Stay

Stay.

|| Title : Stay  || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : Jang Dong Woo – Yoon Bomi || Minor Cast : Jung Eun Ji ; Lee Howon ||  Genre : Hurt / Comfort ||

|| Duration : Ficlet || Rating : Teen ||

 // A script by \\

@futureasy

 

Go mention and follow for subscribe more about this fiction or another fic!

.

.

.

 

Kau tidak perlu bersembunyi, apalagi berlari. Hanya, tetap berada di sini. Itu cukup.

“Jang Dong Woo, keluar!”

Dong Woo mencebik kesal. Pria lajang di pertengahan umur duapuluh itu memutuskan untuk mengusap matanya dan bangun dari tidurnya.

Suara cempreng itu memekakkan telinganya. Ia sampai takut penghuni apartemen lainnya akan terganggu.

Lelaki itu mengintip dari satu celah bulat dari kaca yang menghubungkan pintu dengan luar ruangan.

“Ada apa?”

Dia melipat tangan di dada dan menambahkan, “Kalau kau menyuruhku untuk ke luar, lebih baik kau pergi saja.”

Gadis di luar sana mencecar. Berkata betapa baiknya cuaca di luar dan Dong Woo harus merasakannya – Oh ya? Apa Dong Woo benar – benar harus ke luar? Tidak.

“Kalau begitu beri aku alasan, Jang Dong Woo. Kau menyebalkan sekali,”

“Apa?”

“Berhenti membalikkan omongan. Ayo, buka pintumu. Kau tidak tahu ya di luar sini dingin sekali?”

“Tadi kau berkata di luar hangat, Nona.”

“Hey, dasar aneh.” Bomi mencibir.

Dong Woo menyerah. Membiarkan gadis itu masuk ke dalam apartemennya – surga dan dunianya.

Lama tak bersua membuat Dong Woo terlihat asing. Tapi, ia masih jauh lebih baik ketimbang apa yang selama ini Bomi pikirkan. Setidaknya, sahabatnya tidak terlihat selayaknya zombie yang kelaparan ataupun paus terdampar. Dong Woo baik – baik saja.

“Kau memotong rambutmu?”

Dong Woo menelisik gadis itu, lalu hendak bertanya lagi sebelum gadis itu menambahkan, “Baiklah. Iya, aku memotong mereka. Ada masalah dengan itu?”

Dong Woo menggeleng. Dia tidak mengerti apakah ini hanya sebuncah rasa hangat yang mengalir karena rasa rindu akan sahabat, atau rasa bersemi saat melihat Bomi sebagai wanita.

“Kau cantik,” pujinya.

“Terlepas dari sikap cerewetmu yang menganggu. Hahaha.”

Pria itu tertawa. Baru saja akan berkomentar lebih – namun batal – lantaran mendapati Bomi sedang menelisik isi laptopnya – rahasianya.

Hey hey hey, tidak boleh mengganggu privasi, Nona Yoon,”

“Apa? Tidak ada privasi kecuali kau bisa jelaskan kenapa ada banyak sekali foto kita di sini.”

Dong Woo menggaruk tengkuknya. Senyum tipis terkembang meski ia mati – matian menyembunyikannya.

“Bukan begitu. Aku hanya – “

“Ingin merasakan dunia luar ketika melihat foto – foto itu. Apa aku salah dengan itu?”

Dong Woo menelan pahitnya. Pria itu duduk bersimpuh di bagian sudut ruangan. Membiarkan jemarinya bergerak gelisah seraya Bomi ikut menyamakan posisi dengannya.

Ia mulai menangis sesenggukan, “Kau tahu kan kalau ini berat? Tidak seperti yang aku rancang pada awalnya. Aku tidak bisa -“

“Kau bisa. Tentu, kau bisa, Jang Dong Woo.” Bomi merasakan sedihnya. Ia menepuk – nepuk pundak Dong Woo beberapa kali.

Dong Woo histeris. Tubuhnya berguncang hebat dan Bomi tahu terapi jiwa kali ini cukup dipenuhi dengan emosi.

Dong Woo menaikkan lengan kemejanya, membiarkan Bomi melihat bekas luka yang membekas di sana.

“Lihat. Aku, aku, aku sampai seperti ini. Katakan padaku sesuatu, Bomi. Katakan.” Pria itu melemah. Kemudian ia mendapati rengkuhan hangat mengisi tubuhnya kala Bomi mengaitkan lengannya – memeluk Dong Woo.

“Dong Woo, dengar,”

“Aku tidak menyalahkanmu atas tragedi itu. Kau tahu, maksudku, Eunji meninggal bukan karena dirimu.”

Dong Woo menahan isaknya. Membiarkan matanya yang memerah menatap manik Bomi lebih lama, sampai ketenangan merenggut segala duka.

Dong Woo ingat semuanya. Saat di mana dirinya dan Eunji merayakan hari jadi mereka bersama – sama, kemudian berakhir dengan penculikkan diri keduanya.

Dong Woo ingat betapa beringasnya para penjahat itu menghabisi Eunji tepat di depan matanya. Tentang bagaimana gadis itu disiksa, menjadikannya wanita yang menyedihkan. Dong Woo pun tak mendapat yang lebih baik.

Ia menyayat lengannya sendiri karena tak ingin gadis itu disakiti lebih dalam. Dong Woo tahu harusnya ia dan Eunji tak pernah melanjutkan hubungan mereka. Karena, Ho Won – mantan kekasih Eunji – sangat membenci mereka. Menginginkan gadis itu mati dengan tubuh yang lebih dahulu dibunuh.

“Dong Woo,”

Dong Woo ingat suara wanita itu. Meraung sakit di hadapannya dan ia tak berdaya guna. Seperti dirinya diciptakan bukan untuk melindungi gadis itu.

Bomi memeluk lelaki itu. Membiarkan mata Dong Woo terpejam lebih lama dan membawanya ke duka pesakitan itu. Mengijinkan luka kembali menubruk Dong Woo agar ia dapat mengobati luka itu.

“Katakan pada mereka untuk menghentikan perbuatannya, Dong Woo. Bayangkan Eunji baik – baik saja,”

Dong Woo meraung. Berkata heroik dan pada akhirnya lelaki itu terlelap. Merasa lebih baik untuk segalanya.

Bomi tahu, usahanya tak sia – sia. Gadis itu membenahi posisi tidur Dong Woo. Menghapus air mata sahabatnya dan membereskan beberapa barang yang kurang rapi di ruangan kecil itu.

Terkadang cinta datang bukan untuk disesali.

Bomi tertawa membaca catatan di dinding, beralih ke catatan lainnya.

Aku mencintai Eun Ji, tapi gadis cerewet ini justru repot – repot membuka hatiku dan membiarkan diri ini jatuh hati pada segala yang ada pada dirinya. Yoon Bomi.

Bomi melirik Dong Woo. Bibirnya menggumam bodoh dan Dong Woo bodoh selama beberapa kali sebelum dirinya memutuskan untuk pulang.

Bomi menghampiri lelaki itu. Memberikannya selimut tebal, kemudian membisik, “Kau tidak perlu bersembunyi, apalagi berlari. Hanya, tetap berada di sini. Itu cukup, Dong Woo – yah.

Gadis itu terseyum kemudian meninggalkan satu kecupan di puncak kepala Dong Woo dan pergi meninggalkan ruangan itu.

“Sampai jumpa, Dong Woo.”

Fin.

A/N :

Okay, aku tahu inilah fic dengan genre Hurt / Comfort yang sebenarnya. Jadi maaf untuk genre yang kurang tepat pada fic sebelumnya.

At least, i need your comment. Please, just some of it and woosh, you can go home!

Thanks for reading.

2 thoughts on “Stay

  1. Pingback: Afraid | futureasy's ciel

  2. Pingback: Reasons to Stay | futureasy's ciel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s