantikan malam. Matahari sudah terlanjur bergelincir dan menerangi bulan. Hampir tidak ada orang di sana – di halaman universitas May. Gadis itu membiarkan tubuh ringkihnya kedinginan tanpa balutan cardigan yang hangat. Tangannya meraih sebuah beanie dan memakainya di kedua telinga. Dengan gusar, gadis itu menggerakan kakinya ke sana dan ke mari. Ia cemas. Jam di tangannya sudah menunjukan pukul tujuh. Namun, lelaki itu – Zitao – tak kunjung menjawab pesan singkatnya.

“Zitao, aku menunggumu,”

Ya, semua orang tahu gadis itu menunggu Zitao – menunggunya sampai tak bisa merasakan apapun. Tak terhitung seberapa banyak senyuman yang ia berikan, tetap saja tak setimpal dengan air mata yang mengalir di kedua lekuk pipinya. Gadis itu hanya butuh sedikit – kepastian – dalam kehidupannya. Meski jarum jam kerap kali berdenting, lelaki yang ditunggunya tak kunjung datang.

Beberapa kali bibirnya menyenandungkan bait – bait lagu, beberapa kali pula air mata itu kembali menuruni lekuk pipinya. Ia tak peduli lagi seberapa orang akan menilainya – seorang gadis menunggu sendirian sambil menangis. Ia tak peduli, hanya ingin Zitao segera datang dan menghapuskan air mata yang kembali tumpah dan mengotori pipinya.

“Tak tahukah kau bahwa aku menunggumu?” Bibir gadis itu bergetar – menahan isak yang semakin menjadi. Tapi, tetap tak ada ia yang diharapkan. Lelaki itu tak kembali, mungkin tak akan pernah kembali karena ia memang tak membutuhkan gadis itu – sedikitpun tidak.

Yi May tahu dengan jelas – ia paham – kalau Zitao memang tak pernah menyukainya sejak awal. Lelaki itu hanya kawan seuniversitasnya yang jago bela diri. Mereka hanya tergabung di dalam suatu club wushu dan sudah – tak ada lagi. Tetapi, bukankah ini tak lebih menyakitkan dari pada saat ia menyadari kalau lelaki ini telah mengambil sebagian hatinya? Berlebihan. Namun, itu faktanya.

                         .
.
.

“Kurasa latihan hari ini sudah cukup,”

Lelaki jakung itu merapikan peralatan wushunya. Kemudian – tanpa menoleh – berlari kecil meninggalkan May sendirian. Gadis itu tak peduli lagi. Toh sudah jelas ke mana perginya Zitao. Lelaki itu pasti akan berlari kecil menuju studio tari di sudut kanan kampus – kegiatannya sehari – hari.

Hai, kau belum pulang?”

Lamat – lamat May dapat mendengar lelaki itu berseru. Namun, seruan itu bukanlah untuk dirinya. Seruan itu hanyalah satu bagian dari pertemuan menyenangkan Zitao dengan gadis bernama Xu Fei – yang baru saja berlatih tari. Tapi, sepertinya apa yang Yi May pikirkan cukup salah mengingat Zitao justru kembali berlari ke arahnya.

“May, kau belum pulang?”

Gadis itu membeku. Desauan angin musim dingin mendadak saja membuatnya tak dapat berkutik. Zitao berbisik pelan, “eungh, bolehkah aku meminta air mineralmu?”

Hatinya mencelos. Jika itu air mineral, maka ambilah. May tak akan keberatan selama Zitao menginginkannya. Toh, itu hanya air mineral – tak ada yang istimewa dengan itu. Zitao tidak mengambil sebagian perasaannya. Hanya itu.Pengorbanan kecil, bukan begitu? Namun, tidak lagi biasa saja karena Zitao segera menyerahkan sebotol air mineral tadi kepada Xu Fei yang tengah mengusap peluh di dahinya.

Malam semakin larut dan gadis itu harus segera pulang sebelum ayahnya yang pemarah akan berulah lagi. Gadis itu – Yi May – juga paham bahwa rumahnya hanya berbeda satu unit dari rumah Zitao. Maka, gadis itu tak merasakan kejanggalan saat derap langkah Zitao tertangkap relung telinganya.

Ma beautiful Black Pearl,”

May tahu lelaki itu sedang bersenandung. Suaranya merdu dan lembut. Namun, seberapa inginnya ia untuk memiliki pemilik suara itu, tetap saja, gadis itu bukanlah dirinya. Ia hanya Yi May Leen, gadis yang rewel dan tak pandai memikat hati lawan jenisnya – layaknya Zitao.

“Zitao,”

“Tahukah kau, aku -” Napasnya tercekat. Gadis itu memegangi dadanya yang bergumuruh. Darah berdesir cepat seiring tangan Zitao yang melingkari pundaknya.

Keheningan memang selalu mengambil alih percakapan singkat di antara mereka. Namun, gadis itu kembali terkejut saat Zitao menimpali, “Maaf, tapi aku menyukainya.”

Tangisnya pecah. Air mata mendadak saja membasahi pipi gadis itu. Meski Zitao ada di sana, memeluknya dan timbulkan perasaan hangat melingkupi dirinya. Tetap saja, lelaki itu telah menorehkan segaris luka lagi. Bahkan, biarpun Zitao telah kembali menjadi sosok teman masa kecilnya yang ia rindukan, rasa sakit itu masih membekas jauh di lubuk hatinya.

                          .
.
.

Heart beating fast
Just like a thunder in the lonely night
My heart get burst
But, you just call me like nothing happened
This all are very tiring
Because, i’m not The-One that you want to
I am just a blowing air
Yeah, just blowing air which flew around you

Yi May paham bahwa membalikan perasaan tak semudah perkataannya. Mereka butuh strategi, batinnya. Hell, ia hanya menyesalkan kejadian ini terjadi pada dirinya – bukan di antara seratus juta wanita yang ada di dunia.

Waktu krusial datang dan merampas segala kenangan yang gadis itu miliki. Kini, ia hanya mampu berdiam diri. Memandang catatan lusuh di ambang pintu kamarnya.

Zitao, aku menyukaimu,”

Namun, sayang sekali. Kalimat itu tak pernah meluncur dengan baik. Selalu saja terhenti di tengah jalan dan Yi May tak diberi kesempatan untuk melanjutkannya lagi.

Sungguh, Zitao, dari sekian banyak wanita di dunia. Mengapa harus dirinya?

Fin.

A/N :

HAII! Ini another fic yang mencitrakan perasaan saat ini. Rasanya gak enak, sakit-sakit gimana gitu. Bikin males gerak, tapi aku malah berkehendak untuk membuat cerita ini menjadi fan fiction dengan tambalan di sana dan di sini😄

Segini aja sih fic curhatannya. Maafkan segala kekurangan dan ketidak-mudah-dipahaminya fic ini yaa!

Another wish, leave a review, please?

5 thoughts on “The-One

  1. Ugh….Kasian T.T Kenapa dari sekian banyak lelaki harus Tao yang kamu tunggu? Padahal Tao udah suka sama gadis lain, poor May :’
    Padahal May belum bilang ‘aku suka sama kamu’ eh udah ditolak duluan ==” kejam. Nyesek kak T.T /mewek/ apalagi pas bagian Tao minta air minum tapi malah dikasi buat gadis lain, fiuh~ engga bisa ngebayangin deh gimana nyeseknya si May. Dan aku suka cerita-cerita sad kaya gini *aneh* kekeke~ Keren kak ^^

    • Hai firaaa
      Ini emang aku lagi bisa balesnya sekarang yaaa :))
      Lagi di sekulahhh

      And then yah, itu layaknya yang ada di A/N sebenernya agak fic curhatan sih ㅋㅋㅋ

      Kenapa? Karena cuma Zitao yang mau dia tunggu. Satu – satunya yang dikehendaki T.T

      Poor but that was a fact!
      Gak nyedih sih ㅎㅎㅎㅎ Ya semoga aja siapapun yang bernasib sama dengan May diberi ketabahan yaaa

      Okay segini dulu ya balesan komentarnya

  2. Pingback: Those One | futureasy's ciel

  3. Jahat jahat, Zi Tao jahat yaTuhan kasian banget kan May nya -__-
    Oh ya salam kenal ya, chacha here~ 91 line. EXOstan tapi dikit-dikit suka BAP hehehe.

    • Hai Kak Chacha!
      Aku Dhila dari line 98 hahaha,🙂
      makasih kakak udah berkunjung, baca, dan ninggalin komen😉

      Huhuhuhuhu err, jadi May emang sengsara /liatdirisendiri/ ini sebenernya another fic curhatan aku sih, hehehe

      Oh oh sama! aku dasarnya elf, tapi sekarang udah jadi exostan utuh, suka bap sama bts juga. Err, bisa ngobrolin siapa aja anak kpop, syukur aku multifandom juga hahaha😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s