Love is the Moment

Love is The Moment

|| Title : Love is The Moment   || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : Kim Myung Soo – Jung Soo Jung || Minor Cast : Son Na Eun ; Lee Sung Gyeol || Genre : Romance, School life, Slight, Sad ||

|| Duration : Flash Fic || Rating : Teen ||

|| A Very Recommended Song : Moment by Lee Chang Min ||

 // A script by \\

@futureasy

 

Go mention and follow for subscribe more about this fiction or another fic!

.

.

.

Love is the moment. But, there is no moment to share with you.

.

“Kaudatang terlambat lagi?”

Samar – samar Soo Jung mendengar suara Myung Soo mengalun. Suaranya jernih dan Soo Jung mau-tak-mau mengangkat kepalanya, menengok kepada siapa pemuda itu bersuara.

Namun, lagi – lagi gadis itu harus menguap. Menjadikannya bentuk kamuflase agar Myung Soo dan juga Na Eun – yang tengah bertegur sapa – tidak dapat melihat air mata yang berkumpul di pelupuknya.

“Soo Jung, kaumelihat siapa?”

Soo Jung menoleh. Menemukan Na Eun yang rupanya sudah duduk di kursi pada sebelah kirinya. Mereka bersahabat – tentu saja – dan duduk bersebelahan di manapun itu.

“Tidak, Na Eun-a. Aku tidak melihat ke manapun.”

“Kaubohong, Soo Jung. Akutahu itu,”

Soo Jung menoleh. Menggerakan maniknya menelusuri manik Na Eun. Ia merasa tidak butuh mengungkapkannya sekarang – toh, Na Eun sudah mengetahui semuanya – perasaannya terhadap Myung Soo.

“Apa aku terlihat lemah?”

Na Eun menggeleng, “Kau terlihat penuh harap, Soo Jung.”

Soo Jung mendesah. Biarkan hari – hari yang berlalu seperti ini. Ia hanya berusaha memantapkan perasaannya agar mereka tidak goyah sedikitpun. Biarpun itu hanya sebutir, Soo Jung tak mau rasa itu menguap dan pergi.

Kim-Myung-Soo

Soo Jung tersenyum membacanya. Ia senang bagaimana tangannya dapat menulis nama lelaki itu. Meski mereka berada di kelas yang sama ; kerap kali berada dalam satu kelompok untuk mengerjakan tugas sekolah, Soo Jung tahu posisinya tak lebih dari kawan satu kelas yang agaknya tidak pantas disandingkan dengan Myung Soo.

“Myung Soo itu kan menyukai Na Eun. Apa kalian sudah tahu?”

Soo Jung yang tengah sibuk mengerjakan beberapa tugasnya lantas menoleh. Menemukan Myung Soo sedang menutup mulut teman mereka yang lain – Sung Gyeol – dengan tatap malu – malu.

Perasaannya berkecamuk. Hatinya sakit. tak ayal air matanya mengalir. Soo Jung terburu – buru menghapus mereka. Enggan memperlihatkannya pada orang lain.

Aku-tidak-lemah. Soo Jung membatin kuat – kuat. Jemarinya mencengkram bagian rok sekolah mereka. Jadikan rok itu sedikit berantakan – sama seperti perasaannya saat ini.

“Kaubaik-baik saja, Soo?”

Soo Jung menoleh, menemukan Myung Soo duduk bersebelahan dengannya. Gadis itu menatap Myung Soo datar, enggan menyertakan perasaan dalam maniknya.

“Ada apa?”

Ya, ada perlu apa sampai datang ke sini? Kau mencari Na Eun? Soo Jung membatin lagi.

“Akuingin meminjam tugasmu,”

Myung Soo tersenyum menjawabnya. Meski Soo Jung dapat melihat iris pemuda itu bergerak gusar seraya maniknya berhenti bergerak tat kala menemukan Na Eun yang sedang bersenda gurau dengan teman mereka yang lain.

“Pinjam saja, Myung. Akusudah selesai.” Soo Jung berkata.

Kemudian, gadis itu membalikkan tubuhnya menghadap dinding. Jemarinya merayapi dinding perlahan – lahan. Merasakan dinginnya beton bercat hijau itu sampai buku – buku jarinya memucat.

Myung Soo hanya membutuhkanmu, Soo Jung. Yang sebenarnya ia cari hanyalah Na Eun, Son Na Eun yang cantik.

Air mata menetes seraya Soo Jung memejamkan kedua matanya. Jemarinya bertautan satu sama lain dan menciptakan hangat yang menjalari tubuhnya – tak sampai ke hati karena perasaannya masih membeku.

In your eyes, In your mind, love is being drawn.

Soo Jung membuka matanya. Sore yang cerah saat mereka pulang dari sekolah. Hujan rintik nampak menuruni bumi. Menyejajarkan diri dengan kawanan murid yang tengah berteduh, Soo Jung justru merasa fungsi hatinya makin menurun.

“Kaubelum pulang, Soo Jung – a?”

Soo Jung menatap Myung Soo tepat di mata. Membiarkan pemuda itu sibuk menjauhi manik Soo Jung dan menggoreskan seberkas luka sayatan lagi di dalam sana.

“Akuhanya ikut berteduh. Tidak mungkin menembus hujan, payungku rusak,”

“Oh begitu.”

Hening. Satu menit. Tiga menit. Lima belas menit dan jajaran murid itu kian menipis. Menyisakan Myung Soo dan Soo Jung yang berdiri tak berjauhan.

Soo Jung menyeruput latte hangatnya dalam asap yang mengepul kecil. Sertakan manik Myung Soo yang menatapnya dari jauh.

Moment,”

“Apa?”

“Akudengar lagu itu bagus. Apa kau sudah mendownloadnya?”

Soo Jung menoleh kepada Myung Soo. Kontan menaruh segelas lattenya sebelum menjawab, “Sudah. Tentu saja sudah, Myung. Memangnya kenapa?”

Myung Soo menggeleng. Pemuda itu tersenyum.

“Akuyakin kau tak pernah bosan mendengarnya, Soo Jung,”

“A-apa?”

“Kau-tidak-pernah-bosan-mendengarnya. Lagu itu menyalurkan rasa, meski melodinya melantun lamban dan membuatku menitikkan air mata pada awal mendengarnya,”

Soo Jung menatap tak percaya, “Apa? Untuk apa menangis?”

“Momentum. Itu membuatku menyadari sesuatu,”

Jika itu tentang Na Eun, please jangan kaulanjutkan, Myung.

“Ada liriknya yang berbunyi love is the moment. Di situ puncaknya.” Myung Soo menatap rintikkan hujan yang menghempas pijakan di depan mereka dengan mata menerawang.

Lalu membiarkan Soo Jung berpikir sejenak, “Akujuga. Menangis karena lagu seperti itu. Aku berpikir aku lemah, Myung Soo,”

Kini, manik Myung Soo kembali pada gadis itu. Namun, segera berkilah tat kala manik Soo Jung balas menatapnya.

“Dan kini aku mengerti, mengapa pemuda yang kusuka tak dapat membalas segala rasa ini,”

 Soo Jung mendesah pelan. Lalu menambahkan, “Kami tak punya momen. Dia dan aku terlalu jauh dan berbeda.”

Love is the moment. But, there is no moment to share with you.

Ya, karena bagaimana cinta itu dapat tumbuh, jikalau tak ada momentum yang menghantarkan rasa itu bergerak dan mengalir lebih lanjut ke sebuah pembuktian.

Malam itu, bintang kembali bertaburan di langit sana. Myung Soo dan Soo Jung sama – sama menatap mereka dari jendela kamar masing – masing.

Close your eyes, close your ears, i feel the love

Myung Soo menutup kedua matanya. Membiarkan angin malam mengambil jalannya dan meniupkan partikelnya ke wajahnya. Membuatnya tersenyum dengan jantung yang berdegub tak beraturan.

Sementara, Soo Jung menutup kedua telinganya dengan telapak tangan. Gadis itu meluncurkan beberapa isakan sampai ia tak sudi untuk mendengarnya lagi. Dengan senyum getir, Soo Jung merasakan rasanya mulai berulah lagi.

Cinta datang. Namun,mereka mengalir di jalur yang berbeda. Seberapa besar Soo Jung merindu cinta datang padanya. Mereka tak akan, mereka tak akan kembali pada saat ini – pada momen di mana ia masih menggantungkan rasanya pada Myung Soo.

Ya, karena tak ada momen yang hendaknya mereka isi di setiap detiknya.

Fin.

At least, i need your comment. Please, just some of it and woosh, you can go home!

2 thoughts on “Love is the Moment

  1. Entah kenapa baca ini feel-nya lebih dapet, gegara rumor L pacaran itu kali ya😄
    Tapi kenapa kamu ga pake doyeon aja Dhill? Sekalian bikin sad yg se-sad sad-nya LOL😀
    Awalnya aku kira si Myung juga suka sama Soojung, cuma diem-diem gitu, eh ternyata dia suka sama Naeun .___.
    Terus juga Naeun kan sahabat Soojung, harusnya dia ngerti kan, terus njodoh2in Soojung sama Myung😄 cuma ya gimana, hidup beda sama cerita kkk~
    Aku kira bakal ada jarang ff MyungStal lagi lho, abis kejadian L-Doyeon itu. Ternyata kamu masih posting ff ini :3 L-Doyeon ga bawa impact buat kamu waktu nulis ff MyungStal, Dhill?O_o

    • HAI KAKAK KAKAKAK KAKAKAKAKAK
      Aku gapaham ya gapaham lagi deh ini besok uts pelajaran inti tapi malah seneng-seneng di sini hahahaha😄

      weh, lebih dapet kah? tobehonest fic fic yang di-post di sini sampe akhir desember itu tuh udah kujadwal dari bulan oktober akhir sampe november awal, kak. jadi yah, kebetulan banget kan sama terkuaknya relationship between them two gitu , and turut sedih deh untuk ellement yang sedih, tapi sih aku enjoy aja, biarlah Myungsoo bertemu cintanya, mereka juga manusia /meski doyeonnya ituloh ya/

      eterus terus yagabisa gitu dong kakaknyaaa😄 dunia kan gaseenak itu, terus to be honest again, it was my real story sih ya, hahahaha maafin aku kakak maafin aku jadinya mungkin kenanya gegara double reasons, L-doyeon dan yang nulis emang lagi kena that problem.😥

      Aku cinta Myung-Stal sih, bisa apa dong yaaa…. ayo kakak semangat semangat semangat terus cintai MYUNGSOOOO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s