Exception

|| Title :  Exception || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast :  [YG’s Trainee : Lalice] Lalisa Manoban, [GOT’s : BamBam] Kunpimook Bhuwakul || Genre : Friendship, Hurt/Comfort ||

|| Duration : Drabble || Rating : Teen ||

Jangan menangis.

Kenapa?

Hanyaㅡjangan menangis.


.

.

.

Lalisa Manoban bukan tipe gadis yang suka dengan kerumunan. Bukan juga salah satu yang gemar begitu menyendiri. Biasanya ia menghabiskan waktunya bersama beberapa teman, atau  ㅡbelakangan iniㅡ tidak sama sekali. Dia menarik oksigen kuat-kuat, seolah mengunci perputarannya di paru-paru sembari menelisik bulan yang menggantung di langit malam.

“Lalisa!”

Meski namanya disebut-sebut, ia tidak lantas menoleh. Kepalanya justru menunduk, seperti enggan mengatakan apa-apa. Kun di depannya terengah-engah, napasnya memburu selagi ia membungkuk dan menumpukan tangannya pada tempurung lutut.

“Semestinya kamu tidak lari seperti ini,”

“Kenapa?”

“Aku kesulitan mencarimu.” aku Kun keras-keras. Pemuda itu membuang sisa pernapasannya serta berjalan mendekati kawan baiknya itu.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul duapuluh tiga lewat beberapa menit. Kelelawar dan beberapa binatang-binatang malam sudah ke luar dari persembunyian mereka. Suara-suara burung hantu pun tak terelakkan. Dengan ujung matanya, Kun bisa melihat Lalisa menitikkan banyak air mata.

“Astagaㅡkubilang kan jangan menangis.” tukas Kun hati-hati. Ia menepuk-nepuk pundak temannya, berharap bisa membantu banyak.

Surai gelap Lalisa memantulkan cahaya keperakkan bulan malam itu. Ditemani Kun, si gadis akhirnya bisa mengeluarkan keluh-kesah yang ia simpan sampai gulana menyerbunya tiada henti. Mereka duduk dalam geming di ruangan tanpa barang itu. Sesekali Kun melirik jendela luar, mencoba mengintip bintang-bintang yang berkerlip di antara permadani langit.

“Kamu tidak pernah mengatakannya padaku, Kun. Bahwa kamu akan dijemput debut, bahwa kamu meninggalkan aku sebagai trainee.”

“Bukankah kamu selalu bisa menebak apa-apa saja yang aku sembunyikan?”

Lalisa menggeleng, punggung tangannya menghapus sisa air mata keras-keras. “Bagaimana aku bisa mendapat jawabannya jika semua orang yang tahu memilih bungkam?”

Kun menelan segumpal liur. Dia memejamkan matanya beberapa saat. Sebentar lagi dia memang akan meninggalkan masa sekolahnya, menjauhi Lalisa, dan sukar bertemu lagi dengannya.

“Aku hanya tidak bisa.” Kun menarik napas. “Aku tidak mau melihatmu menjadi lesu. Aku hendak menyampaikannya dengan caraku sendiri.”

Kun menghitung waktu sampai dia kehilangan ritme. Rupa-rupanya mereka berdua semakin saja direngkuh geming. Dengan kaku, Kun merangkul bahu bebas milik Lalisa.

“Jangan menangis,” gumamnya lagi. Sementara si gadis meliriknya. Bukan, bukannya Lalisa enggan mendengar kalimat itu diucap banyak-banyak, melainkan dia sudah tahu makna di balik semua kata-kata yang biasa dianggap motivasi itu.

Sambil tersipu-sipu, Lalisa menepuk-nepuk kepalan tangan Kun halus. Dia menyenggol kepala pemuda yang berpostur lebih pendek darinya itu dengan bahunya. Tidak berlama-lama wajah kuyu Kun sudah mengisi retinanya.

“Oke. Memang tidak ada yang menangis di sini. Jadi, simpan kembali air matamu itu, Kunpimook Bhuwakul.” rujuk Lalisa sambil menunjuk kilatan bening yang berkasat di manik Kun.

Gadis itu tertawa ringkas. Dia memeluk pemuda yang lebih kecil darinya itu sambil menahan segala rasa yang membuncah di rongga dada. Ah, betapa ia menyayangi rekan sejawatnya ini.

“Hanyaㅡjangan menangis, Kun.”

Fin.

A/N :

What else? Ini aslinya pengen dipanjangin, beneran! Cuma, aku ngerasa kisah BamBam sama Lalice di site ini emang harus dimulai dari konflik-konflik kecil yang nyata adanya. Mereka memang udah bareng sedari tahun 2009an dan gak nutup kemungkinan bahwa hal semacam di atas pernah dialami ㅡya, walaupun gak harus scene yang aku buat juga sih yang sama. Hahaha.

2 thoughts on “Exception

  1. aku baca nothing except dulu baru ini dan aku mengumumkan kepada dunia bahwa ini pairing aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk ya ampun mereka manis banget yaaa. bikin iri begitu😦 aduh nasib /kicked/

    pengen punya sahabat sebaik kun. pengen banget dihibur kayak gituuuuuu pengen. still, aku emang ga kenal siapa lalice, tapi aku membayangkan dia sebagai cewek cantik yang manis gitu lah ya. dan kalo yang nothing except itu fluff, di sini kerasa banget hurt/comfortnya. cuma aku emang agak ngerasa aneh dibagian yang kun ikut nangis itu, tapi ga papa kok. cuma akunya aja yang ngerasa tenang aja.

    over all ini bagus banget. dan aku tetep jatuh cinta terus-terusan sama diksi kamu. keep going dhilaa! semangat!

    • Huahahaha gak apa-apaa! Toh ini semacam Stand-Alone kooks😉 Jadi boleh baca yang mana aja duluaan. Hahaha. Iyaaa! X)) Coba kamu liat youtubenya Wee Zaa Cool tahun 2009! Aduh itu Bambam masih unyumunyu sekaliii. Bambam yang paling pendek di antara 5 orang, dan Lalice yang paling tinggi😀 Kontras banget emang mereka berduaa. Tapi sekarang tingginya Bambam udah menyusul kooks!😀

      Nasib sekali memang! Aku juga pengen punya sobat macam Bambam gini😦 WAE GOD WAE hahahaha oh! Mau aku kasih pictnya Lalice? Nanti aku taro jadi Bonus Pict yaa!😉 Pokoknya, biarpun rupanya Lalice ada aura dewasanya, still, dia seline sama Bambam. Sama-sama liner 97!😀

      Bambam ikutan nangis? Hahaha itu dia. Jadi sebelumnya sempet aku singgung, kalo setiap Bambam ngomong “Jangan menangis,” itu berarti dia bukan ngomong ke Lalice, tapi lebih ke motivasiin dirinya sendiri biar gak menangis. Hahahaha. Soalnya dia tau kalo Lalice itu tegar, dan awww uri cutie maknae ini kan suka nangis… (biarpun Yugyeom jauh lebih sering) hahaha.

      Aaaa aku jatuh cinta sama setiap yang ada sama Fantasy Giver deh! Hahahaha. Thanks bingiits, Evin kamu udah datang lagi dan menyemarakkan notifku yang sepi huhuhu :””) THANKIIIES {}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s