[Ficlet] Mischievous One

image

|| Title :  Mischievous One ||  Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast :  [BTS] Jeon Jung Kook, [OC] Renai Jo ||  Out Figure  : [BTS] Jimin and Taehyung || Genre : School life, Canon ||

|| Duration : Ficlet || Rating : Teen ||

||  Soundsoul : AKMU’s At The Subway ||

Summary :

He could be a mischievous one, and it will happen in one condition. Just one condition.

.

.

.

Mereka selalu mengatakan kebenaran tentang senyuman manis yang kerap kali dijumpai dari seorang Jeon Jungkook. Kedua matanya menyipit, bibir bagian atasnya membentuk garis tipis yang tak ayal membuat perhatian para gadis terarah kepadanya. Tidak terkecuali pada saat kerlingan maniknya itu menyapu hampir seluruh penjuru ruangan klub, tepatnya di sore hari.

“Sore, Tuan Jeon,”

Jungkook ㅡyang pada saat itu terlambat datang ke perkumpulan klubㅡ hanya mampu mengusap tengkuknya, menunjukkan bahwa dia merasa sungkan. Rapat kepengurusan sudah dimulai semenjak tadi, dan ketua klub mereka menatapnya malas sekali. Gadis itu ㅡRenai Joㅡ mengusap wajahnya sendiri di depan podium sana. Sebagai seorang wakil ketua, kedatangannya yang melebihi batas lambat itu membuat Renai naik pitam. Si gadis kini mengatur napasnya, diiringi tatap prihatin dari anggota lain.

Jungkook baru saja bersinggungan dengan kursi kosong di sebelah kiri Renai ketika si gadis berkata dengan lantang. “Mari kita sudahi rapat mengenai strategi kontes hari ini. Terima kasih sudah berkumpul, kuharap kita menang.”

Si pemuda lekas-lekas menoleh kepadanya dan Renai menatapnya, tepat di mata.

“Kau terlambat lagi, Jung.”

Renai merapikan barang-barangnya, membawa tas punggung berwarna cokelat pekatnya sebelum Jungkook menahan pergelangan tangan kirinya. “Maafkan aku, oke?”

Renai menahan napasnya selama sepersekian detik, lalu gadis itu mengencangkan sandaran tasnya. Menjelajahi hari dalam kurun waktu bertahun-tahun dengan pemuda di depannya kini merupakan garis hidupnya. Renai tidak dapat menolak, pun memberi protes. Namun, ada kalanya di mana senyuman manis seorang Jeon Jungkook tak lagi dapat diandalkan.

“Ada alasan lain mengenai keterlambatanmu kali ini, Jungkook?”

“Ya, tentu.”

“Apa lagi?”

Jungkook nampak menimbang-nimbang, apakah harus memberitahukan yang sebenarnya pada Renai atau justru merakit dusta. Tetapi, jauh di balik itu semua, Jungkook tetap tidak dapat mengulas kebohongan dengan si gadis. Jadi dia menceritakan masalahnya, menjelaskan bahwa ia tidak dapat datang tepat waktu sebab harus mengikuti latihan ekstra bersama Jimin dan Taehyung. Renai tidak marah, tidak. Gadis bersurai legam itu hanya merasa kecewa lantaran sikap Jungkook yang belakangan ini membuat kegiatan klub tertunda.

Sore itu, di antara angin yang berembus melewati celah-celah jendela berlipat milik ruangan klub, Renai hanya mampu menganggukkan kepalanya. “Untuk kepentingan special stage lagi?”

Jungkook mengangguk. Pemuda itu ingin sekali membantu Renai melakukan semuanya, turut andil dalam kegiatan klub yang tengah disibukkan dengan beberapa kontes dan kejuaraan. Jeon Jungkook sesungguhnya masihlah Jeon Jungkook. Namun, sama seperti Renai, ia pun tidak merasa marah pada manajemennya yang telah membuat jadwal tambahan untuk dirinya dan beberapa member lain di waktu belakangan. Jeon Jungkook hanya merasa kecewa. Ya, kecewa karena ia nyatanya masih belum mampu menyesuaikan perannya sebagai siswa, wakil ketua klub, dan juga maknae dari grupnya.

Renai menepuk bahu pemuda itu beberapa saat kemudian. Si gadis membagi satu cengiran khasnya, namun tetap tidak mengurangi kadar kekecewaannya terhadap Jungkook. Ia mengeluarkan sebuah buku catatan dari dalam tas punggungnya, lantas memberikan benda itu pada Jungkook yang masih bermenung.

“Kau melewatkan materi ini kemarin, Jung. Aku kebetulan sudah membuat intisarinya, jadiㅡ”

“Terima kasih.” Jungkook tersenyum kali ini, senyum yang berbeda dari segala bentuk ukiran bibir yang selama ini telah ia bagi pada dunia. Satu yang ia khususkan kepada Renai Jo, hanya pada gadis itu.

Well, kekecewaan si gadis berangsur-angsur mengendur, lantas membubarkan diri dari dalam benaknya. Renai mengeluarkan tawanya yang selalu nyaman di dengar siapa saja. Sementara Jungkook memilih diam, diimpit rasa gempita lantaran menyaksikan tingkah polah gadis di hadapannya. Menjadi nakal mungkin masih baik, asalkan Jungkook tidak benar-benar menggolongkan dirinya pada konteks yang lebih luas. Nakal bagi Jungkook hanyalah sebatas hal yang membuat sikap Renai berubah seratus delapan puluh derajat. Yeah, itu kenakalannya.

Fin.

9 thoughts on “[Ficlet] Mischievous One

    • Hai, drew!😀
      Aku seneng kamu mampir ke sini, haha. Waaa, emang lah dekjungkuk ini “nakal”nya pas. X)

      Asik, anyway salam welcome dari wpku yaaaa.😀 thanks udah baca dan komeeen

      Seeyaaa

  1. Pingback: [BTS] Smile Season | ♣ futureasy's ciel ♣

  2. si adek kalau senyum manisnya ngelebihin gula ya, aku suka cara kamu ngegambarin gimana dia senyum gitu dila. tapi ini maksudnya dia telat gitu? ada rapat klub? klub apa ya? :O

    • Halo lagi, Aretaa!
      Salam kenal lagi yaa, aku Dhila dari line 98!😀 semoga di lain waktu spell namaku bisa sempurna jadi de ha i el a yaaa. Jangan dilla aja atau dila hehehe

      Makasiih❤
      Ya, Jungkook telat dateng rapat klub. Kalo aku pribadi sih memosisikan keadaan fiksinya dari kondisi akukalo lagi kumpul sama klub Jepang di sekolah hehehehe. Mungkin klub kebahasaan yang Jungkook kunjungi? Atau mungkin klub cintaku padanya?😄 selepas-lepasnya imajinasi aja deh klubnya ituuu haha, menurut kamu, apa?

      Seeyaaaa and thankies thankies thankies!

  3. hi, dhil! i’m back. semoga kamu nggak bosen yaaaa.

    anyway, ini si jungkook telat masuk ke klub terus renainya marah. dan cuma gegara senyumnya jung, renai melted marahnya? bahahaha. iya memang terkadang senyum seseorang itu bikin kita nggak bisa marah lagi, sekesel-kesel apapun kita sama dia. mana di sini renai malah ngasih rangkuman materi lagi yaaaa……… x3

    dan ish, aku suka kata-kata yang: “Terima kasih.” Jungkook tersenyum kali ini, senyum yang berbeda dari segala bentuk ukiran bibir yang selama ini telah ia bagi pada dunia. Satu yang ia khususkan kepada Renai Jo, hanya pada gadis itu. hih pengen banget digituin laaaaah apalagi sama cogan macam jungkook begini huhuhu

    okee, semangat ya dhilaa! jangan dipaksain tubuhnya! get well really soon, my twin sister!{}

    • Hi, Evin!
      No no no, never let it happen…😉

      Yapyap, sebab ketua klubku juga sering telat jadi aku semacam menyampaikan pesan itu di sini hahahaha. Tapi ya kondisinya aku ubah ya, dan bagian fluff itu juga gapernah ada lah buat klubkuXD

      Sesuatu yang spesial emang selalu bikin senyamsenyum! Hahahahaa thats why i like it! Yeay!sipsip, aku juga mau buat smile seasonnya si Rapmon ditunda dulu, nih. Daripada jadi tapi kepalaku pusing permanen kan hahaha

      Seeyaaa and ailafyaaaaa!❤ thankies deaaar

  4. hai kak dhila^^
    btw jungkook emang kalo senyum bikin mau gigit ugh dan aku suka cara ka dhila menggambarkan cara jungkook senyum nya bikin imajinasi ku meluas muehehe

    keep writing kaa!;)

    • AHAHAHA
      Seperti kenal :’)
      Iyaa, aku inget banget pas nulis ini lagi kecanduan AKMU PLAY makanya bikin series kayak gini, saan. Alhamdulillah oppa memperluas imajinasimu yaaa😀 btw thanks gajadi sider😉 seeyaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s