#4 Sleet

image

Drabble series

#4 Sleet

97 words

Jae-Hyun-a!”

Usianya masih tujuh tahun ketika dia datang kepadanya. Mengatakan bahwa mereka akan berteman, bersahabat sampai waktu tidak bisa ditembus ingatan. Tapi, sore itu, Jae-Hyun masih berdiam diriㅡsebab itu tipikalnya. Ia mengunci kamar, bahkan jika para pelayan di kediamannya yang luas memintanya keluar.

“Tuan Muda, kami mohon keluarlah!”

“Tinggalkan aku,” katanya. “Sama seperti dia.

Dia tidak tidur semalam suntuk, menyaksikan hujan deras bercampur salju yang menuruni langit. Jae-Hyun kecil meneteskan air mata, memilih bungkam untuk sesuatu yang bisa ia ungkapkan.

Selamat tinggal, Jae-Hyun.”

Ia mengepal genggam, memberi senyum mirisnya pada jendela berinaikan air hujan.

“Aku menyayangimu, Bodoh.”

Fin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s