Unconditionally

tumblr_n14t6biTp71tqbjieo1_500

|| Title :  Unconditionally || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : [A-pink] Jung Eunji, [GOT7] Choi Youngjae || Support Cast : [INFINITE] Lee Howon ||

|| Genre : Romance, Angst ||

|| Duration : Ficlet [944 words] || Rating : Teen ||

Summary :

ㅡaku pun juga tidak tahu, tetapi yang jelas….

.

.

.

 

 

… aku akan selalu mengagumimu. Dalam situasi apa pun.

 

Jung Eunji baru saja selesai memandang pantulan dirinya di cermin ketika ibunya menyuruhnya untuk segera pergi. Wanita itu bergegas menyapu lantai depan rumahnya, duduk termangu sambil mengikat tali sepatunya yang belakangan sering sekali tidak terlilit rapi. Membenahi rompi hitamnya, ia pun menuntaskan teras sampai ke jalanan di depan.

Matahari menyinari kotanya dengan redup-redup, sementara awan kelabu bergelung semakin mendekat. Langkah Eunji yang lebar-lebar semakin diburu embusan angin ketika rintik-rintik air hujan mulai menembus udara di sekitarnya. Wanita itu memangku telapak tangan di atas kepala, takut-takut tidak bisa menghindari gerimis tiba-tiba itu.

“Choi Youngjae!” pekiknya ketika berhasil membuka pintu kamar temannya itu. Sementara yang dipanggil hanya meliriknya dengan sebelah alis berjengit, nampak sangsi pada suara Eunji yang berisik.

Pemuda yang berusia tiga tahun lebih muda dari Eunji itu hanya mengerling jenaka. Melihat nuna-nya berkacak pinggang di ambang pintu, dengan tas punggung yang masih belum selesai menyerap kering sisa air hujan. Dengan derap tenang, ia pun berdiri dari duduknya. Kemudian menepuk-nepuk kepala wanita di depannya dengan jahil.

“Oh, ya. Aku kira Nuna akan terlambat datang lagi,” katanya sebelum kembali menduduki karpet bergradasi hitam-putih di bawah. Mengajak Eunji menyinggahkan diri di sana juga.

Sebagai siswa sekolah menengah atas yang mengambil jurusan sains dan matematika, Youngjae sudah dari jauh-jauh hari menyiapkan diri untuk menempuh dunia perkuliahan di jurusan kedokteran. Choi Youngjae juga mengenal Eunji lewat ikatan alumnus sekolahnya. Dan ekspetasinya sejak awal memang tepat, Jung Eunji adalah pendekar ujian.

“Isi saja ini menggunakan rumus turunan yang biasa, setelah itu barulah kamu hitung dengan cara yang kuberitahu tadi,” perintah Eunji terdengar samar di balik kunyahan keripik tortilla yang dibawanya dari rumah. Sementara Youngjae dengan teliti mengisi soal-soal yang diberikan Eunji.

Sekiranya sudah lewat beberapa puluh menit sampai Youngjae kembali menyodorkan kertas berisi jawabannya pada Eunji. Pemuda itu tersenyum-senyum memerhatikan sang Nuna yang tengah serius menguji jawabannya. Tidak sampai berlama-lama, Eunji menepuk-nepuk kepala pemuda di sampingnya itu. Mengindikasikan bahwa hasil dari ujiannya pekan ini sudah mengalami peningkatan yang berarti.

“Ini sudah bagus, Young. Kuharap kamu jangan mudah berbangga diri dan tetap berusaha. Howon pun dulu begitu. Sempat dia berbesar kepala, buru-buru aku mengejar prestasinya. Pada akhirnya, dia harus kembali ke titik di mana usaha keras untuk mencapai target ilmu sangat diperlukan.”

Tatapan Eunji menerawang jauh ke langit-langit kamar pribadi Youngjae yang berwarna putih bersih. Wanita itu menghela napas, mengandai-andai momen tersebut terulang kembali.

“Kau tahu, Young? Ingat-ingatlah hari ini.”

“Untuk apa?”

“Karena, ketika kamu melintasi saat-saat seperti ini nanti, kamu akan mendamba-dambakan saatnya terulang lagi. Meski pun kamu tahu itu tidak akan mungkin terjadi.” terang Eunji pada si Adik lelaki. Wanita itu membenahi barang-barangnya lalu membantu Youngjae menaruh buku-buku di tempat semula.

Satu buku terakhir berwarna hitam, dengan sampul yang rapi dan tertutup rapat di bawah buku lainnya. Eunji belum pernah melihat buku seperti itu dibawa Youngjae untuk belajar, pun dengan peraturan sekolah yang mengharuskan sampul dari setiap buku berwarna putih. Dengan penasaran, wanita itu menyentuh ujung buku hitam milik Youngjae. Namun, belum sempat ia mengambilnya, buru-buru Youngjae menyodorkan tangan ㅡmenghentikan gerakan jemari Eunjiㅡ sehingga kulit mereka bersinggungan.

Penuh tanda tanya, Eunji menoleh pada si Adik kecil. Dia mendesis dengan sendirinya. Tahu jika seorang Choi Youngjae tengah menyembunyikan sesuatu darinya, atau paling tidak, sekarang pemuda yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri itu punya rahasia. Itu cukup lucu, pikirnya.

“Hey, hey, hey! Nampaknya ada yang menyembunyikan sesuatu di sini?”

Eunji berceloteh ringan. Dengan bersedekap, ia memandang Youngjae yang dadanya berdentam-dentam. Sementara si Pemuda hanya menunduk, diam-diam mengambil buku itu dan menyembunyikannya di balik punggung.

“Akuㅡ”

“Ya, ada apa?”

“Bagiku, um, Nuna, um,” katanya tergugu-gugu. Sementara Eunji menguap lebar di depannya. Wanita berkepribadian supel itu kini menengok arloji di pergelangan tangannya.

“Sesungguhnya akuㅡ”

“Oh, Youngjae-yah, Howon sudah menungguku di bawah. Soal isi buku itu, berjanjilah kau akan menceritakannya lain kali!”

Dengan langkah terburu, Eunji melambai dan melempar senyum hangat pada Youngjae yang hanya mengerling padanya.

Nuna! Tunggu!”

Eunji yang tengah menuruni tangga pun menoleh. Menunggu Youngjae mengutarakan maksudnya sambil melirik detik demi detik yang berlalu di arlojinya.

“Untuk apa Howon hyung datang ke sini?”

Eunji memandangnya lagi. Dengan tersipu-sipu, wanita periang itu menggigit bibir bagian bawahnya sendiri. Lambat-lambat menaiki satu demi satu anak tangga, hingga ia berhenti tepat di depan Youngjae.

“Um, sebetulnyaㅡah astaga! aku sangat malu. Howon mengajakku berkencan!” katanya sambil meremas pelan bahu kiri Youngjae. Dia kembali melempar senyum pada pemuda yang kini terperenyak di tempatnya tadi.

“Sampai jumpa! Sampaikan salamku pada bibi!”

Begitu bayangan tubuh Eunji menghilang di balik pintu, Youngjae dengan segera kembali ke dalam kamarnya. Ia melirik jalanan di depan rumah melalui jendelanya, menemukan Eunji dengan senyum manisnya membuka pintu mobil bagian depan milik Howon. Eunji bahagia, Youngjae tahu itu.

Nunaㅡ”  gumamnya serak-serak. Dia melirik halaman buku yang terbuka. Menemukan senyum cerah Eunji di sana dan beberapa bentuk hati yang dibuat dengan spidol berwarna merah di sekitar foto-foto itu.

I just wanna say that I love you, unconditionally.”

 

 

Fin.

 

A/N:

 

Okay, good enough! Udah cukup lah ya, sebenernya fic ini emang diilhami banget sih sama Reply 97! Cumaaa, di sini aku gak ngelibatin In Guk alias Yoon Yoon Jae, dan kekerabatannya Eunji sama Howon pun melebihi drama itu. Hahaha. Semua orang juga pasti tau kepribadiannya Jung Eunji itu bener-bener boy dan aku bener-bener sangsi untuk bikin part dia malu-malu setelah diajak kencan Howon. I’m just to much being dellusional tho.

Komen ditunggu!

2 thoughts on “Unconditionally

  1. Hai kenalin , aku sering dipanggil meri 98 line hehe satu line kan kita? Haha //tosdulu// . Aku tau kamu dari ifk.. sebenernya udah lama jadi pembaca setia ifk tapi jarang komen //kaburmelukyoungjae// . Tapi baru pertama kali berkunjung ke wp pribadimu ^^ .

    Dan pas liat fic ini castnya youngjae langsung meluncur baca ini . Kenapa?

    Pertama , aku forever in love sama mas mas korea yang bermata aneh itu //istridurhaka// //maafkansayamasyoungjae//

    Kedua, aku emang suka sih baca fanfic mu haha aku emang suka baca fanfic author2 ifk . Jadi ya boleh dibilang mau judulnya apa aja genrenya apa aja sama castnya kenal ga kenal ya aku baca asal author ifk mah aku percaya2 aja pasti ceritanya bisa dibuat tak terduga (sama kaya fanfic mu yg 1004) .

    Ketiga , gak ada dan keempat juga gak ada . Hahah soalnya kalo ada jugaa takut kamu males baca komen yang panjang dan lebar ini .

    Pokoknya sukses terus ya buat karir fanficmu❤ dan ya satu lagi aku seneng nemu author ifk yang ngestan gotsepen^^ . Bye dan senang berkenalan denganmu ;;)

    • Hallllooo Meri! Wah iya, seneng ketemu yang seline lagi di dunia maya ini. Wohooo rasanya kayak come back home. Ah, iya aku salah satu scriptwriter di IFK🙂 Komen atau enggak komen sih terserah pembaca, cuma ingetin aja untuk menghargai penulisnya😉

      Welcome then!😀 semoga fic-fic gotseben-ku gak mengganggu matamu yaa, dan semoga bikin seneng bacanya.

      Waahaha, kamu terjebak sama pesonanya orang itu yaa. Sesekali gapapa kok menistakan bias, sering juga boleh😄 hahahaha. Wah terima kasih udah seneng sama bacaan dari aku dan ifk! Thanks juga yaa udah suka 1004.🙂

      Nah, komen panjang emang banyak yang bilang malesin, tapi menurutku justru di situ banyak penyampaian the real feeling! yeay!

      jujurnya sih aku just interested/attracted sama gotseben. aku lebih ke nofandom dan belakangan paling cinta sama ekso. kamu bisa baca tentangku di page Futureasy. ;;)

      Last, thankyou!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s