[Ficlet] Some

image

|| Title : Some  ||  Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : [B.A.P] Choi Junhong, [OC’s] Im Soohee || Genre : Fluff, Romance ||

|| Duration : Ficlet || Rating : Teen ||

||  Soundtrack :  Soyou ft Junggigo ㅡ Some ||

Summary :

These days, it feels like you’re mine,  it seems like you’re mine but not

It feels like I’m yours, it seems like I’m yours but not

These days, I hate hearing that I’m just like a friend

.

.

.

.

Lapisan tanah yang aku injak amat lembap, membuat banyak orang yang turut memijaknya berdecak enggan. Aku menutupi bagian atas kepalaku dengan telapak tangan, takut-takut rintikkan air hujan menyinggung helai surai gelapku. Hari itu langit mendung, dan awan kelabu berlomba-lomba mengarak ke sana dan ke sini. Halte bus dipadati calon penumpangnya, juga beberapa orang yang memang berlindung dari guyuran deras yang tiba-tiba. Aku mengemu sendiri, berharap banyak ada yang dapat aku ajak beradu kata.

“Junhong-a!”

Aku menoleh ketika namaku disebut keras. Lalu tersenyum kikuk begitu menyadari siapa yang memanggilku. Im Soohee berdiri di samping tubuhku, berbalut pakaian terusan selutut berwarna putih dan biru tua. Helaian surai gelapnya terikat menjadi satu, serta tatapannya mengarah langsung menembus jarak pandangku. Ia mengulas senyum.

“Apa kabarmu?”

Dalam benak, ingin sekali aku tertawa kencang. Namun, apa dayaku ketika wajah tulus Soohee sudah lebih dulu mengisi retina yang sudah lama tidak menjumpai dirinya. Aku hanya mengencangkan genggamanku pada sampiran tas pundak, tidak lantas menjawab pertanyaan yang sebenarnya wajar dikeluarkan itu.

Setelah lima tahun tidak bertemu, dan yang kau tanyakan hanya apa kabarku?

“Baik saja. Kehidupan di Seoul tidak seburuk yang orang-orang bilang.” jawabku seadanya. Hampir saja aku mengemukan hal-hal dalam benak, namun kesadaranku mengikat penuh.

Setelah itu kami kembali tenggelam dalam kecanggungan. Soohee merupakan teman semasa kanak-kanakku, yang memiliki tempat tinggal beberapa blok dari kediamanku sendiri. Tubuhnya kecil, warna kulitnya seputih susu, hidungnya mancung, bibirnya tipis namun selalu berwarna merah muda. Aku ingat kapan terakhir kali bertemu dengannya. Hari itu hanami, aku bersamanya di taman belakang sekolah akhir. Sama-sama menikmati semilir angin yang berembus tenang.

“Tidak kusangka akan bertemu denganmu lagi di tempat ini, Choi Junhong. Tubuhmu semakin tinggi, kini aku sulit sekali mencapaimu.” Soohee mengungkapkan pendapatnya. Diam-diam, aku berpangku dagu sembari meliriknya dengan ujung mata.

“Memangnya kenapa?”

Soohee menoleh kepadaku, sedikit menengadah untuk menjumpai irisku. Dia kemudian tersenyum, menampakkan deretan gigi-giginya yang rapi dan bersih.

“Tidak mengapa. Hanya menyampaikan pendapat pada kawan lama.”

Baru saja aku ingin mengadu argumen, tapi pintu bus yang baru terbuka membuatku urung bicara. Kami naik perlahan-lahan, dan aku tidak terkejut jika Soohee kini berada di sampingku ㅡduduk tenang.

Ya, kini aku ingat lagi. Figur ini, satu yang membuat aku kesulitan menukar poin bicara. Dahulu, ketika melihat sorot matanya yang tengah menatap pada fokus lain, aku selalu berdentam. Aku kembali pada memori hari itu, hanami terakhir kami.

Soohee nampak seperti biasa, mengenakan seragam sekolah kami dan tas jinjingnya yang berwarna cokelat pekat. Surai kelam itu ia ikat dalam kesatuan, meski posisinya masih bersandar pada punggungnya. Kami menghabiskan banyak waktu di kebun belakang sekolah, menikmati tiap menit sebelum berpisah demi persiapan masuk universitas. Saat itu, aku dan ia berada dalam suasana yang canggung, sama halnya dengan kini.

Berikan aku nomor ponselmu.

Katakan, di mana kau tinggal sekarang.

Soohee, bisakah kau memberikan satu hal yang ingin kudapat pada hari itu?

Sooheeㅡ

“Junhong-a,” Aku mengerjap cepat ketika Soohee menyebut namaku. Fokusku beralih padanya, dan pikiran ini tenggelam dalam pekat irisnya.

Soohee nampak menimbang-nimbang. Gadis di sampingku ini sibuk sekali dengan kepalan telapak tangannya, sesekali ia melirik lalu lintas di luar jendela.

“Akuㅡaku inginㅡ” Ya? Kauingin apa? Apakah kau benar-benar ingin memberikanku sesuatu yang kuminta pada hari itu, Soohee?

“Aku ingin turun. Sampai jumpa lagi.”

Harapanku beterbangan pada atmosfer aneh di dalam bus. Baik Soohee maupun aku hanya mampu disibukkan oleh diri masing-masing, tidak berusaha untuk melanjutkan percakapan. Namun, pada saat itu, aku merasa tidak pernah rugi telah berdiam diri dan mengemu banyak-banyak di hadapannya. Karena, Im Soohee rupa-rupanya masihlah sejalur pikiran denganku.

.

.

.

Namaku Choi Junhong. Menetap di Seoul untuk sementara waktu demi menuntaskan bangku universitas. Semenjak dahulu, aku mempunyai seorang kawan; Soohee namanya. Aku ingat hari itu, perayaan hanami terakhir yang kami lalui bersama. Sore itu, di tengah embusan angin yang mencemooh, aku berdiri canggung di sebelahnya. Meski itu merupakan kebiasaan yang selalu kulakukan, rasanya berbeda dengan yang lalu-lalu. Sebab, pada waktu itu, ada satu hal yang kuminta darinya.

Soohee-ya, umㅡbisakah kau memberikanku pita putih itu?

Sebuah pita berwarna putih yang diikat penuh estetika. Soohee hanya berdiam diri saat itu, tidak memberi aku jawaban meski sampai kami berada di universitas berbeda di luar kota.

Hari ini, kali pertama aku berjumpa dengannya lagi. Soohee tetap sama, tidak berubah kecuali dengan sebuah alamat yang ia berikan padaku sebelum memijak turun.

Aku membunyikan alarm pemberhenti laju bus. Lalu menahan diri dengan susah payah untuk tidak langsung mempermalukan diri.

Kini, kali pertama aku berjumpa dengannya lagi setelah lima tahun berlalu. Soohee datang dengan tiba-tiba, menyapaku, menanyakan kabarku, duduk tepat di sebelah kanan diri ini. Sooheeㅡ

Maafkan keterlambatanku, Junhong Oppa.”

ㅡmemberiku sebuah pita berwarna putih; pertanda ia menerima perasaan yang kutahan selama bertahun-tahun.

Fin.

Allo!
Apakah harus ada after note? okay, it’s me! Dhila! Nulis ini setelah berlama-lama mabuk sama Some yang dibawain sama Soyu dan Junggigo dengan apik!😉 Naekkeo gateun na. ((Kemudian konser))
Yap, oke, segini aja dari aku. Ah! Satu lagi, belakangan ini aku sering banget ngepost fic yang aslinya kutulis udah lama. For your information, this one written on April 2nd, 2014.

Bonus Picture? Here you go!

image

image

image

(Those pinky hair Junhongs from our babyfaced-scriptwriter : Bapkyr. Thanks, Kaknyun!)

[Credit : Tumblr]

3 thoughts on “[Ficlet] Some

  1. hai dhill! i’m in a mist of nungguin temen latihan sesuatu nih, terus iseng buka-buka wordpress tadi sempet ngepost juga, eh abis aku kamu. kayaknya emang kita ditakdirkan untuk bersama /jeder/ /maksudnya apa?/

    kisah tentang yang sudah lama tak bertemu kembali lagi itu pffft banget tau nggak sih. apalagi kamu bikinnya dengan cantik begini. banyak hal yang pengen aku keluarin, pujian-pujian gitu tapi nanti ini komentar jadi oneshoot…😦

    anggep aku aneh, tapi aku sukak banget adegan pas si soohee mau turun dari bus dan si junhong ngarep itu. eh taunya cuma ngomong gitu doang ahahahaha x3

    udahlah, dhil you’re the best dalam masalah begini. maaf ya kali ini komentarku ga memuaskan kayak buru-buru. emang buru-buru, sih. temenku udah marah-marah di ujung sana hft. keep writing dhilaaa! semangat! <333

    • Halaw😦 Aku makin merasa berdosaXD
      Ceritanya aku buka notif wp dari hp sambil muter Overdose, dan ternyata jodoh fangirlku ada! Haha

      Wah aku juga suka gitu tuh, lagi bete-bete nunggu teman tau-taunya ada bacaan yang sreg, yaudah deh malah tenggelam dalam bacaan hahahaha.
      Makasih yang lebih😉 Tulisan kamu juga cantik, percayalah. Apalagi yang nulis perempuan X) Aww~ makin cantik sajalah tulisan itu. Hahaha.

      Akhirnya…. aku gembira banget ada yang menyadari scene hopeless+php itu😄 aku juga post ini di wordpressnya gabungan para scriptwriter (IFK) dan sejauh ini para komen belum menyadari scene tersebut kayaknyaaa…. hahaha. Pastilah si Junhong semacam “wth, gue kira apa-_-”

      HahahaXD kasian maknae-oppaku itu huhu. APADEH YANG GAK MEMUASKAN?! Kan udah sering kubilang kan, komentar dari kamu tuh selalu bikin aku senang! My Twin! Hahaha. Otw wpmu, kemaren aku baru baca interludenya Normal, belum dilanjutin soalnya notif lineku penuh mulu minta diread sama dibales hahahaa.

      Okeokee, Evin! Seeyaaaaw!❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s