Times

tumblr_mxbf2jSmGZ1srpqnao3_500

|| Title : Times || Main Cast : Xi Luhan || Support Cast : Zhang Yi Lyn, Zhang Yi Xing ||

|| Genre : Hurt/Comfort, Sad, Romance, Life || Rating : Teen ||

|| Duration : Flash Fic ||

Another story beside : Missing and Lasting

This is Luhan’s point of view

As times goes by, all I want and all I need just breath, and love you till the end of times

Luhan tidak tahu rasanya akan menjadi seburuk ini ketika dia berada di luar jangkauan Yi Lyn. Dia mengerti beberapa minggu terakhir ini gadis itu sibuk mencarinya, sementara dia berpayah-payah melarikan diri ke manapun yang dapat ia capai.

“Mau sampai kapan lagi kau begini?”

Suara itu mengusiknya seraya Luhan mengangkat dagu, beradu pandang dengan pria di hadapannya. Itu dia, si Pria yang akhir-akhir ini sering menghabiskan waktu bersama Yi Lyn. Luhan masih tidak tahu siapa dia sebenarnya ketika pria itu justru menyodorkan tangan.

“Aku Zhang Yi Xing –“ Luhan menahan napasnya, jangan bilang kalau dia… “-pasangan kembar Yi Lyn.”

Ya, dia salah paham.

Tapi, dengan cekatan dia segera mengatasinya. Dia menjabat tangan pria bernama Yi Xing itu, menukar kecanggungan dengan seulas senyum penuh kerapuhan.

“Aku Luhan,”

Yi Xing mengangguk mengerti, “Adikku sering menyebut namamu, Bung.”

Well, Luhan tidak pernah harapkan dentuman di dadanya hingga sedemikian rupa. Dia hanya berharap tidak ada lagi rasa yang lebih manis dari ini. Karena, jujur saja, dia tidak kuat untuk meninggalkan dunia ini, biarkan Yi Lyn sendirian di ranjang rumah sakitnya.

Dari sudut pandang Luhan, Yi Xing bukanlah orang yang naïf, dia baik hati –sama seperti pasangan kembarnya. Dia punya pribadi yang jujur dan Luhan tidak tahu harus mengucap apa ketika dia justru memintanya untuk mengurangi intensitas kunjungannya terhadap ruang rawat Yi Lyn.

“Aku tidak tahu apa ini menyakitkan bagimu atau tidak,” Luhan dapat melihat jakun Yi Xing naik-turun selagi dia menelan liurnya sendiri. “tapi, adikku bisa jadi lebih buruk bila kalian bersentuhan. Maksudku, kau-“

Luhan menghentikan sederet kalimat itu dengan tenang. Dia tidak tahu kalau keberadaannya di sekitar Yi Lyn justru membuat sistem imun gadis itu semakin menurun. Lagi-lagi ia menyesalkan betapa hinanya ia.

“Aku minta maaf,” Luhan berkata sembari membungkuk sopan. “aku tidak tahu apakah bisa melakukannya atau tidak, tapi-“

Luhan menegak liurnya sendiri, coba membasahi kerongkongannya yang terasa kering. “-ijinkan aku untuk berada di dekatnya ketika dia menginginkanku.”

Itu pilihan berat.

Yi Xing tidak tahu apakah ini keputusan yang tepat selagi ia menepuk telapak tangannya pada bahu Luhan. Sebagai lelaki, dia tahu rasanya berat untuk berada jauh dari orang yang dicintai, sama halnya dengan Luhan. Meski pria itu harus tetap diinkubasi, Yi Xing juga tidak dapat membatasi hubungan mereka. Dia juga tahu, adiknya sudah jatuh pada pesona pria ini.

Setelah penawaran kritis itu, Luhan kembali sendirian. Ia menyudut di ruang rawatnya, menatap jendela yang terbuka dengan tatap hampa, bukan kosong. Dia memegangi dadanya yang bergemuruh, sama sekali tidak menyangka rasanya akan jadi seburuk ini.

Haruskah ia?

Baikkah jika ia menuruti penawaran Yi Xing itu? Berdalih sibuk dengan dunianya sementara jauh di dalam hati ia merindukan Yi Lyn dan segala tentangnya? Luhan tahu ini semua klise, ini juga munafik.

Dia mengintip ke taman rumah sakit, mendapati gadis itu tengah duduk di pertengahannya. Sama persis dengan saat pertama kali mereka bertemu. Luhan tidak akan pernah lupa bagaimana ia menghampiri gadis itu setelah sekian lama menahan diri untuk tidak berbuat demikian.

Yi Lyn menarik, begitu membuatnya penasaran hingga dia tidak dapat memikirkan hal lain selain gadis itu, semua yang melekat pada dirinya.

Sesekali Luhan melirik jam di dinding bercat putih, inginnya ia membunuh waktu dan berlari menuju gadis itu. Mendekapnya, menyalurkan segala yang ia punya sebelum semuanya terlambat. Tapi, seakan kenyataan memanglah menubruknya, Xi Luhan memang tidak akan bisa mendapatkan Yi Lyn –setidaknya di dunia ini.

Selama sepersekian detik tatap mereka bertubrukan, Luhan mati-matian menarik diri tapi dia tidak bisa. Ketika melihat air mata gadis itu mengalir, ia hancur. Luhan mendapatkan apa yang sedari tadi ia pikirkan, mencapai titik temu dari segala gundah di hatinya.

Dia harus meninggalkan gadis itu, tapi, dia harus bersamanya sebanyak waktu yang mereka punya sebelum Luhan benar-benar lenyap dari kehidupan semua orang. Ya, seharusnya memang begitu, bukan?

“Maafkan aku,” Luhan berkata sebelum memeluk Yi Lyn dalam balutan mantel tebalnya. Gadis itu menghapus tangis di wajahnya, beralih balas memeluk Luhan meski kulit mereka tidak saling bersentuhan.

“Tidak apa-apa, Luhan.”

Gadis itu menatap Luhan tepat di mata, enggan membiarkan Luhan lesap dari penglihatannya barang semenit saja. Ia melepaskan mantel tebalnya, beralih memasangkannya pada bahu Luhan. Yi Lyn menggeleng tegas tat kala Luhan menolak pemberiannya.

“Hey, tidak bisa seperti ini, kau bisa kedinginan.” Luhan mencegatnya, tapi Yi Lyn lebih tangguh dari pada dirinya sendiri.

Gadis itu memakaikan mantelnya, memaksa Luhan memasukkan lengannya dalam balutan mantel itu. Ukurannya pas, Yi Lyn tahu bahkan bahan tekstil saja mampu menghubungkan mereka.

Yi Lyn menarik lengan mantelnya, mendekat kepada Luhan dan dalam hitungan detik, dia menjatuhkan diri dalam dekap hangat pria itu. Dia menahan tangisnya, beralih tersenyum hangat dan membiarkan waktu berjalan.

“Aku menyayangimu, Luhan. Maka itu, meski kita tidak dapat terus bersama, biarkan mantel ini yang hantarkan aku padamu.”

-As times goes by, all I want and all I need just breath,

and love you till the end of times

| E N D |

A/N:

wahahahahaha aku kecanduan dengan hubungan pasangan kembar Yi Xing-Yi Lyn dan juga Yi Lyn-Luhan. Aku semacam bikin takdir gitu di antara mereka, kurang tahu apa ini bisa melekat di hati pembaca. Tapi, mohon dihargai dengan meninggalkan komen ya.

Mungkin saat ini dipost, its already new year. I just wanna say Happy New Year to everybodies, hope we’ll catch a good year and God always bless us all!

14/12/2013

2 thoughts on “Times

  1. YEHEEEET! Meski aku telat baca dan komen, aku jdi orang yang ngekomen pertama^^
    Dhilaaaa, ini bagus bangettt aaaaa~
    Swear, aku udah kehilangan kata kata. Diksi kamu juga semakin baik. Waaah, jjang! Pokoknya aku suka sama Yis family seriea. Aku tunggu kelanjutannyaaaa (kalo ada) xD
    Keep writing ya Dhila, semoga virus WB tidak melanda otakmu^^

    • Hai, Lu! Tuhkan maafin aku juga karena udah telat bales komen, yaa!🙂

      Hohoho, thanks for all the complinents! And.. sure! there is one more! Stay tunned ;;;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s