Hope Torture

|| Title : Hope Torture  || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : Cha Hakyeon and a girl  || Minor Cast : Lee Hong Bin [VIXX] || Genre : Daily-Life, Romance, Slight, Lil bit Comedy – may be. ||

|| Duration : Flash Fic || Rating : Teen ||

 

 // A script by \\

@futureasy

 

Go mention and follow for subscribe more about this fiction or another fic!

.

.

.

And in that case, my last hope was gone away

.

Sabtu pagi tak pernah menjadi selengang ini di kafe tempatnya bekerja. Hakyeon menatap jenuh mesin pembuat kopi di hadapannya, sementara rintik hujan nampak menjatuhkan bulir-bulirnya ke tanah lapang di pekarangan kafe klasik itu.

Hong Bin –rekan kerjanya sudah lebih dahulu mengambil cuti sehari sebelum perayaan ulang tahun kafe akan dirayakan, alasannya begitu mudah yakni mengajak gadisnya berkencan. Tapi, dengan bodohnya Hakyeon tetap berada di sana.

Menunggu pelanggan datang sampai badannya pegal-pegal. Lalu, matanya masih terpaku pada mesin pembuat kopi sampai tangannya tak sengaja terjepit dengan perekat plastik untuk gelas minuman dingin.

Ouch,”

Hakyeon mati-matian menahan sakit tepat saat seorang gadis dengan rambut diikat kuda memakai busana kasual khas seorang mahasiswa bertandang masuk ke dalam kafe. Timbulkan bunyi ring ring yang nyaring di telinga dari bel di atas pintu.

Hakyeon mengabaikan sakitnya, pria itu membungkuk hormat seraya menunggu pesanan gadis itu. “Selamat sore, Nona. Anda ingin memesan yang mana?”

Gadis itu balas membungkuk, mengetukkan jemarinya dengan counter pemisah mereka dan mulai memilih daftar menu di atas kepalanya. “Latte? Ah ya, aku pesan latte.”

Hakyeon baru saja akan berbalik untuk mengambil sebuah gelas sebelum gadis itu mengetuk lebih keras – meminta perhatiannya. “eum, bisakah tolong diperbanyak creamnya? Aku suka sekali,”

Ia tersenyum. Dia punya lesung pipi yang manis dan sekejap Hakyeon melupakan bagaimana caranya bernapas dengan benar –atau bagaimana caranya meracik latte dengan benar. Karena, demi Tuhan, gadis ini manis sekali.

Ha! Kau menyesal tidak datang sekarang, Hong Bin! Umpatnya dalam hati. Terang-terangan menyukai fakta bahwa gadis ini datang tepat pada saat mata genit Hong Bin tidak berada di sini, mengganggu mereka berdua.

Karena, sistem pemesanan kafe itu memposisikan customer untuk menunggu hingga pesanannya datang di counter, dan Hakyeon menarik senyum simpul akibat sistem semacam itu gadis ini dapat bertahan lebih lama berdiri di sana. Dapat ia dengar bagaimana gadis itu menyenandungkan lagu yang pernah Hakyeon dengar sebelumnya. Katy Perry – The One that Got Away. Oh, gadis ini sedang dirundung hal kurang menyenangkan rupanya. Mungkin ia tengah bernostalgia akan pemuda di masa lalunya –atau justru hanya sekedar bernyanyi.

TING

“Pesananmu sudah siap, Nona. Semuanya 2000 won,”

Oh, ya, terimakasih banyak.”

Gadis itu tidak banyak bicara. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya yang berwarna cokelat tua. Kemudian, mengambil langkah mundur dan memilih salah satu kursi kafe itu, satu yang posisinya berada di tengah ruangan.

Ini aneh, jelas sekali kursi yang berada di sudut kafe selalu menjadi tempat favorit. Tapi, gadis ini berbeda, jelas sekali justru memilih satu yang berada tepat di pertengahan ruangan. Hakyeon tertarik. Sesungguhnya ini mengingatkannya pada gadisnya semasa sekolah menengah atas dulu, begitu berbeda. Begitu manis dan anggun.

“Di luar hujan, apa kau sudah menyiapkan payung?” Hakyeon bertanya, ia sendiri jelas sekali tidak mengerti mengapa pertanyaan itu meluncur dari bibirnya.

“Apa?”

Eum, nope. Never mind,”

“A-aku tidak membawanya, apa kau ingin pergi ke luar? Mungkin kaubosan berada di sini sepanjang hari?” gadis itu merenggut malu akibat pernyataannya sendiri. Ia merutuki dirinya sendiri sembari menyeruput latte di depannya sampai bekas krim itu menempel di atas bibirnya.

Hakyeon mengusap tengkuknya, awkward. “M-maaf aku sudah lancang sekali. Maaf, Nona. A-aku – “

“Tidak apa-apa.”

Hakyeon membiarkan jarum jam tetap berdenting sampai latte gadis itu sudah habis. Ia terpaku menatap counter sementara gadis itu nampak memerhatikannya dari tengah ruangan. Enggan melepaskan tatap matanya pada lelaki itu. Pemuda yang menarik dengan warna kulit yang sedikit tan. Tapi, maniknya tetap tak lepas dari interior kafe, menelusuri setiap sisinya.

Hujan di luar kafe nampaknya mulai menderas. Membuat gadis itu kesulitan untuk menerjangnya hanya dengan tubuh mungilnya. Ini tidak mungkin.

Waktu tahu-tahu saja sudah menunjuk pukul lima dan Hakyeon harus bergegas menutup kafe sebelum malam menjemput. Ia melirik sekilas pada halaman depan. Hujan masih menyapu permukaan tanah, menubruk udara dengan angkuhnya.

 

“Nona, apa kau keberatan untuk pulang bersamaku?”

“Ya?”

Eum, apakah kau keberatan untuk pulang bersamaku? Aku punya payung yang cukup besar seandainya kau – “

“Tentu. Terimakasih, Tuan – “ gadis itu menggantungkan kata-katanya sampai Hakyeon menambahkan, “Hakyeon. Cha Hakyeon.”

“Oh, ya, Hakyeon-ssi. Terimakasih atas tumpangan payungnya,”

Hakyeon menunduk malu. Pemuda itu mengeluarkan payung dari balik counter khusus pelayan. Cukup besar untuk melingkupi mereka berdua. Namun, belum sempat Hakyeon meniti tapaknya, suara pintu kafe mendadak saja berbunyi. Hong Bin datang dengan napas terengah sampai langkahnya berhenti di depan gadis itu.

“Nara-yah,”

“Maafkan aku.”

Hakyeon tidak tahu apa yang terjadi sampai Hong Bin tiba-tiba datang dengan keadaan basah kuyup. Lalu begitu ia selesai memanggil nama gadis itu, ia mendadak saja mendekapnya. Merengkuh gadis itu tepat di hadapan Hakyeon yang masih terheran-heran.

And in that case, my last hope was gone away

Ya, terlanjur berakhir karena gadis itu balas mendekap Hong Bin. Membuat pakaian keduanya menjadi basah dan ugh Hakyeon benci mengakui kalau rasanya pedih melihat gadis yang baru kaucinta jatuh di pelukan pemuda lain – terlebih itu sahabatmu sendiri.

Shit man! Hong Bin bahkan belum pernah mengatakan kalau ia memiliki seorang gadis seperti gadis ini. Terlampau manis, sempurna, cantik, dan ah, penuh sopan santun. Namun, apa daya Hakyeon saat Hong Bin berkata, “Hakyeon-a! Perkenalkan, ini Nara, gadisku yang hari ini hendaknya kuajak berkencan.”

Ya, benar-benar sudah berakhir sepertinya.

 

Fin.

                                                                          

A/N:

Hahahahahaha, first fic with Hakyeon and this was so –

Asdfghjkl, Maafin aku, Hakyeon. Kamu abisan begitu memelas di Only U, aku jadi gak tega. Aku malah jadi rajatega sekarang. PFFT!                                               

At least, i need your comment. Please, just some of it and woosh, you can go home!

9 thoughts on “Hope Torture

    • Hai lagi Anis! ini komen kedua mu hari ini dan aku seneng bisa bacanya😄 makasih yaaaa

      Iya😦 salah siapa sih takdir orang beda-beda. Hakyeon… yang sabar yaa. Dan juga ini semacam “Cha brothers’s special fiction” lah dari aku. Temanya Hope Torture sama Last Hope itu sama, sama-sama memperebutkan gadiiis. hihihi. Bedanya di Last Hope itu Baro yang dapet.

      Okay makasih udah dikomen dan, see yaaa🙂

  1. gimana mau bilangnya ya? uh, kasian hakyeon u,u sini sama aku aja /?
    ceritanya sama sekali gak ketebak, jauuuh diluar dugaanku kalo ternyata cewek itu pacarnya hongbin. hfft~ keren kok thor. Keep writing yapss🙂

    • Huuh kasian lah si Hakyeon ini :(( wahaha makasih untuk gak ketebaknya, dan emang takdir Hakyeon itu jadi perjaka tua ajalah.. manatahan dia ngalahin visual.. /jahat/ percayalah aku hakyeon-stan.

      salam kenal, dhila dari garis 98. Jangan panggil thor dong hehe, kurang bersahabat.🙂

  2. omo omo dhil ini kenapa hakyeon………… duh mau bilang kasian sedih nyesek tapi kenapa aku juga pengen ketawa ya /.\ ngejleb banget gitu kan tadinya sok bilang hongbin ga bisa liat cewek itu eh taunya itu pacarnya. Waduh hakyeon-ssi lain kali jangan terlalu PD kan akhirnya sakit sendiri *pukpuk njumma > <

    tapi ini emang bener ga ketebak endingnya dhil. ga nyangka bener2 deh. kereeenn ^^)bb

    • OMAYGAT KAKYENI
      I’M SO TIDAK MENYANGKA YOU WOULD COME! Hakyeon emang di sini agak galauin tapi minta diketawain choromkak jadi yeah………………..
      SAKIT BANGET.
      Hehehe iyakaah? wah kalo dipikir-pikir aku juga udah lama gabaca fic ini kayaknya aku bakal baca lgi dehhhh

      btw makasihbanyak atas kunjungannya kaaak. im so happy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s