Answer Me

image

|| Title :  Answer Me ||  Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast : [BTS] Jeon Jung Kook, [Chocolat] Tia || Support Cast : [BTS] Jung Hoseok, [GOT7] Kim Yoogyeom, [GOT7] BamBam || Genre : Family!AU, Sad ||

|| Duration : Ficlet || Rating :  Teen ||

||  Soundtrack :  Frozen – Do You Want To Build A Snowman? ||

Summary :

Do you want to build a snowman?

.

.

.

Do you want to build a snowman, come on let’s go and play. I never see you anymore, come out the door. Its like you’ve gone away. We used to be best buddies, and now we’re not. I wish you would tell me why. Do you want to build a snowman?

It doesn’t have to be a snowman.

“Jung Kook-a,”

Hari itu salju turun lebat sekali ketika kilat bening dari iris cokelat kokoa Tia menyapa kaca jendela. Gadis kecil itu mengetuk-ngetukkan jemarinya ke atas meja, bingung ingin melakukan apa. Bangunan yang dihuninya sedang sepi, ditinggal pergi penghuni-penghuninya semenjak malam misa lalu. Tia melirik pintu kamar di sudut ruangan yang tertutup rapat.

Oppa-ya,” panggilnya lagi, namun tetap tidak ada jawaban dari dalam. Tia mengembuskan napasnya keras, masih berdiri canggung di depan pintu kayu bercat putih itu. Tubuhnya yang pendek serasa diolok oleh kesenyapan ruangan.

“Apakah kamu mau membuat boneka salju? Ayo, keluar, Jung Kook.”

Ini mungkin terdengar jenaka. Tetapi, nyatanya tidak sama sekali. Tia menghabiskan hampir setiap harinya sendirian. Dia bertugas melipat pakaian-pakaian milik para anak asuh lainnya, dan Jung Kook berwenang untuk mengawasi lipatannya. Namun, semenjak mendengar berita bahwa orang tua asuh tidak mau mengadopsi mereka berdua secara langsung, eksistensi bocah lelaki itu tiba-tiba saja berkurang dari kehidupan Tia.

Jung Kook dan Tia dilahirkan sebagai pasangan kembar. Satu jenis yang selalu bersama ke manapun langkah membawa mereka. Di usianya yang baru menginjak enam tahun ini, biasanya mereka akan bermain berdua. Akan ada tawa ceria Tia setiap sore dan Jung Kook yang hanya tersenyum-senyum sembari memerhatikan adiknya itu. Ini jelas menyatakan bahwa mereka tak akan pernah mampu dipisahkan. Tidak sekalipun Jung Kook yang hendak diasuh diperbolehkan menjenguk Tia setiap hari. Tidak, karena yang ia inginkan adalah pasangan kembarnya selalu bersama dengannya.

“Jung Kook-a, aku sudah tidak pernah melihatmu lagi.” Tia berteriak kencang sekali. Ia memainkan ujung rajutan syal yang terlepas dari lainnya, lalu melirik pintu kamar itu lagi. “Aku ingin bersama denganmu lagi seperti kemarin.”

Hening yang menyeruak menenggelamkan hasrat ingin bermainnya dan Tia yang terperangkap geming begitu suara Jung Kook terdengar dari dalam.

“Pergilah, Tia.”

Gadis kecil itu mendengus. Ia pun membalikkan badannya, menatap jendela dan salju di luar lamat-lamat.

Okay, bye.

.

.

.

Do you want to build a snowman? Or ride our bikes around the hall. I think some company is overdue, i started talking to the pictures on the walls. It get the little lonely, all this empty room, just watching the hours tick by.

“Ya! Jung Kook-a!”

Tia bersuara nyaring dari sudut ruangan. Gadis berusia sembilan tahun itu kemudian mengetuk pintu kamar bercat kelabu ituㅡibu panti menyuruh mengganti warnanya.

“Apakah kamu mau membuat boneka salju?”

Gadis itu menendang pintu di depannya. Rupa-rupanya menahan kesal itu sulit sekali. Ia sampai menolak ajakan bermain dari Pimook dan Yugyeom hanya untuk menanyakan Jung Kook pertanyaan yang sama. Dan semestinya ia sudah dapat menebak, bahwa Jung Kook tak akan menjawab apa yang ia pertanyakan. Jung Kook terlalu angkuh untuk itu ㅡbaginya.

“Oh, ayolah! Kamu begitu manja! Aku sampai berbicara pada lukisan di dinding, tahu.”

Gadis itu merasakan sesuatu yang mengganjal. Ia tahu bahwa Jung Kook sedang merasa sedih di dalam sana. Dia tidak ingin kakaknya itu menangis. Tidak, karena dia akan turut melakukannya.

“Di sini sangat membosankan,” Volume suaranya mengecil. Tia menyandarkan punggungnya pada pintu kamar Jung Kook. “Bagaimana mungkin aku harus sendirian di tengah waktu yang menyebalkan ini?”

Ada suara dari dalam. Seperti ketukkan benda secara berkala. Seolah Jung Kook sedang membuat sesuatu di dalam sana. Tia pada akhirnya hanya mampu menunduk, dan susah payah mengintip dari celah kunci di daun pintu.

“Ah, kamu merindukan bermain sepeda, huh? Maka itu, kamu harus keluar, Jung-a. Aku menantangmu.”

Tia menahan sisa pernapasan hingga kedua pipinya menggembung. Gadis itu kemudian membuka jendela, berniat memanas-manasi pasangan kembarnya itu. Dia ingat jika dirinya dan Jung Kook sama-sama menyukai tantangan dan benci jika harus menahan diri untuk itu.

“Hoseok oppa! Ajak aku bermain!” Tia berseru dari jendela. Suaranya disapu embusan angin musim dingin dan membuatnya kembali mengembuskan napas keras.

Ibu panti jatuh sakit beberapa hari yang lalu. Semua tetua turut merawatnya di rumah sakit. Dan Hoseok adalah salah satunya. Ini suatu kebohongan besar baginya, dia merasa berbuat salah pada Jung Kook yang kesepian. Namun, yang bisa dilakukannya hanya kembali ke dalam kamar. Tia menarik selimutnya dan menutupi seluruh bagian tubuhnya dengan kain tebal itu ㅡmeringkuk di dalamnya.

.

.

.

Pagi yang mendung menubruk pandangan Tia. Gadis itu beringsut menjauhi ranjangnya. Ia melihat refleksi dirinya di cermin.

“Tinggiku bertambah lagi,” gumamnya pelan. Ia kemudian memerhatikan surai cokelat kokoanya yang terurai panjang.

“Jung Kook, apakah kamu lebih tinggi dariku?” Dia menggumam lagi. Tatapannya tidak fokus, sesuatu bergejolak dari dalam dirinya.

Setelah pemakaman ibu panti dua tahun silam, dan perayaan ulang tahunnya yang ke lima belas, Tia lebih banyak mengurung diri. Ia ingin merasakan bagaimana hidup seperti Jung Kook.

“Tia,” Gadis itu menoleh begitu namanya disebut. Ia menemukan Jimin di depan pintu kamarnya. Dengan langkah malas, gadis itu menghampiri si pemuda.

Umㅡakuㅡaku inginㅡum,”

Tia menaikkan sebelah alisnya. Heran akan pemuda di depannya. Mungkinkah Jimin ingin meminjam sesuatu?

“Aku ingin mengajakmu pergi pekan ini!” beritahu pemuda itu sambil menunduk malu. Sementara Tia yang sedari tadi tersenyum, kini kehilangan dirinya.

Wajah gadis itu cemberut. Ia tersenyum kaku sambil menggeleng. “Maafkan aku. Tapi, pekan ini dan seterusnya aku harus menemani Jung Kook.”

Jimin melirik pintu kamar bercat kelabu itu. Lalu memamerkan cengiran kikuk. Ia mengusap-usap bagian tengkuknya sendiri.

Uhㅡoke.”

Tia mengangguk sambil menepuk pundak pemuda itu. Lalu mendekati pintu kamar Jung Kook.

“Kamu dengar? Aku baru saja menolak seorang pemuda lagi. Aku mengesampingkan mereka dan berkata aku menunggumu setiap waktu, Jung-a,”

Gadis itu mengetuk pintu sambil menggigit bibir bawahnya. Lalu mengerling ke arah lain ketika air mata berkilat dengan jelas.

“Jung Kook, please. Mereka bilang kamu menghilang, dan aku tidak mau percaya itu. Aku selalu di sini, menunggu waktu yang tepat.” Tia menarik oksigen dengan paksa. “Aku tahu kamu ada di dalam dan mendengarkanku, Oppa.”

I know you in there. People asking where you’ve been. They say ‘have courage’ and I’m trying to, I’m right out here for you. Just let me in.

“Ijinkan aku masuk. Aku memohon padamu, Jung Kook.”

We only have each other. Its just you and me. What are we gonna do?

Hening seolah menjadi saksi bisu di antara air mata yang membasahi pipinya. Tia menekuk lutut dan memeluk lipatannya. Menyapu marmer dingin dengan telapak kakinya dan menyandar pada pintu kelabu itu. Ingin sekali ia berteriak dan membuka paksa pintu itu, lalu berkata pada Jung Kook bahwa mereka hanya memiliki diri satu sama lain. Dan bahwa sesungguhnya tiada satu hal yang dapat dilakukan dalam keadaan terpisah. Mereka tidak akan mencapai tujuan yang benar jika tidak berada dalam jalur yang sama.

“Apakah kamu tahu mengapa aku selalu bersedih tiap kali menolak ajakan pemuda-pemuda itu?”

Tia mendengar tubrukkan kecil pada pintu di dalam. Ia mengulas senyum pahit.

“Itu karena aku hanya menginginkan satu pertanyaan, Jung Kook. Satu pertanyaan dan satu jawaban yang selama ini aku selalu idam-idamkan. Kamu selalu membuatnya menjadi bagian dari hidupku.”

Ia menahan tangisnya yang hendak memecah kesenyapan dan bersuara sekali lagi dengan paraunya.

Do you want to build a snowman?

Fin.

A/N:

Owkay, bye. (Ceritanya sedih)
Jalan cerita ini, karakter ini, main-cast ini ; percayalah semuanya adalah favorit aku. Aku ngehayati banget pas nulis ini dan agak gak rela karena berasa feelnya kurang greget.

Inspired by Frozen.



Comments allowed!

6 thoughts on “Answer Me

  1. hai dhila!

    whoa tentu aja poin pertama kamu itu diksi ya, itu udah ga perlu diragukan lagi. karena mau kamu sampe bosen bacanya pun aku bakal tetep bilang kalo aku menyukai diksimu banget-bangetan x]

    umm terus… ini bagus, sih. bagus banget malah. cuma iya, aku kurang berasa feelnya aja. but it’s okay kok. mungkin aku doang yang kurang ngerasa karena emang aku lagi nggak sedih.

    tapiiiii kamu hebat deh bisa bikin sebuah plot yang udah ada di dalam suatu lagu menjadi suatu cerita x) itu special banget menurutku, karena aku cukup kesulitan kalo misalkan bikin song-fic macam begini. dan karena kamu bikinnya dengan rapi, cantik, bagus banget. makanya kamu hebat XDD

    dan yeay! ini frozen! aku suka banget sama soundtrack-soundtracknya film frozen. dan do you wanna build a snowman ini lagu kedua kesukaanku setelah for the first time in forever. aku bahagia banget bisa nemuin fanfic se-precious ini dengan lagu itu :33

    keep writing dhilaa! semangat! i love you<3

    • Halooo, Evin!😀
      Yaa seperti yang udah kubilang, aku minta maaaaf karena baru bisa bales komenmu yang sweets setelah dua hari :””’ maafkan aku!

      Hihihik, aku jugaak, dan maaf yaa aku belum ke wpmu lagiii. Padahal udah kangen hahaha. Gak kook, aku gak bosen, malah terusterusan terharu… syinisyini kamu aku kasih virtual hugs! {}

      Ah, jangan sungkan, emang aku juga ngerasa ini kurang feel kooks. Hahahaha. Dan emang ini cuma based on ide dadakan karena playlist muter lagunya ajaa.😄

      Ooo kamu suka FTFTIF? Aku juga, tapi gak begitu. Sukanya di part yang bareng sama Elsa “anna you only make it worst,theres so much fears, you’re not save here.” HAHAHAHAK. Itu drama abis.

      Wiiiii kamu juga precious! Kamunya yang precious! And so with your fictiones!

      Ilaafyaaatooo (salam olaf!)😀 hihihik makasih banyaakbanyakbanyaaak buat Evin yang udah selalu dateng :’) menemani notifku yang senyap haha. Seeyaaaaa{}

  2. KAK DHILA HALO!

    Pertama kali liat ini pas ngecheck pembaca wordpress, dan itu langsung seneng banget ada SC asli dr IFK yang buat FF ttng BTS main castnya favku, v&kook.
    Terus langsung buka, apa lagi lucu banget inget FF kak dira ttng jongkok kemaren..

    Dan..
    asdfghjkl
    Kak dhil aku pengen nangis ini… anak yatim emang waktunya selalu kurang untuk menikmati kasih sayang dari siapa pun :((
    terharu ih.

    Oke, lalu FROZEN ASTAGA, aku langsng bayangin yang di cover itu bukan siapa siapa selain OH SEHUN kemudian BERASA MAU LEMPAR TUH FOTO SEHUN YANG FROZEN ((nes, tahan nes))

    That’s my experience when I read ur fic.
    Kbye kak //pergi dengan coolnya//

    gurlzbeat

    • Halo, Nessa!😀
      Wahahaha thanks yo udah mampir dan baca. Eh, maksud kamu Ask Me? Itu udah lumayan lama kooks. OC Lily somehow manis sekali buat dekjungkuk, aku juga seneng banget liatnyaaaa

      Aaaah :”” makasih udah hampir nangis. Hahaha Wihiya dong! Frozen… abis waktu nulis ini (awal april lalu) aku emang abis nonton Frozen sih.. jadinya agak anyut duyuwantubild a snowmannyaaa😄

      Hah?! Kenapa lah, nessa, kamu nyebutnyebut jodohku di Koriya sanah itu… hahahaha
      Okee, dadaaah Nessa! Thankies udah baca dan komen yaaaa

  3. Nyesek, Kak😥 Kasihan banget si Tia diacuhin sama Jungkook. Tapi, boleh aku bertanya? Alasan Jungkook gitu kenapa ya? Aku rada kurang ngerti. Apa karena orang tua asuh gamau ngambil mereka secara bersamaan, jadi Jungkook ngerasa gimana gitu sama Tia?
    Oh iya, aku mulai sadar kalau sekang diksi Kak Dhil makin tinggi. Jelas makin keren dan bagus pokoknya hehehe😀 Aku jadi makin suka //ditendang//

    Dan aku juga suka sama film Frozen. Apalagi sama lagu ini, lucu nadanya, tapi menyedihkan. Empat jempol buat Kak Dhil //dua minjem punya V//

    • Holaholaholaholaaaaa Fira:D
      Seneng deh kamu baca yang satu ini dan komen lagi🙂 Thanks beforeee

      Iyaa,😥 waejungkookwae. Dan ah mungkin maksud kamu di sini adalah Tidak acuh? Soalnya, kata Acuh dalam KBBI sama artinya dengan peduli atau menaruh atensi. HahahaXD beda ya sama yang kerap dipakai orangorang. Yangpenting jadi tauuu😉

      Okaaay alasannya sebetulnya sangat simple yet weirdo! HahahaXD aduh aku emang suka aneh. Ya jadi alasannya kenapa Jungkook gamau keluar dari kamar ituㅡkalaupun keluar, gaketemu Tiaㅡ karena dia ngerasa kecewa sekaligus takut. Karena setiap calon orangtua asuh yang selama ini hampir mengadopsinya itu selalu mau ambil mereka tapi secara terpisah. Dia keberatan, dan gakmau kayak gitu. Sementara dia tau Tia pun gak akan mengiyakan kalau Jungkook gak bilang iya. Jadi, Jungkook lebih milih diam seribu bahasa biar Tia juga diam dan gadiadopsi-adopsi sama calon orangtua😀 hehehe semoga kamu mengerti yaa. Aduh maafin aku banget ya, Fir😦 Ini agak sulit dimengerti, soalnya goalku dipasin sama lagu yang tengah diputer sih pas nulis😄 huh dasar dhila

      Alhamdulillah wasyukurillah, Fir :’) berkat pembaca sepertimu dan juga dorongan teman-teman Scriptwriter juga lah tulisanku bisa berkembang dan tidak terlalu sepurba yang dahulu hihihihik :’D

      Iyaap! Ini ditulis ketika udah benerbener mabok dan hendak menyudahi kemabokkan kan Frozen ketika dengan tibatiba Playlist muterin Do You Want to Build A Snowman :”’) Aigoo! Anna lucuk banget pas kecilnya bikin gemeees hahaha. Weskan! Okeokee, silakan! Aku sampe terharu, BANG V MAKASIH YA UDAH MINJEMIN JEMPOL KAMU MUAHMUAH DEH! :*❤

      Thankies sekaliii, Fira😀 seeyyyaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s