[Drabble*] Good Morning, Baby

image

|| Title :  Good Morning, Baby ||  Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : [GOT7] Mark Tuan, [OC] Alluna Jun || Genre :  Fluff, Romance ||

|| Duration : Drabble || Rating : Teen ||

||  Soundtrack : A-Pink ㅡ Good Morning, Baby ||

Summary :

Sinar mentari lembut menyapa pagi. Pada saat itu, aku bertanya-tanya, mengapa kau selalu terlihat sempurna?

>




Pagi hari merupakan saksi bisu dari segala kegiatan yang aku lakukan. Sementara ufuk timur sana mulai menampilkan beberapa derajat bagian dari sang Surya, aku mengendap-endap ke luar dari kamar apartemen.




“Pagi, Mark-ssi,”





Aku tersenyum singkat setelah disapa begitu. Lalu membungkuk dan menyapanya balik. Namanya Alluna Jun, nama yang pantas untuk orang yang diberkahi. Aku kerap kali memikirkan, sebenarnya dari mana gadis ini berasal. Dia terlalu cantik untuk ukuran orang Korea, dan terlalu lembut untuk menjadi orang asing. Ia merupakan orang pertama yang menyapaku setiap pagi. Biasanya, aku melihatnya dalam setelan apik berwarna gelap dan beberapa buku di dekapan. Satu hal lagi yang aku banggakan, kami berada dalam universitas yang sama.







Namaku Mark Tuan, kelahiran tahun 1993. Baru-baru ini aku pindah ke apartemen di distrik 12. Dan betapa beruntungnya aku karena dapat memiliki a-girl-next-door macam Alluna. Meski berada dalam universitas dan fakultas yang sama, baik aku dan Alluna sama-sama tak pernah berpapasan di kampus. Mungkin ini dikarenakan aku bergabung dalam klub jurnalistik sedangkan dia sering kali bersama dengan orang-orang dari klub tarik suara. Ah, kudengar suaranya saat menyanyi sangat indah. Namun, sayang, aku belum pernah mendengarkan nyanyian merdunya yang dielu-elukan oleh banyak orang itu.








Gerimis menyapaku di pintu keluar apartemen dan aku yang tidak membawa payung hanya mampu berlari menuju halte bus terdekat. Sambil mengeringkan beberapa anggota tubuhku yang terkena cipratan air, aku memerhatikan sekeliling halte yang dipadati banyak orang. Hari ini masih hari kerja, dan aku nampaknya harus berdiri dalam desak dengan orang-orang ini. Tidak sampai bermenit-menit, bus yang akan kutumpangi terlihat dari kejauhan. Baik aku maupun orang-orang pecinta waktu ini sama-sama bersiap untuk masuk ke dalamnya.







“Hey, Pagi.”




Aku melirik orang asing yang menyapaku begini. Aku yang sedang terdesak oleh orang-orang di sekitar hanya mampu memberi senyum canggung ke asal arah. Lalu ketika aku menunduk, aku menemui kilatan iris kokoa itu lagi.











Alluna duduk tepat di hadapanku yang berposisi asal. Dia tersenyum manis padaku, serta mengucapkan selamat pagi ㅡlagi. Tidak apalah, toh ini Alluna yang kukagumi.










“Kau pasti butuh duduk, bukan?” tanya Alluna sembari menarik ujung kemejaku, membuatku memandangnya.











Sambil melirik orang di sampingku, aku hanya meringis sambil mengangguk. Lalu cepat-cepat menolak begitu Alluna hendak berdiri dari posisi duduknya. Oh, mana mungkin lelaki membiarkan perempuan berdiri hanya untuknya. Itu sama sekali tidak gentle.







Aku menyentuh lengan itu untuk yang pertama kali. Sambil menahan getar diri, menyuruh Alluna mempertahankan posisinya itu. Bukannya tidak mungkin juga kalau ada ibu-ibu yang langsung menyerobot posisinya sebelum aku duduk mengingat beberapa orang di abad ini yang bersikap egois.




Kami kembali disibukkan dengan kegiatan acak kami. Aku hanya memerhatikan bagaimana Alluna Jun di pagi hari, sedangkan ia hanya menyorot lalu lintas yang cukup ramai. Aku turut turun dari tumpangan bus begitu Alluna menekan tombol di pinggir jendela. Kami berjalan tidak bersisian, namun cukup untukku mengamati figurnya dari serong belakang. Alluna Jun nampak sempurna disirami sinar mentari pagi. Aku terus saja begitu sampai Alluna tiba-tiba berhenti menambah pijakkannya. Ia menoleh padaku lalu menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna donker.











“Ada keringat di wajahmu, Mark-ssi.” katanya sambil menahan tawa. Aku hanya mampu mengambil ulurannya itu, tapi menyimpan bendanya tanpa sempat mengusapkan keringatku kepadanya. Enak saja, aku menanti ini sejak lama, dan keringat bukanlah hal yang tepat untuk disandingkan dengan barang pemberian dari Alluna Jun.











“Terima kasih.” kataku kemudian. Alluna kembali menoleh, lalu membagikan senyum hangat padaku. Gadis itu kemudian menungguku menambah pijak, hingga kami berjalan bersisian.










“Apa kau mau tahu bagaimana caranya bisa mendapat tempat duduk di bus?”











Aku meliriknya dari ujung mata, lalu mengangguk ketika Alluna mengambil napas dalam-dalam.




“Aku pergi ke halte sebelumnya. Kau tahu ‘kan bahwa halte itu memiliki jumlah penumpang yang tidak seberapa.”







Ah, benar juga dia ini. Mungkin, selain cantik dan ramah, Alluna Jun juga memiliki kecerdasan yang tinggi. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepala sampai Alluna dengan tiba-tiba kembali berhenti memijak.




“Apa kau mau berangkat bersamaku esok pagi, Mark-ssi? Kita bisa duduk bersisian dan sampai di universitas bersama. Bagaimana?”











Aku diam saat itu. Bukan memikirkan jawaban untuk ajakan Alluna Jun itu, tapi lebih kepada menahan diri untuk tidak berteriak histeris saat itu juga. Tidak, aku harus mempertahankan image diri ini.




“Mau tidak?”











Aku mengangguk lagi setelah itu. Lalu turut mengulas senyum simpul. “Ya, baik. Aku juga bisa melindungimu kalau-kalau ada orang yang jahat.”







Alluna tertawa kecil atas kebodohanku dalam berkata-kata. Lalu ia berjalan mendahuluiku yang kembali ingin berteriak dalam histeria tinggi akan apa yang ia katakan sebelumnya.











Pagi itu; sinar matahari yang menyorot figurnya, senyuman indahnya, serta iris cokelat kokoa itu membuatku makin mengaguminya saja. Alluna Jun mungkin adalah malaikat yang mematahkan sayapnya dan turun ke bumi. Dan hal yang membuatku senang bukan main adalahㅡ










“Pergi berdua denganmu saja sudah membuatku berdentam-dentam bahagia, Mark-ssi.”












ㅡdia diturunkan di bumi yang fana ini untuk disandingkan denganku. Selamat pagi, Alluna Jun. Aku Mark Tuan, orang yang mengelu-elukan dirimu.

















Fin.

A/N:

Hallo! Aku balik bawa Mark: orang yang ㅡmenurutkuㅡ bernasib sama dengan Jin. Sama-sama lebih tua dari leader grupnya, tapi jauh lebih ganteng dari member lain. Hahahaha! Aduh, dan mereka berdua ini juga menggetarkan diriku sampe jadi dellusional gini. Hohoho. Thanks to Kaknyun ㅡbapkyrㅡ yang udah lebih dulu membuat nama OC yang pantas dan cantik untuk Mark Tuan. Horaay.

Comments allowed!

2 thoughts on “[Drabble*] Good Morning, Baby

  1. hai dhilaa!

    jujur, aku nggak kenal siapa mark tuan ini hehe maafkan aku kalo ngebayangin dia jadi oc/oc juga, tapi aku tau kok dia pasti ganteng karena kamu bilang dia ganteng /dirajam fans got7/

    anyway, seperti biasa. tipikal fanfic kamu lah, ini cantik sekali. dan manis. dan mudah dibayangkan. dan aku jadi pengen jadi alluna karena kamu gambarin si mark-nya lucuk banget. mauuuuuuu x3

    dan itu, itu, “—dia diturunkan untuk disandingkan denganku.” nendang laaah, gilakkkk. suka dhiil. seperti biasa, kamu menghasilkan satu lagi fanfic unyu-munyu yang bisa menjadi hiburan dikala luka yea sok puitis gini kan jadinya.

    ummm… cuma itu spasinya jadi jauh-jauh banget kamu bikin gitu atau wordpressnya yang bikin gitu? kalo kamu yang bikin, hmm, kenapa ga satu kali enter aja, soalnya kalo kamu bikin gini agak bikin bingung bacanya. kalo wordpress… yah, nggak heran. wordpress emang suka rese.

    anyway, tetap semangat dan keep writing ya, dhilaa! x3 aku bakal terus menghantui blogmu /melayang tanpa kaki/

    • HALO EVIN! YEHET!
      Tuhkan, aku jadi gaenak gitu soalnya kamu komen ficku lagi….😥 Maafin aku yaaah! Belom bermain ke wpmu yang penuh fantasi unik nan seru itu….

      Hoahahaha, perlukah kuberi foto Mark di sini? Etapi kamu harus sabar bin ikhlas ya soalnya Mark itu….. JURAGAN HATI PARA FANGIRL BANGET :”’)

      Hehehe, makasih loh sebelumnyaaaa, dan bagaimana bisa kamu mendeskripsikan tulisanku macam itu? HahahaXD aku tersanjung… makasih banget (hugs). Iya, aku juga pengen jadi Alluna, sebab namanya cantik namun cool juga dan serasa emang udah jadi jodohnya Mark gitu… uh uh uh.

      NGAHAHAHAHA. WELL, katakanlah akupun jungkir balik pas nulis part itu, VinXD

      Buat skandal spasi:
      Dear, wordpress…. BISAKAH KAMU TIDAK NYOLOT?! Aku kan cuma mau ngepost fic….. jangan dipersulit… huiks huiks…

      Buat evin : maafin dia yaah, wordpress emang suka khilaf gitu😥 aku pun sebel sama dia, tapi di sisi lain aku juga cintak lah sama diaaXD

      Siaap! Kamu jugaaaa!😀 hahaha, jangan menghantui, dong. Mewarnai ajaaa,😉

      [P.S] Melayang emang gapake kaki… hahahahaXD Thanks yaaa, Evin! :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s