Starlight Hug

|| Title :  Starlight Hug || Scriptwriter : dhiloo98 || Main Cast : Kim Jong In, Park Min Ha  ||

|| Genre :  Friendship, Fluff, Life || Duration : Ficlet || Rating : Teen  ||

| Read this first : Sleepless Night |

Dekap hanya suatu bentuk kasih-sayang, namun kesannya selalu mengantarkan hangat ketimbang berbagai kalimat penyejuk.

 

Pagi-pagi sekali Minha sudah memakai setelan hangat dan sepasang earmuff putih pemberian Jong In sebelum pergi. Gadis itu mengamati inbox e-mailnya. Maniknya memastikan pesan yang baru saja masuk itu dan bersemu akannya.

 

Apa kabar?

 

Minha tidak tahu harus melakukan apa. Dia toh hanya terlalu senang sebab Jong In akhirnya mengiriminya sebuah pesan. Selama ini pemuda itu sudah cukup dirasa memghilang, dan seorang Gadis Penunggu seperti Minha tidak mau lagi membuang waktu untuk diam dan mengamati jalanan di luar.

 

Matahari mulai menerangi bumi dengan lebih terang. Minha menyusuri jalan setapak dekat rumahnya dan menemukan dirinya terperangkap dalam ingatan bersama Jong In. Satu sahabat, dan keluarga paling dekat. Mereka terlalu sering menghabiskan waktu bersama, sehingga tidak ada yang dapat dilakukan ketika Jong In memenjarakan dirinya dalam dekap keesokan hari setelah Malam Pemberian Cincin itu.

 

“Aku harus mempersiapkan debut dalam waktu relatif dekat, Minha-yah,

 

Dia tersenyum kecut sejenak, lalu menengadah dan menemukan langit biru tengah mengoloknya. Minha berjalan lagi dan memerhatikan halte bus yang pernah ia kunjungi bersama Jong In, juga taman kanak-kanak tak jauh dari sana.

 

“Aku Jong In. Mau tidak jadi temanku?”

 

Gadis itu memejamkan matanya sambil mengirup bebauan tanah basah akan hujan. Bergerak memutar dan menemukan dirinya terperangkap dalam buaian sepoi angin yang memabukkan. Minha gembira, dia bersenandung ringan dan tahu-tahu saja berhenti ketika lengan seseorang mendekapnya.

 

“Aku pasti kembali.”

 

“Jong In?”

Pemuda di depannya membekap bagian mulut Minha dengan tangannya. Lantas matanya mendeliknya halus, menyuruhnya untuk berhenti memekik seperti sasaeng fans. Tanpa perlu melihat wajah pemuda yang menutup sebagian wajahnya dengan masker itu, Minha tahu siapa orang ini hanya dengan tatapan matanya yang tajam sekaligus lembut dalam sekali kejap.

 

Dia memeluk pemuda itu ketika beberapa orang mencoba melihat apakah benar si Pemuda adalah Jong In, mencoba menutupi temannya itu.

 

“Kau bodoh,”

 

Minha terengah setelah menarik tangan Jong In untuk segera berlari menjauh dari area tadi, sebelum kamera berhasil menangkap foto mereka berdua. Tidak akan bagus jika headline berita besok mengabarkan tentang Kai Tertangkap Tengah Memeluk Seorang Gadis.

 

Jong In tertawa di depannya. Meskipun hujan sudah menggantikan salju, tapi uap putih yang menguar dari bagian mulut Jong In yang terbuka mengisyaratkan rendahnya suhu saat itu. Minha termangu, Jong In berpikir.

 

“Ini sudah berapa lama, Jong In?”

“Um, dua tahun setelah melakukan debut, mungkin?”

 

Minha terkekeh mendengarnya. Pemuda di depannya tidak banyak berubah ㅡia bersyukur akan ituㅡ dan sikapnya masih hangat seperti sedia kala. Gadis itu lalu memerhatikan Jong In dari tapak kaki sampai pucuk kepala, lalu menarik tas punggung pemuda itu ;menimbang beratnya.

 

“Enteng sekali. Jangan katakan kalau kau hanya akan sebentar di sini?”

Jong In menatap direksi lainnya, lalu kembali memagut fokus Minha. Pemuda itu menepuk-nepuk pelan puncak kepala Minha, dan menghela napas berat.

“Sayangnya, memang begitu. Tapi toh sekarang aku di sini, bukan?”

 

Minha mengangguk mengiyakan, lalu kembali menatap pemuda di hadapannya lagi. Gerimis yang menyinggung keduanya pun tak dihiraukan ketika manik mereka bertemu. Jong In tidak mau membuang waktu dengan berbasa-basi, sehingga memberi Minha tahu seberapa banyak waktu yang ia punya tak akan sia-sia.

 

Dia merangkul gadis itu.

 

“Ayo, kita pulang! Di sini dingin.” ajak Jong In dan Minha menurut.

 

Mereka menyusun langkah, lalu sampai di depan kediaman Minha. Jong In tidak sampai hati untuk mengatakannya, tapi dia menarik lengan Minha dan melingkarkan kedua lengan Minha pada punggungnya.

 

“Aku merindukanmu.”

 

Jong In menyandarkan bagian dagunya di atas pucuk kepala Minha. Lamat-lamat menyesapi aroma shampoo gadis itu.

 

Tidak butuh waktu lama bagi Minha untuk membenamkan wajahnya di dada Jong In. Dia menahan tangis dan mengulum senyum ketika Jong In ㅡpada akhirnyaㅡ turut melingkarkan lengannya pada bahu gadis itu.

 

“Aku lebih merindukanmu.”

 

Ya, bertukar rindu, mengadu tatap, membakar pilu. Jong In dan Minha benci itu. Tetapi…

 

I just wanna spend some times with you,”

 

Minha tersenyum dalam dekapnya, lalu mengangguk tanpa ragu. Tidak perlu berbicara banyak, pun bertukar cerita panjang yang terlewat. Baik Minha maupun Jong In punya caranya masing-masing untuk menuntaskan rindu yang memuncak.

 

Starlight Hug.

 

Penumpas duka semu yang membubuhkan suka cita di antara Kim Jong In dan Park Minha yang haus akan waktu temu.

 

Fin.

One thought on “Starlight Hug

  1. Wohoooo! Apa kamu kerasukan KimJongKai Dhila?._. Ini 3-3nya fict kamu ber cast kai xD /yaterus/

    Aaaaah bagus Dhilaaaa:( Tapi sebenernya ini cerita ngingetin aku sama masa lalu, dan yeah aku galau lagi kalo nginget::(((
    Tapi gapapalah, bernostalgia bareng Kai hehehe x))

    Oya aku nemuin typo once again:
    Selama ini pemuda itu sudah cukup dirasa memghilang
    itu pasti salah pencet kan yaaaa:)

    Overall, aku suka fict mu dan yehet aku lupa mau pamer, aku udah kenal VIXX lo:3 aku suka hyuk si maknae unyuw manja macem sehun ama tao. Minta diapain sih mereka? Dibuang ke galaxy ama abang kriseu kali ya?-_-
    dan maaf aku nggak seheboh, nggak sekoar-koar dulu, sekali lagi aku lagi ada masalah dan banyak pikiran ini:( /curhat/

    oke dadah dhilaa, moga moga besok kamu kerasukan sehun ya xD
    Dan nulis series macem Yi’s twin fav akuh<3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s