Destined

|| Title : Destined || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : Jung Soo Jung, Kim Myung Soo || Genre : Love-life, School life, One Side Love : Sad ||

|| Duration : Drabble || Rating : T ||

.
.

Semata-mata bukanlah aku yang ingin semua jadi begini. Ketika pernyataan tidak benar itu membaur, yang aku ingin hanyalah kepercayaanmu padaku tetap utuh.

Tapi, tidak.

Siang itu kita tak berkegiatan lain selain duduk pada meja masing-masing. Kelas tak terlalu sunyi sehingga aku masih dapat melirihkan namamu dari belakang sini.

Tidak yakin apa kau mendengarnya, ataukah getar hati ini sampai kepadamu atau tidak.

Lamat kuhadapi kertas demi kertas tugas di genggaman. Memeriksa lembar jawab ujian mungkin tidak pernah semanis ini, tidak karena aku berada tepat di belakangmu -dapat dengan mudahnya mempersempit jarak di antara kita.

“Soo Jung-a, kau sudah selesai dengan lembar yang itu?” aku menoleh padamu yang memandangku, bukannya pada Sunggyeol si Penanya.

Samar kulihat kau menahan tawamu, lalu dengan tenang kembali pada kesibukan sebelumnya. “Sudah, aku sudah selesai,” kataku seraya memberikan lembar yang sudah kuselesaikan pada Sungyeol.

Aku menatap ke jendela di samping, melihat awan berarak menuju barat, tanda sore akan segera menjemput.

Ah, sejak kapan aku menjadi sepuitis ini? akupun tidak mengerti dengan jelas. Yang kupahami hanyalah jemariku yang dalam gerak tenang berlarian kecil di belakang punggungmu, meski nyatanya tak pernah dengan benar-benar menyentuhnya.

Aku melihatmu awas dari sisi ini. Detil wajahmu nampak begitu tegas, namun juga manis tercetak jelas di sana. Aku tidak lagi mengerti, ketika kau menoleh dan manikmu menubruk pandangku.

“M-myungsoo,” aku terbata. Masih juga tidak tahu kenapa bisa menyebut namamu selantang itu.

Kau lantas menoleh. Tak merta menanyakan apa yang terjadi padaku, melainkan meniti wajahku lekat. “Ya, ada apa, Soojung?”

Aku menggeleng.

Memastikan segala rasa yang kusimpan baik-baik tak pernah menguar dan terdeteksi olehmu, pun membuatmu resah akan keberadaanku.

Namun, aku lagi-lagi salah.

Ketika itu kau menyelesaikan tugas-tugasmu, beralih menatapku lagi. Darah berdesir tak mampu membuatku lebih tenang, karena, demi Tuhan! Myungsoo kau tidak boleh membuatku seperti ini.

“Jadi, benar kabar burung itu?”

“A-apa?”

Kau melihatku dengan tatap elangmu, sedikitnya membuatku menahan napas sampai kau melanjutkan, “Kabar burung antara kau dengan si Baekhyun itu,” Myungsoo memangkas sedikit jarak di antara kami, berbisik, “tentang rasa suka.”

Bukan, bukanlah kejut yang kunikmati.

Bukan jua pipi bersemu lantaran rumor yang sama sekali konyol itu.

Bukan begitu.

Ini masihlah penghujung siang, sungguh, akupun tak tahu mengapa hati ini remuk selayaknya truk pada kecelakaan beruntun.

Myungsoo, apa kamu tahu aku hanya menyukaimu?

Sepertinya tidak.

“Lalu bagaimana dengan kabar burung yang beredar tentangmu dengan Naeun?” aku melirikmu sekelas. Lagi-lagi menahan napas sebelum melanjutkan, “tentang rasa suka dan kagum.”

Tak merta kau menoleh padaku, pun berikan jawaban atas pertanyaan asalku. Kulihat kejut menyergapi wajahmu dan kau tampak lebih manis berkali-kali lipat dari biasanya.

Kau memejamkan matamu, membuang napas perlahan-lahan. Lalu manik itu kembali menubruk pandangku, “Hanya Tuhan yang tahu itu semua, Soojung. Aku, kau, Naeun, bahkan si Baekhyun itu tak akan pernah tahu jalan keluarnya bagaimana.”

Aku mengangguk-angguk, kapan pernah aku tidak menyetujui pernyataan Myungsoo. “Takdir selalu berjalan bersama arus hidup, benar begitu?”

Kau tersenyum.

Menanggapinya, kau tepuk kecil pucuk kepalaku dan aku sama sekali tidak berkeberatan dengan itu.

Tapi, Myungsoo, sekali lagi.

Andai kautahu betapa aku merindumu bagai Bulan menunggu matahari, kau mungkin akan berhenti menoleh pada direksi yang lain.

Karena, akupun tak pernah tahu bagaimana takdir akan membawa kita. Apakah kita akan berada di jalan yang berbeda dulu dan bertemu di ujung persimpangan, atau bahkan tak pernah berada dalam lajur yang sama.

Apapun itu, aku ingin takdir dapat menjumpai seberapa gigihnya aku berusaha untuk membuatmu menoleh, pun mengerti seberapa banyak aku mengharapmu.

Siungguh, kuingin takdir berada dekat dengan kau dan aku.

Fin.

Notes.

Sebenernya ini Konkret! Tapi, ketahuilah di kelasku gak ada yang mirip Baekhyun, apalagi orang yang sebenernya aku maksud😄 dia beda banget malah. Astaga! Baekhyun lebih bagus ke mana-mana dibanding dia ini. Dan untuk Myungsoo… nope lah.

At least, i need your comment. Please, just some of it and woosh, you can go home!

2 thoughts on “Destined

  1. Hai, Dhila.
    Ini semacam one side love yah. Bagaimana Soojung berusaha membuat Myungsoo melihatnya sebagai gadis, bukan sebagai teman. Ugh… miris. Karena aku juga pernah ngalamin kaya gitu /curcol/

    Terus itu kenapa si Bekyon bisa nongol di tengah-tengah dialog? Kinda surprise to me. Karena aku jarang baca fict Baekhyun yg di-pairing sama Krystal. Agak aneh aja gitu.

    Dan Myungsoo nyebelin. Masa dia gak peka, sih. Seharusnya dia bisa memahami bahasa tubuh Soojung. Kan Soojung salah tingkah waktu dia tatap. Itu nunjukin kalau Soojung ada rasa. Karena biasanya cewek salah tingkah kalau ditatap cowok yg disukainya xD
    Tapi ya udahlah, seperti judulnya di atas, hanya takdir yg dapat menentukan.

    Sekian ya, Dhila.
    See you🙂

    • Halo, Afra! Sorry banget ya baru bales gini huhu, aku baru on notif. Well yap! Ini sebenernya miris hahaha, cuma sekarang kalo aku liat lagi udah yang kayak. “Iyuh dhila iyuh”

      Bekyon? Baek? Hah masa aku lupa. Tapi emang biasanya aku nyelipin sih. Ehtapi kalo gak salah aku nyelipinnya Sungyeol ya…. hehehe maaf aku lupaa!

      Oh gitu? Waaah, kalo aku siapa aja dipair sama Krystal udah baca. Baek-stal, Kaistal, Hunstal (yang ini gak terlalu suka), Hyukstal, Myungstal, ah banyak. Hehehe. Wih iya iya, seharusnya bisa lebih peka lagi ya tapi apa daya angan tak sampai, Fra :’

      Seeyaaa! Thankies yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s