Pointless

POINTLESS

 

|| Title :  Pointless || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : Kim Jong In and a girl || Genre : Fluff, Romance ||

|| Duration : Flash Fic || Rating : Teen  ||

 // A script by \\

@futureasy

 

Go mention and follow for subscribe more about this fiction or another fic!

.

.

.

 

Kim Jong In tak dapat bernyanyi secakap Kyung Soo, semua orang tahu itu.

 

“Do, Re, Mi -“

“Bukan. Bukan seperti itu, Jong In.”

Jong In mendengus. Matanya menelisik gadis di hadapannya. Hari ini hari Minggu di pagi hari dan ia benci ketika mendapati dirinya harus bergegas meninggalkan ranjang dan bantalnya hanya untuk berlatih vokal – meskipun bersama gadis itu.

Pointless.

Ya, ya, mungkin gadis itu tidak jadi yang utama. Beberapa orang di manajemen mereka juga menganggap gadis itu tak berguna – Kyung Soo juga berpikir demikian. Tapi, bagi Jong In ialah yang terpenting. Itu guru vokalnya, itu gadisnya.

“Lalu apa yang dapat kulakukan, Nona?”

“Berlatih.”

God. Jong In merasakan pening berkepanjangan menubruk kepalanya. Semestinya, gadis itu sadar akan seberapa banyaknya kata aku tidak bisa atau jangan paksa aku milik Jong In yang meraung tak ingin diajari bernyanyi.

“Ayolah! Aku akan membelikanmu chocolate spin, oke?”

“Ya.”

Dan Jong In kembali berlatih. Mengaum a-i-u-e-o seolah ia baru bisa berkata – kata. Bergumam betapa ia tidak mencintai nyanyian – meski ia amat sangat mencintai guru menyanyinya. Katakan bahwa dia cheesy , karena dia memanglah seperti itu.

“Ayo, berlatih lagi, Jong In,”

“Menari.”

“Apa?”

Gadisnya menaikkan sebelah alis. Maniknya bergerak seolah sangsi akan perkataan Jong In beberapa detik yang lalu.

“Menari. Aku ingin kau berlatih menari,”

“Apa- kenapa?”

“Menari,”

Jong In tak menjawab pertanyaan gadisnya. Melainkan mengambil langkah ke depan dan membawa gadis itu ke dalam rengkuhannya. Menyentuh sebelah tangannya seakan mereka berdansa di hall room dengan sepasang mata memandang.

“Jong In,”

“Ya?”

“Aku tidak -“

Sst. Menarilah,”

Maka, Jong In membawa gadis itu berputar lagi. Menggerakkan tubuh mereka dalam tempo lamban yang memabukkan dan ia tersenyum.

“Aku mungkin tak sepandai Kyung Soo hyung dalam bernyanyi –

Tapi, menari, satu kemampuanku. Satu yang hantarkan kau-“

Jong In memutus kata – katanya. Mendekap gadis itu erat, lalu berkata, ” – dalam rengkuhanku.”

Jeda sejenak membawa degupan jantung berdentum di atas batas normal. Keduanya masih mempertahankan posisi dansanya.

Membiarkan tubuh mereka bergerak lamban dan si gadis merasakan semburat kemerahan bersarang di kedua pipinya yang pucat kala Jong In menambahkan, “Aku mencintaimu di setiap putarannya. Aku jatuh cinta padamu di setiap tempo nyanyian dan tarian yang kau dan aku bawakan.”

Lalu, Jong In membawa gadis itu dalam dekapan hangat selama beberapa detik. Tangannya bergerak melepaskan rengkuhan dan menatap intensif gadis di hadapannya.

“Aku berpikir mungkin ini kurang istimewa, tapi – “

Pemuda itu memutar tubuhnya sendirian. Menggerakkan mereka dalam tempo cepat yang memesona dan derap balet yang indah.

“Ayo, jadi istriku!”

“A-apa?”

Jong In menarikan gerakan terakhirnya sebelum menarik lengan gadis itu lembut. Memutarnya di udara seperti sepasang manekin kecil di kotak musik milik adik perempuannya. Lalu, gadis itu merasakan benda kecil yang dingin menyentuh jemarinya.

Jong In menyematkan cincin itu. Dalam kejut, kembali membawa gadisnya dalam derap dansa penuh cinta yang memabukkan.

Lets go married!”

“A-apa?”

“Salah. Harusnya kau berkata I do, Kim Jong In. I do,”

Ya, karena Jong In tak dapat bernyanyi secakap yang Kyung Soo lakukan. Jadi, ia putuskan untuk menarikan sesuatu demi membuat gadisnya berkata I do, Kim Jong In. I do. Dan mereka, menikah, hidup bahagia, dan punya bayi lucu dengan pipi gembul dan senyum secerah matahari pagi.

Fin.

A/N :

Pfftt😄 What is this actually?!

I must be crazy now. It was 23. 10 on Midnight and i try to wrote this one. God, help me!

Berpikir merindukan some fluffy fic dan berakhir dengan mendengarkan My Lady – EXO dan membiarkan jemariku bergerak sesuai dentuman musik yang manis artinya. And then, i realize something, it just took 3 times of this song. God! It means i just wrote it within 10 minutes. Hahaha

Aaaa, i didn’t try to be shakespear, for real.

So on, hopely you’ll find the right way for commenting. Just sit comfortable in the comment box or – my twitter.

Thank you for reading and understanding

8 thoughts on “Pointless

  1. Halo Dhiloo, long time no see yaa😄 pagi-pagi buka twit udah ada postinganmu, iseng-iseng aja ngebuka😄
    Well, seperti biasa, aku suka ficlet kamu. Ceritanya ringan, bahasanya gampang dimengerti dan tulisan kamu rapinya minta ampun kkk~
    Tapi aku geregetan, kamu bikin si mysterious girl-nya itu terngiang-ngiang di kepalaku abis baca fic ini D:
    Entah kenapa awalnya aku ngira itu Krystal, tapi dia kan berguna di agensinya, secara dia lead vocal .____. Tapi sampe akhir kamu ga ngasih petunjuk siapa cewenya itu Q_Q
    Ah ya, terakhir, minta maaf banget kalo komen ga bermutuku ini muncul😄 udah lama aku ga baca ff dan ga komen kekeke~ apalagi aku baca fic kamu abis bangun tidur haha😄
    Ff yg lain ditunggu ya, Dhil😀

    • HAI KAKAKKU TERCINTAAAAAHH!
      Sumpah ya dari kemaren tuh aku diem gitu kan bete banget, bawaannya inget muka walikelasku mulu yang guru Sejarah astaga dan besok ada sejarah. terus aku bete, terus terus terus.. aish SIAPA SURUH MUKA DIA JELEK DAN BERJANGGUT??!! Andai dia mirip Luhan, atau minimal Myungsoo, aku ikhlas deh /dhilpleasestop/

      AHIYA MAKASYII UDAH DIKOMEN!! Syadudududu lalalalala ceritanya aku gembira karena komenan di sini itu berbanding terbalik sama readers dan visitorsnya, make me feel sad everytime i look down to the dashboard :'(((

      EH, KRYSTAL??? bisa kak bisa, itu kan ceritanya aku membebaskan pembaca untuk berimajinasi /halah/ whatever/ enggak sih kak itu sebenernya aku bener-bener bayangin Jong In sama yaah wanita masa depannya dia, gapaham gimana bisa begitu.

      Maafin aku dongg, maafin aku yaaa, gamaksud gangasih petunjuk beneran deh. maafin aku kakak {} Gapapa ih apaan gabermutu, kalo gabermutu mana mungkin bisa bikin aku senyum secerah iniiii?? hahahahaha woke lah ini udah kayak drabble aja ya, mendingan aku berhenti sebelum visitors makin ilfeel dengan aku.

      Bye bye kaak dan thanks for doing such a great job by commenting this absurd fic! ^^ Loveyaaa

    • EYAAMPUN AL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! INI KAMU MANIS BANGET SIIIH. ;A; tahugaksih aku terharu, kamu dateng baca fic di sini. Thanks yaaa {} hehehe itu btw semacam reunian fluff gegara aku udah lama ganyentuh genre fluff, kalo lagi nulis romance, ujungujungnya belok ke sad, atau angst, atau hurt/comfort. Hehehehe, jong in emang bikin geregetan, apalagi di mvnya miracles in december, bawabawa little pupies, jjang-ah kalo gasalah nama! manis bangat….

      • AKU SELALU MANIS KALI KAK. BARU TAU YAAA😳 jangan terharu kak, nanti tisu aku abis buat ngelap air mata kakak :””))) nyehehehe sama-sama {} aku gak usah diundang pasti dateng kok. jujur ya, fic di sini itu menghibur semuaa >< gak fluff gak sad tetep aja aku nyaman waktu baca apalagi diksi kak dhila ini lo rapi banget ;A; kalau mau post ff fluff jangan lupa tag aku ya kak😄 /maubanget/

  2. halo kak dhilaaa, akhirnya nongkrong juga di comment box blog ini. Fic-nya kereeen tothemax. Jongin ngajak nikahnya unik. kak dhila kok bisa sih buat fic dalam durasi secepet itu?? terus yang 11 fic dalam sehari. Tuhan kasih bakat yang keren buat kakak xD
    Oke kak segini aja aku belum ngerusuh di Missing.

    Your lovely sista,
    Niswa

    • Hallooo Niswa!🙂
      Ih seperti popcorn, yang meletup-letup… lalalala fufufufu aduh kamu baca ini toh nak :”) ini semacam fluff abal karena aku pas lagi buat ini, di antara sepuluh fic lainnya ini sama I’m Saying satu-satunya yang fluff, sisanya? Sad, Angst, Hurt/comfort, hah😄 sudahlah, fic ini sama I’m Saying semacam anugrah fluff tersendiri.

      Terus, ah hahaha unik,😄 aku gatau sih gimana caranya bisa ngajakin nikah kayak gitu, soalnya aku masih polos😄 astagatuhan, hehehe maafin aku itu juga gatau tiba-tiba nulis banyak jadi semacam kebiasaan. Iya, alhamdulillah Tuhan memfasilitasi aku, dan eh, kamu juga bisa, yang penting diasah selalu bakat nulisnya. Ayo semangat ayo. Hahaha yowes, sampai ketemu di Missing!

      Lovelovelove

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s