A Sudden Encourage

|| Title : A Sudden Encourage || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : Lee Howon || Support Cast : Seo In Guk – INFINITE’s member || Genre : Life, Comedy [maybe], Bromance (Perhaps?) ||

|| Duration : Flash Fic || Rating : PG ||

Boyxboy!

I warn you!

Ini tentang Howon yang tak kunjung dapat pasangan

Howon yakin bahwa dirinya sudah siap sepenuh-penuhnya ketika lima belas menit lalu menjalankan mobil pribadi ke tempat reuni sekolahnya.

Pria usia duapuluh delapan tahun itu dipenuhi rasa yakin yang berkecukupan. Well, di usianya yang masih terbilang muda di kalangan pembisnis itu dia sudah memiliki beberapa unit mobil mewah, rumah megah, apartemen, dan masih banyak lagi.

Berulang kali ia menengok pada kaca spion bagian dalam mobilnya.

“Aku sudah tampan,” dia bergumam. Tentu, siapa yang tak terpikat pada pria dengan wajah imut sekaligus tegas miliknya.

Tapi, seakan semuanya belum cukup, pikiran Howon kembali dirundung topan lantaran datang ke acara itu seorang diri.

“Hai! Lee Howon!” seorang kerabat meneriaki namanya dari kejauhan. Mata sipitnya dapat menangkap bayangan beberapa pemuda di sana, juga para wanita yang mengamit lengan mereka mesra.

Howon melambai dari kejauhan, pria itu memastikan telah mengunci pintu mobilnya dan sekali lagi mengambil derap langkah mendekati teman-temannya.

“Hai,” Howon berdiri di hadapan mereka. Sedikit canggung karena kenyataan baru saja menubruknya.

“Kau… sendiri saja?” Satu temannya yang bernama Woohyun bertanya dengan nada sarkatis.

Howon mengusap tengkuknya, makin sulit saja bernapas di sini!

Eh ? I-iya -”

“Tunggu!” satu temannya lagi yang bermata sipit tiba-tiba saja memotong perkataannya. “Ada apa, Sunggyu-a?”

Howon menatap mereka semua dalam diam, terlebih para wanita-wanita yang berada dalam genggaman mereka turut memperhatikannya juga. Howon merasa seperti dikuliti.

“Kau… jangan bilang kau memang belum punya satu gadispun,” kata-kata dari Sunggyu telak menohok hatinya.

Howon tidak lagi tahu apakah ini benar acara temu-kangen atau justru ajang pencarian jodoh.

Well, harusnya ada bagian peluk-memeluk, atau justru saling bertukar cerita yang sempat tertinggal selama beberapa tahun.

Howon merasa semakin dihakimi.

“Oh, ti-tidak,” elak Howon meyakinkan. Pria itu mengeluarkan ponselnya seraya menggeledahi galerinya.

Apartemen di distrik gangnam. Bukan.

Lamborgini seri X126. Bukan.

CEO Hyundai Corp. Bukan, Howon. Bukan.

Howon menilik mereka sekali lagi sebelum mengumpat sebal. Kenapa dia baru sadar kalau tidak ada foto seorang wanitapun di ponselnya?

Howon pasti sudah gila.

Well, teman-teman, aku baru saja menghilangkan ponselku minggu lalu,” katanya berdusta.

Diikuti lirik penuh olok teman-temannya ia merapikan kerah kemejanya. Berdeham sebelum mengambil segelas anggur di meja dan mulai menegaknya sampai habis.

Wow, rasanya fantastis.

Howon belum pernah meminum anggur sebelumnya, bahkan di hadapan rival bisnisnya sekalipun. Rasanya tubuh pendek miliknya seperti diangkat ke awang-awang. Terbang melewati untaian awan dengan rasa permen kapas.

“Howon-a?”

Satu temannya yang bernama Dong Woo menepuk-nepuk pundaknya sebelum mendesis, “dia mabuk. Astaga, Howon!”

Howon berdiri dengan kaki yang bergetar. Jalannya sempoyongan dan dia menghampiri salah satu temannya. Hey, pria ini agaknya belum pernah ia lihat sebelumnya. Wajahnya tampan, kulit berseri, matanya sedikit bulat -tidak terlalu oriental. Howon semakin tidak mengerti ketika ia justru menyentuh jas pria itu.

“Hai, namaku Howon.”

Semua temannya tidak terlalu khawatir saat dia berkata begitu. Mereka memilih melanjutkan nostalgia bersama para wanita cantik di rengkuhan.

Pria itu menjabat tangan Howon, “Seo In Guk.”

Mereka berkenalan.

Howon tidak merasa ada yang aneh ketika menjabat tangan pria itu. Mereka bertukar minuman, nomor ponsel, dan alamat email. Pandangan Howon semakin buram ketika ia memutuskan untuk menenggak setengah botol anggur lagi.

Dia tiba-tiba saja pusing.

“In Guk-ssi,” Howon berkata, kembali berjalan sempoyongan sampai In Guk harus menahan berat tubuhnya. “aku menyukaimu, ayo jadi kekasihku!”

| END |

A/N:

Wahahahahaha bau-bau tidak normal dari aku.😄 Abisan gimana dong? Aku merasa tertantang untuk mencoba genre baru, well, harusnya aku gak ngelibatin rating baru juga yaa!😄 Please maafin aku, ini nista banget. Siang bolong keinget Reply 1997! Astagaaah, Howon, kaubuatku gilaaaaa…

At least, i need your comment. Please, just some of it and woosh, you can go home.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s