Needed

|| Title : Needed || Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : [BTS] Jeon Jung Kook [Chocolat] Tia || Genre : Family!AU, Twin-ship!AU ||

|| Duration : Drabble || Rating : Teen ||

|| Soundtrack : Sung Si Kyung – To You ||

Summary :

Pada saat itu, aku hanya berpikir, mungkin kamu memang sangat membutuhkan eksistensi diri ini.

.

.

.

“Kenapa melamun begitu?”

Tia melirik sosok pemuda di sampingnya. Sambil menunjukkan wajah masam, ia meringkuk di atas ranjangnya. Saat itu pukul tiga dini hari, dan keduanya sama-sama tidak dapat pergi tidur.

“Apakah sangat sakit, um?”

“Ya.”

Jung Kook mengembuskan napasnya keras. Ia menarik sebuah bantal dan mendorongnya hingga posisi pinggang Tia terangkat. “Bagaimana?”

Ia melihat air mata di pelupuk gadis itu, menjumpai kulit wajahnya dalam geming yang diciptakan Tia sendiri. Jung Kook memang tidak dapat merasakan bagaimana rasa sakitnya, namun ia berusaha dengan baik untuk merawat Tia hingga gadis itu membaik.

Menemukan gadis jelita itu mulai memejamkan mata, Jung Kook pun beringsut sampai lengannya merasakan genggaman lemah. Air mata Tia menuruni lekuk pipinya, gadis itu meringis. “Masih sakit. Sangat sakit, Jung-ah.”

Tanpa banyak berbicara, Jung Kook mengusap-usap helaian surai cokelat kokoa si gadis. Seandainya saja ia dapat menukar rasa sakit itu, ia pasti akan melakukannya. Dia pun melirik jam di dinding kamar Tia, lalu mengirup oksigen dalam-dalam.

Sepanjang tahun berada di samping gadis itu membuat Jung Kook hapal benar tingkah-polah Tia. Gadis itu senang bergaul, namun tak jarang juga Jung Kook menemukannya berada di antara kesenyapan. Semenjak menginjak bangku sekolah menengah atas, tungkai kaki Tia memang sudah jarang merajut langkah ke berbagai tempat. Itu jelas dikarenakan tulang punggungnya yang bermasalah. Jung Kook dengar ini sempat menjadi masalah yang serius.

“Tolong sampaikan pada senior Sung Jae, atau titipkan pada Yerin pemberitahuan bahwa aku sakitㅡ”

“Aku tidak akan masuk.”

Tia menoleh, tatapannya menuju langsung pada Jung Kook yang memandangnya serius.

“Kamu sendirian di sini, Tia. Tidak mungkin aku meninggalkanmu di rumah.”

“Tidak.”

“Dengarkanlah kakakmu sekali-sekali, Tia.” Jung Kook menepuk-nepuk puncak kepalanya dan menyematkan senyum geli.

Ya! Kembali sana ke kamarmu. Kamu di sini hanya membuatku kesal, Jung Kook!”

Jung Kook mengerutkan dahinya, ia menunjuk-unjuk bantal di balik punggung Tia. Pemuda itu bersedekap, membuat si adik harus memutar pandangan.

“Kamu hanya lahir dua setengah menit lebih awal, Jung Kook. Nah, sebagai buktinya, lekas tinggalkan kamarku. Jangan berkelit menemaniku di sini, toh aku tahu kamu ketakutan berada sendirian di luar kamarku ini.” Tia mendorong-dorong lengan Jung Kook. Si pemuda hanya menggerutu kesal.

“Tunggu sampai ayah dan ibu kembali! Ugh, lagipula aku tidak takut pada hantu!” beritahunya sambil lalu. Jung Kook berjalan dengan langkah besar-besar sampai bayangannya hilang di balik pintu.

Tanpa kehadiran pasangan kembarnya, Tia mulai merasa kosong ㅡlagi. Bukan kemauannya juga untuk bersikap terlalu apatis akhir-akhir ini, tetapi itu semua karena dia pun semata-mata ingin mencoba menjadi pribadi yang individualis dan tidak selalu bergantung pada Jung Kook. Gadis itu menghela napas, menubruk dinding kegelisahannya dengan suara daun pintu yang dibuka; kepala Jung Kook menyembul dari celahnya.

Um, akuㅡaku akan tidur di sini saja.” katanya sambil menutup pintu. Pemuda itu telah membawa serta sebuah bantal kepala dan selimut yang ia sampirkan pada kedua bahu.

Sambil menahan geli, Tia bergeser sedikit sampai dia meringis menahan sakit. Jung Kook yang melihat itu buru-buru bergerak gelisah.

“Kamu baik-baik saja? Apakah rasa sakitnya masih dapat ditahan?” Jung Kook memegangi dahi Tia yang kini terasa hangat. Ia merasa pedih melihat pasangan kembarnya itu menjatuhkan air mata lagi.

Pelan-pelan, ia pun membaringkan diri di samping gadis itu. Ia menghadap tubuh si gadis dan menatapnya prihatin. Malam itu, Jung Kook memegangi telapak tangan Tia sampai adiknya dapat tertidur. Setelah menarik kembali bantal di bawah bagian pinggang Tia dan memastikan adiknya tidak terbangun lagi, ia pun memejamkan mata. Dia meringis tiap kali Tia menahan sakit di tengah lelapnya, dan si gadis mengulas senyum ketika Jung Kook menarik sudut-sudut bibirnya ㅡmeski keduanya bergerak secara tidak sadar.

“Pada saat itu, aku hanya berpikir, mungkin kamu memang sangat membutuhkan eksistensi diri ini. Begitu pun sebaliknya, ‘kan?”

Fin.

A/N:

Hello there! I’m back! Kali ini nyeret duo-maknae (yang sebenernya maknaenya itu Melanie sih) yang liner 97. Wohoo! rasanya nulis ini familiar banget. Sempet nyuri scenenya eungdabhara 94 dan emang masukin problema pribadi : masalah tulang punggung. Ugh, sakit banget kalau di luar sana ada yang ngerasain juga. Rasanya gamau gerak, dan memang sulit bergerak. Dan seandainya emang ada Jung Kook di deket aku dan diperlakukan sama kayak Tia, rasanya aku terbang deh! hahaha. Dan nulis ini juga sambil muter neoege-nya Sung Si Kyung yang merupakan aransemen dari lagu lawas berjudul sama, dinyanyikan sama senior Seo Jin Tae dengan suara yang imut haha. Enak banget deh, disesuaiin sama scene dramanya juga soalnya.😀

[P.S] Tadinya aku bingung, mau Tia atau Melanie. Karena, secara facial, somehow aku ngerasa kalo Tia lebih mirip ke Jung Kook ketimbang Melanie. Dan beribu tapi, aku ngerasa nama Tia mau pun Melanie samasama ‘nyangkut’ ke Jung Kook di sini. Menurut kalian gimana? Aku bisa ganti cast-nya  kalau emang berkehendak like kelabilanku ini. Dan Melanie kayaknya bagusan crack-couple sama Jung Kook, not as brother-sister. Hahaha. Thanks before!

Comments still allowed

Bonus Picture?

Here you go!


image

image

image

image

Syokolla’s Tia? Here it is

image

image

image

image

Credit : Fanclub’s gallery

4 thoughts on “Needed

  1. mukanya tia mirip siapa ya…….. aku kayak familier gitu deh…..

    DAN YAAAA aku mau banget lah punya kakak laki-laki (atau kembaran laki-laki) yang seunyu dan seperhatian ini. IH mau banget. sakit aja ditemenin sampe bela-belain ga sekolah. sini kamu aku peyuk dulu ah jung kook x3

    saling membutuhkan eksistensi satu sama lain itu best banget. aku suka tuh line terakhir yang kamu quote itu HAHA itu manis banget.

    kamu juga punya sakit tulang, dhil? aduh, temenku juga ada yang punya dan katanya emang sakit banget. jangan kecapekan dhil nanti kambuh. take it easy aja kalo beraktivitas. semoga nggak kambuh lagi dan cepet sembuh yaaa!

    keep writing dhilaa!😄

    • Evin!
      Sorry for skipped twice dan baru bales komen sekarang hahahaha. Kebetulan aku lagi agak santai dan baru bisa balesbalesin komeen. Tapi percayalah, komenmu ini udah kubaca sejak ada notif dari kamu kooks😉

      Kayak…….aku,mungkin? HAHAHA
      Aku juga mau :”” thats why i wrote this one. Sini aku wakilin aja yaa peluknyaa hahahahaXD

      Bukan sakit sih, um jadi sempet nyerentek gitu badan…. dan mungkin karena sekitar dua minggu full itu aku bawa bawaan yang beratnya minta ampun, jadi agak bungkuk kan akunya, dan itu bikin sakit. Astagaaa, dan pas banget dokter aku lagi ke luar negeri :” WAELAHWAE Tapi sekarang udah sembuh kooks! :’D aku juga udah terapi bantal gitu. Hahaha. Syukurlah gak paraah
      Okeee, makasih banyak uri twin! Aaaaaaaaaa okeee thankies yaaa Evin!
      Okeee youtooo;)

  2. Hai kak Dhila ^^

    Btw, aku suka sama fanfic yang ini. udah lama aku nunggu kak jungkook di pasangin sama selain OC/? ternyata aku baru nyadar kalo tia itu emang kurang cocok buat jadi couple kak jung, tapi malah cocok buat di jadiin sibling._. umm mereka emang rada mirip menurutku. dan what? kak dhila bikin mereka jadi kembar farental gini dan ini membuatku merasakan feeling yang luar biasa/?.

    feelnya dapet kok. aku juga sempet pernah mikir enak kali ya punya kembaran tapi beda jenis, apalagi yang mukanya kayak Himchan._./? #abaikan.
    Oke keep writing, kutunggu fic selanjutnya🙂

    • Hai Marla! Haaha, thankies udah main ke sini yaaa
      Weh kan! Aku seneng lah kalo kamu udah nungguin ficnya dekjungkuk. Eciee panggilnya Kak😀
      Asiiik, pasangan kembar emang bagus menurut aku, apalagi kalo gak sejenis hahaha. Semacam manis gitu

      Okeee, hah? Mau kembar sama Himchan? Haha okelah okee. Btw Marla thanks yaaa udah mampir dan baca dan komeeen. Seeyaa😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s