Going Through

GoingThrough

|| Title : Going Through  || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : Lee Jong Hyun – Im Yoon Ah || Genre : Romance, Life, Hurt/Comfort ||

|| Duration : Drabble   784 words || Rating : Teen ||

.

.

.

 

So i’m puttin my defences up

Cause i don’t wanna fall in love

If i ever did that

I think i have a heart attack

– Heart attack?

 

Sinar mentari datang dan menyinari tirai jendela kamar Jong Hyun hingga pemuda itu terbangun dari tidurnya. Kemudian, ia berguling singkat ke kanan dan ke kiri, sekedar memastikan bahwa kesadaran sudah menguasai jiwa dan pikirannya.

“Selamat pagi,” sapanya pada dunia. Pemuda itu menyesap kopi panas yang baru saja ia buat. Menduduki kursi tinggi dan menaruh sebagian lengannya di meja bar yang ia punyai.

Sesungguhnya, pemuda yang satu itu memiliki karakter yang menarik. Alisnya kerap kali bergerak seirama dengan rasa heran dalam dirinya. Bibirnya mengulas senyum manis ke pada setiap orang yang ia temui di jalan. Guratan ketampanan jelas – jelas tertera di wajahnya, namun, masih saja status lajang melekat erat pada dirinya.

Jong Hyun tersenyum tipis. Merapikan mantelnya sebelum menjejaki lantai luar apartemennya. Tangannya terulur untuk menjamah payung panjang yang sedari tadi bergantung di pergelangan tangannya.

Mencari kesesuaian, lelaki itu menemukan dirinya menjejaki jalan setapak dengan langkah santai. Tak ada satupun emosi yang berlebihan menyertai dirinya pagi itu.

Seakan melengkapi, rinai hujan membias di langit bumi. Jong Hyun bersedekap manja di tengah bayang payung yang telah ia buka. Melihat ke samping, pemuda itu menemukan wanita yang sudah lama ia tak temui.

“Jong Hyun?” gadis itu berbisik. Sementara Jong Hyun dapat melihatnya dari gerak bibir si gadis. Dengan langkah hati – hati, pemuda itu mendekat. Membiarkan si Gadis masuk ke dalam bayang payungnya.

“Kau tak apa?”

“Baik – baik saja. Tidak seburuk yang lalu,” Jong Hyun mendengus. Membiarkan irisnya terperangkap pupil indah si Gadis.

“Yoong, dengar aku,”

“Apa lagi yang harus kudengar, Jong Hyun?”

Jong Hyun tercekat. Ia menahan napasnya sebelum membiarkan air matanya jatuh. Matanya berkilat kecewa setelah menyadari gadis itu sudah tak di sana. Dan memang nyatanya, Yoon Ah tak pernah hadir di waktu itu.

“Yoong,” menahan isaknya. Jong Hyun kembali melanjutkan perjalanan. Membuang egonya, pemuda itu membiarkan kilasan memorinya terhapus deru angin di jalan.

“Aku merindukanmu,” suara itu kembali mengisi gendang telinganya. Berdengung indah dengan lintas kecantikan di wajahnya. Jong Hyun membuang muka, tak mau hatinya berlabuh lagi pada bayang wanita di hadapannya.

Pemuda itu membiarkan tangan yang satunya untuk merogoh saku mantelnya. Mencari sebuah liontin perak yang menjadi penguatnya selama ini.

“Yoong,”

“Aku juga merindu.” tuturnya halus. Jong Hyun membuka liontin itu dan menemukan foto dirinya tengah memeluk Yoon Ah di sana.

Senyum tipis kembali menghiasi wajahnya. Jong Hyun membiarkan sedikitnya dua bulir air mata menuruni lekuk wajahnya. Lalu tanpa sadar ia menemukan gadis itu lagi di hadapannya.

“Jong Hyun – a! Sakit sekali,” gadis itu berbisik lirih. Kedua tangannya nampak mengepal dan Jong Hyun tahu bahwa emosi gadis itu tengah meluap.

Sementara Jong Hyun masih menjadi pengamat, Yoon Ah tiba – tiba saja berkelebat cepat hingga muncul tepat di depannya. Berteriak frustasi, gadis itu mengerang, “Aku sakit! Jong Hyun!”

Memejamkan matanya, lelaki itu berhasil pergi dari duka yang menyelimuti dirinya. Langkah Jong Hyun masih tertata rapi. Kedua tungkai kakinya menyapu jalanan Ibukota bersamaan dengan jatuhnya rintik hujan.

Hingga tiba saatnya, Jong Hyun melihat kenyataan yang tak dapat ia tampik lagi. Kerongkongannya terasa kering kala matanya menangkap gerbang pemakaman umum di hadapannya.

Duka pesakitan yang dialami Yoon Ah menular terhadapnya. Jong Hyun memegangi dadanya yang sakit akan cinta dan kerinduan. Lelaki itu bergegas menuju Yoon Ah.

Matanya meniti nama – nama di batu nisan dengan seksama. Namun, agaknya usahanya itu tak patut diacungi jempol. Bahkan, dengan melangkah saja, Jong Hyun sudah hafal benar di mana letak makam sang gadis.

“Yoong,” suara seraknya menyapu keheningan yang ada. Bersamaan dengan deru angin, Jong Hyun menambahkan, “Aku juga merindu.”

Lalu ia kembali memejamkan matanya. Membiarkan air mata jatuh menuruni lekuk pipi dan membasahi wajahnya. Jong Hyun tak mau terlihat lemah, maka ia buru – buru menambahkan, “Aku baik – baik saja di sini, sungguh,”

Sementara, Jong Hyun kembali memalingkan wajahnya. Menyembunyikan air mata yang menetes.

Lelaki itu merapalkan nama gadisnya yang tak kunjung kembali. Tentu saja, ia bahkan telah tiada. Jong Hyun hanya belum dapat menerima keadaan ini.

“Aku masih mencintaimu, Im Yoon Ah.” tuturnya jujur. Bersamaan dengan itu, ia merasakan air mata Yoon Ah tumpah di pipinya. Mendengar kalimat terakhir gadis itu yang membuat hatinya berkecamuk.

“Aku juga akan selalu mencintaimu, Jong Hyun,”

It’s just not fair when a sudden heart attack play my heart like a candle, really, but I still love you like an air and all those shit fairy tale.

Fin.

One thought on “Going Through

  1. Pingback: Through Out | futureasy's ciel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s