[Ficlet] It Must Be Love

image

|| Title : It Must Be Love ||  Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast :  [BTS’s Suga] Min Yoon Gi, [OC] Cerenna Lee || Genre : Canon!AU, School Life, Fluff ||

|| Duration : Ficlet || Rating : Teen ||

||  Soundsoul : AKMU’s 200% ||

Summary :

Hey, whats up? Its common lovesick

It must be love

200% sure of that!

.

.

.

Min Yoon Gi memindai hampir seluruh lorong sekolah setiap harinya, berpegang kuat pada program kerjanya untuk memajukan mutu sekolah dan menumpas segala penghambat perkembangan sekolah. Ketua dari Student Council itu kemudian menyapukan pandangan pada perpustakaan tua sekolah mereka. Ah, ia ingat akan membantu kegiatan pembaruan tata ruang perpustakaan bersama beberapa rekan lainnya minggu ini. Dia mengetuk pintu di depan, lalu baru saja akan masuk ketika pintu itu terbuka dari dalam.

Oh, Yoon Gi!”

Cerenna ㅡnama gadis yang memanggilnyaㅡ mengibaskan surai cokelat pekatnya ke belakang, lantas menelisik arloji berwarna putih di pergelangan tangannya. Baru saja Yoon Gi ingin memperingatkannya untuk tidak kabur dari pelajaran, gadis itu buru-buru menjawab.

“Aku mencari sumber buku, oke? Tidak perlu menghukumku, kumohon, Yoon Gi-a.”

Mereka memang berada di kelas yang sama, sih. Meski begitu, rasanya konteks tersebut tidak dapat dijadikan alasan kendurnya hukuman Yoon Gi pada pelanggar peraturan. Ya, pelanggaran tetaplah pelanggaran.

“Ikut aku, Cerenna.”

Gadis itu tidak pernah tahu kalau hukuman dari seorang Min Yoon Gi akan nampak terlalu mudah seperti ini. Mereka berada di pinggir halaman sekolah, berdiam diri ditemani angin yang berembus menyinggung helaian surai Cerenna. Gadis itu kemudian merentangkan tangannya sejemang, lantas ia mendudukkan diri di bawah dan mengangkat lengan lurus-lurus.

“Kau berjanji untuk menjawab beberapa pertanyaanku, bukan?”

Cerenna menganggukkan kepalanya. Disusul pertanyaan lainnya dari Yoon Gi. “Kau juga berjanji akan menjawabnya dengan jujur tanpa mengurangi atau menambah bobot kenyataannya, bukan?”

Untuk ini, Cerenna menelan segumpal liur payah-payah. Min Yoon Gi kawan sekelasnya yang merupakan ketua Council tak pernah terlihat seperti ini sebelumnya. Bahkan ketika di taman kanak-kanak dulu mereka menghadapi hukuman guru, semburat kemerahan di kedua pipi Yoon Gi agaknya tidak pernah muncul. Lantas, mengapa?

“Kau berada di perpustakaan sekolah sepanjang jam pertama dan kedua pelajaran, lalu bertemu denganku dan mengatakan tidak perlu mengadakan hukuman?”

Cerenna mengangguk, itu memang alibinya. “Ya, tentu.”

“Lalu, setiap harinya, kau membawa kamera ke manapun. Sekarang, di mana kamera itu?”

“Apa?”

“Di mana kameramu? Setiap hari kau selalu menggantungkan talinya pada lehermu, kau berangkat dan datang di pagi hari sebelum aku dan teman-teman Council lainnya berbaris di depan pagar.”

Cerenna berpikir dua kali. Bila ia katakan, mungkin ini akan menjadi masalah besar. Bukan, bukan karena kamera itu berisikan hal yang tidak pantas. Namun, karena kamera itu berisikan hasil potretnya selama delapan belas tahun bersekolah. “Kamera? Tidak.”

“Kau membawanya. Well, kemarin aku memerhatikanmu yang tengah disibukkan dengan kamera itu di kelas olah raga.”

Cerenna melirik Yoon Gi. Hei, dia tidak bisa ikut kegiatan olah raga saat itu. Kakinya sakit, dan ia sudah meminta ijin pada guru mereka.

“Yoon Gi, kau memata-mataiku?”

“Tidak.”

“Lantas?”

“Pertanyaan selanjutnya, aku menemuimu pagi ini di perpustakaan dan mendapati selembar foto jatuh dari saku jas sekolahmu ketika kau menunduk tadi,” Yoon Gi memamerkan senyum mengejek, selayaknya musang kecil yang nakal. “Dan aku mengenali pemuda di foto itu. Dia, diriku, bukan?”

Cerenna tidak pernah menyangka hari ini akan tiba. Dia memejamkan matanya, mengimpit kedua bibirnya untuk mengurangi resah. Oke, itu foto Yoon Gi. Dan kegiatannya pagi ini di perpustakaan adalah untuk mencuci semua foto itu.

“Ayolah, Cerenna. Jangan memperlambat sesi tanya-jawab ini,” Yoon Gi berjongkok, berada tepat di depan Cerenna. “Aku tidak perlu membongkar tasmu, bukan?”

Cerenna menggelengkan kepalanya. Ia lantas menunjuk sebuah buku tebal di bawah tasnya, berbisik pada Yoon Gi bahwa ia bisa melihatnya sekarang.

Yeah, rahasia dari rahasianya akan terbuka. Namun, yang dilakukan Yoon Gi hanya mendekatkan dirinya pada si gadis. Ia lantas menyinggungkan ujung jemari telunjuknya pada pipi si gadis, terkikik sampai matanya tak terlihat. “Kau lucu, Cerenna! Ayolah, tidakkah kau berpikir jika hasil potretmu selama berbelas tahun disatukan dengan sketsa yang kumiliki dari dulu akan membentuk album yang sangat tebal?”

Cerenna baru saja hendak membuka kelopak matanya ketika Yoon Gi mencubit salah satu pipinya. “Aku juga menyukaimu, Bodoh.”

Ya, Cerenna bahkan lupa kalau ketua Council seperti Yoon Gi selalu membawa buku sketsa ke manapun dirinya pergi.

Dan sialnya, ke manapun dia pergi, merupakan ke mana saja Cerenna akan diam-diam mengikutinya untuk memotret figur itu.

“Aku menyukaimu, aku menyukaimu, aku menyukaimu, Cerenna Lee!”

Cerenna mengusap pipinya sendiri, membiarkan semburat kemerahan melekat pada kedua pipinya. Hah, rupa-rupanya Yoon Gi kini tidaklah berbeda jauh dengan Min Yoon Gi teman semasa anak-anak dan pubertase yang ia kenal. Min Yoon Gi yang disukai Cerenna.

“Aku juga.”

Fin.

5 thoughts on “[Ficlet] It Must Be Love

  1. Pingback: [BTS] Smile Season | ♣ futureasy's ciel ♣

  2. Dhiloo, I miss you…! Duh, gw akhir2 ini sibuk banget, capek banget!
    Kerja and kuliah sudah menyita habis waktuku. Kayaknya kalo udah smp rumah, ga pnya nyawa lagi. Gimana bisa gw melewatkan Syuga? O my God!

    • Holaa, Drew! Ayyo waddupwaddup!
      Nahlooh, hayo jaga staminaa, rajinrajin minum vitamin aja, Kak! Drew semester 2 kuliah kah? (Soalnya kakakku juga) hahahak, Suga mah bisalah dilewatkan asal datang kembali~ yuhuu. Thankiies udah bacaa

    • YEHEY. Aku gakmikir lagi pas nulis Cerenna, abis namanya pas gitu kayaknya hadeuh emang yah Suga mah cocok sama siapa ajaa. Ehehe iya, detikdetik menuju ukk aku lagi pengen menghabiskan waktu dengan drabble dan ficlet ajaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s