Uncommited

|| Title :  Uncommited || Scriptwriter : dhiloo98 || Main Cast : [2PM] Lee Junho, [Secret] Song Jieun || Support Cast : [2PM] Hwang Chansung ||

|| Genre : Drama, Hurt/Comfort. Marriage-Life, RomanceㅡSlight!  || Duration : Two Pages || Rating : PG ||

Tidaklah bisa dilanjutkan sebelum semuanya semakin salah, semakin tenggelam dalam dusta dan pengkhianatan tak berujung.

Langit sudah terlanjur menurunkan bulir-bulir air hujan ketika Lee Junho mendecak sebal memandang jalanan yang tergenang air melalui kaca jendela. Pria di penghujung usia duapuluhan itu menatap nanar keadaan di sana, lantas memberengut sembari mengambil payung tanpa lipatan di dekat pintu keluar.

“Kau sudah ingin pergi?”

Junho mengerling pada wanita di belakangnya. Berjalan mundur, mendekap wanita itu tanpa tanda tanya.

“Ya, aku akan pergi.” akunya. Butuh waktu beberapa menit sampai ia merasa pelukan itu masih tetap penuh dengan kehampaan.

Bukan lah sesuatu yang ia cari-cari, pun tunggu-tunggu.

Malam akan berubah jadi larut ketika lengan panjang Junho justru melingkari pinggang wanita itu, mengajaknya berada dalam jarak yang amat dekat. Menatap intens, menjatuhkan rasa pada setiap tatapnya. Ia beralih menuju sofa di sana, lantas membawa wanita itu bersamanya.

“Tapi, bagaimana jika aku merindukanmu?”

“Tidak tahu,” sela Junho, ia mengusap wajahnya lelah. “Aku pun tidak bisa menjanjikan apa pun untukmu, Jieun. Aku takut tak bisa memenuhinya.”

Sekiranya beberapa menit kemudian lengan Junho benar-benar melenyapkan sentuhannya pada bagian pinggang wanita itu. Ia beralih menyentuh jemari Jieun, membawanya ke hadapan muka dan mengecupnya.

Wanita di genggamannya itu menatapnya kalut. Dia menelan ludah sebelum menyatakan, “Tapi, selama ini kau selalu bisa memberiku hal-hal yang tidak bisa dipenuhi siapa pun, Junho.”

Udara di luar semakin dingin, semakin menusuk tulang saat pria itu merasa waktunya sudah semakin dekat. Lee Junho berjalan menjauh, meninggalkan Jieun yang masih dirundung gulana. Ia lantas mengamit payung yang tergeletak ㅡyang sempat diambilnyaㅡtadi dan melangkah ke luar dari kamar apartemen itu. Namun, sebelum itu, Junho masihlah sempat membenahi penampilannya di muka cermin. Mengamati apabila tambatan perfeksionis sedikit luntur dari dirinya.

“Ketahuilah aku akan selalu menunggumu, Lee Junho.”

Junho tersenyum kecil akan itu. Tapi, tak cukup untuk membuatnya gentar dan malah beringsut mendekat lagi. Junho kali ini sudah membulatkan tekadnya. Bahwa ia harus pergi, bahwa dirinya sudah tidak boleh berada dekat dengan Song Jieun lagi. Tidak…

“Tidurlah, Jieun-ssi. Toh Chansung akan segera kembali dari Osaka,” Junho bersikukuh tidak memandang wanita yang masih merebahkan diri di sofa panjang di belakangnya itu. “Jaga dirimu.”

… sebelum semuanya terlambat dan berakhir sia-sia.

“Selamat tinggal, Nyonya Hwang.”

Setelah bayangan pria itu lesap dari pandangan, Jieun meringkuk lesu di balik selimutnya. Menjamah bagian-bagian tubuhnya sendiri, mencoba mengingat-ingat sentuhan Chansung mau pun Junho. Menggali pikiran dan membedakan kedua pria itu.

“Tapi, aku bisa apa bila suamiku sendiri ㅡHwang Chansungㅡtak kunjung kembali, Lee Junho?”

 

Fin.

 

Yah, sebenernya mau bikin ini lebih panjang. Konflik selingkuh kayak gini, eum, kayaknya aku belum banyak nulis, dan belum mantap aja kalau belum coba post ini.

Kali ini, mengikuti katahati, apa pun yang nanti ada di kolom komen, aku respect aja lah. Toh, kalaupun ini sepi komen, aku masih bisa tetep nulis. See ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s