[Ficlet] More Than This

image

|| Title :  More Than This ||  Scriptwriter : dhiloo98 ||

|| Main Cast :  [BTS] Kim Seok Jin, [OC] Ji Na Kwon ||  Genre : Sad, Hurt/Comfort, Romance, Fluff  ||

|| Duration : Ficlet || Rating : Teen ||

||  Soundsoul : [One Direction] More Than This, [AKMU] Artificial Grass ||

Summary :

Seok Jin ditemuinya di antara kegamangan hati dan kesenduan hari. Tetapi, jauh di balik segala tatapan yang menghangatkan hati itu, Seok Jin seakan menyematkan suatu seruan.

Girl, I can love you more than this.”

.

.

.

Mereka bilang Kim Seok Jin adalah pria yang tidak bisa menghargai perempuan. Hal itu mungkin dibuktikan dengan kedatangannya yang selalu terlambat pada shift malamnya di sebuah mini market setiap hari. Ibu pemilik yang tak lagi berusia muda itu biasanya akan memarahi Seok Jin dengan nada tinggi, atau justru memulangkan pemuda itu kembali ke flat kecilnya di pinggiran kota.

Seok Jin juga dinilai tidak menghargai wanita, karena dirinya tak pernah menuai kontak mata ketika berbicara dengan lawan jenisnya. Well, mereka berkata bahwa pria ini memiliki trauma akan wanita, atau justru penyuka sesama jenis. Tapi, dugaan itu tidak bisa dibuktikan hingga kini. Seok Jin hidup sendiri, jarang bercengkerama dengan sesamanya, apalagi memiliki satu saja sahabat karib yang sering ia ajak berinteraksi.

Kim Seok Jin jauh dari itu semua. Dia termasuk salah satu jenis orang yang gemar menyendiri. Ji Na biasa menemukannya menyendiri di atap flatnya. Ji Na juga tidak akan lupa siang itu, ketika mentari menyinari pinggiran kota redup-redup dan dia berada di pelipir atap. Tangis agaknya memang sudah memecah kesunyian yang ada dan Ji Na seharusnya tidak perlu dilanda kejut ketika kepala seorang pemuda tiba-tiba muncul di sisi lain atap. Well, semua orang pun dapat menebak siapa orang itu. Kim Seok Jin menatapnya dalam geming, pemuda itu memilik struktur wajah yang berbeda dengan pria lainnya. Pandangannya sendu ketika Ji Na menjumpai iris cokelat pekatnya untuk kali pertama.

“Apakah kau menangis, Nona?”

Ji Na tidak menjawab pertanyaan itu secara langsung. Ia diimpit sebongkah perasaan asing yang membuatnya memilih enggan bersuara. Sementara Seok Jin masih di sana, memindainya pelan-pelan tanpa mengusik waktu yang berjalan damai.

“Nona?”

“Ahㅡya, uh, maksudku tidakㅡ”

Ketika Ji Na hendak melanjutkan kalimatnya lagi, Seok Jin sudah berada dalam jarak yang cukup dekat dengannya untuk bersitatap. Jemari pemuda itu untuk pertama kalinya menyapu kulit wajahnya yang lembap. Seok Jin diam di sana, tapi tetap menghapus sisa-sisa air mata dari wajah Ji Na yang kini bersemburat kemerahan.

“Perempuan tidak pantas menangis, kautahuㅡmereka seharusnya tetap tersenyum.”

Ji Na tidak dapat membalas argumen itu, atau menjawab apa saja karena kini ia tidak dapat berbicara dengan benar. Setiap kata yang sudah dirangkai dalam tempurung kepalanya agaknya menguap begitu saja. Ada rasa hangat yang menelusup di antara kesedihan yang tengah melandanya. Tetapi, jauh di balik semua itu, Ji Na dapat menyimpulkan satu halㅡbahwa, Seok Jin yang berada di hadapannya kini bukanlah yang sama dengan figur yang selama ini dibicarakan orang-orang.

Seok Jin yang kini berada dalam lingkupnya adalah sosok pria yang berbeda dengan ayah Ji Na. Pemuda ini bergradasi hitam dan putih, meski Ji Na yakin jauh di dalam relung jiwanya, Seok Jin merupakan pribadi yang penuh dengan kehangatan.

“Kautahu, ibuku pergi dari rumah ketika usiaku enam belas tahun,” Tanpa dikomando, tiba-tiba saja Ji Na menceritakan masalah pribadinya. Seok Jin tidak memotong perkataannya, justru memosisikan diri sebagai pendengar yang baik. Ia di sana, menatap mata Ji Na ketika gadis itu hendak mengeluarkan tangis.

“ㅡdia tidak menikah lagi, dia hanya menikmati kesendiriannya hingga kini. Dan dini hari tadi aku mengunjungi kediamannya, tepat ketika ayah datang dan menarikku menjauhinya. Mereka bilang ibu memiliki amnesia waktu sempit dan dia akan melupakan semua yang baru saja terjadi. Tetapi, mungkin dia tidak akan melupakanku, bukan? Ibukuㅡ”

Seok Jin menggenggam jemarinya ketika ia menumpahkan air mata. Pemuda itu berada di sana, menjadi sosok yang kokoh untuk sekadar menjadi tempat sandaran baginya. Tapi, Ji Na membatasi jaraknya, meyakinkan hatinya bahwa ini belum saatnya menjadi lebih atau sangat dekat dengan pemuda itu.

“Jangan menangis, Nona. Kautahu, begitu lebih baik dibandingkan jika kau tak dapat lagi melihat beliau. Well, banyak orang yang tidak memiliki kesempatan itu, bukan?”

Ji Na menganggukkan kepalanya, meski Seok Jin mengetahui bahwa gadis itu masih dalam masa rapuhnya.

“Terima kasih, Seok Jin-ssi.”

.

.

.

Matahari telah jatuh kembali ke peraduannya ketika Ji Na melepaskan diri dari genggaman Seok Jin. Gadis itu mengamati figur si pemuda yang kini ditemarami sinar rembulan. Nampak apik di tengah-tengah embusan angin malam yang sedari tadi mengusik waktu mereka. Seok Jin memang orang asing, namun bagi Ji Na, ia lebih dari segalanya.

Dalam waktu tiga puluh menit, Seok Jin mengambil alih lingkupnya. Sedangkan Ji Na menghabiskan tidak lebih dari sepuluh detik untuk dapat menafsirkan apa-apa saja yang berada di antara pekatnya iris milik Seok Jin.

“Aku tahu kau mencintaiku.”

Seok Jin tersenyum, menenggelamkan Ji Na dalam dekapnya yang kini terasa hangat bagai rumah. Mereka hanya butuh empat puluh menit untuk mendalami jiwa, menembus figur yang dingin dengan selayang pandang. Seok Jin merangkul gadis itu, memastikan Ji Na bahwa semua akan baik-baik saja.

“Ya,”

Seok Jin mengeluarkan suaranya seadanya, seakan itu memang bagian dari kepribadiannya. Rembulan penuh mengisi langit malam yang sepi akan bintang. Sementara Ji Na hanya mampu mengirimkan getar hati melalui tiap singgungan kulit mereka.

Yes, I can love you more than this, Kwon Ji Na.”

Fin.

A/N:

Akhirnya selesai juga ficlet berantai ini. Hihihik. Seneng akhirnya ada lagi series yang bisa aku selesaiin.

Beribu thanks aku terbangkan untuk pembaca setia, dan yang sudah berkomentar dari Serinya Jungkook sampai ke serinya Seok Jin ini. Thankies! Thankies! Thankies! Aku cinta kalian semua!

Sincerely,

Dhila

One thought on “[Ficlet] More Than This

  1. Pingback: [BTS] Smile Season | ♣ futureasy's ciel ♣

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s