[Riddle] The Second Ellena

image

1st Riddle and Creepy Storyㅡdhiloo98

Main Cast : [Mamamoo] Solar and OC | Genre : Family, Mistery, Horror!AU, Suspense | Duration : Ficlet

| Rating : General |

Summary :

ㅡSiang hari tidak pernah jadi semenegangkan ini semenjak melanggar aturan Paman

Siang hari tidak pernah terasa semenegangkan ini. Semenjak fajar menyongsong paman dan saudara sepupuku pergi meninggalkan rumah kayu kami, mengejar bahan makanan di luar sana. Sementara bibiku yang setengah gilaㅡEllenaㅡmasih menyerukan kalimat-kalimat pedas nan menjengkelkan dari kamar tempatnya dikurung selama ini.

Sehari-harinya aku memang terbiasa untuk berberes rumah, mengurus kebun belakang, serta membuat makanan untuk pamanku dan anaknya, juga aku dan bibi Ellena. Hal itu seakan sudah menjadi rutinitasku semenjak kecil. Sehingga, bukan hal yang mengejutkan jika kini tubuhku telah terlatih, meski setiap bagiannya selalu saja terlihat kurus.

Bolehkah aku ikut pergi?”

Aku bertanya pada paman Ludwick di ambang pintu tadi pagi, sembari membenahi bekal makanan mereka di tiap kantungnya. Pria berjanggut itu tertawa nyaring, menggeleng keras seraya mendorongku ke dalam rumah. Matanya menatapku tajam, seperti yang selama ini ia lakukan.

Jika kau berani keluar satu langkah saja dari pagar itu, maka kau akan menjadi Ellena kedua.

Aku bertanya-tanya sedari tadi. Kiranya apa gerangan yang membuat pamanku berkata seperti itu, pun adanya dengan peraturan di desa kami yang melarang perempuan untuk keluar dari rumah. Seusai membersihkan beberapa perabot usang, aku mulai menyapu lantai teras kami. Sebenarnya aku ingin mengantarkan makanan untuk bibi Ellena, namun agaknya ia tengah tertidur. Dengan keheningan rumah, kuurungkan saja niatku itu.

Begitu pintu depan terbuka, udara segar menyapaku. Aku mengedarkan pandangan sampai ke semak liar di luar pagar kayu. Ah, beginilah jika terlalu menuruti paman, bagian depan pagar jadi tidak pernah terurus. Jadi aku berniat membersihkannya, apalagi siang hari ini tidak seterik hari-hari biasanya. Tidak pula turun hujan, dan burung-burung gagak yang beterbangan mengurangi intensitas cahaya di sekitaran.

Aku kembali ke dalam rumah, mendekati gudang di samping kamar bibi Ellenaㅡyang dari dalamnya kudengar ia tertawa-tawa, bersenandung aneh kemudian berhitung satu sampai seterusnya.

“Bibi Ellena, apakah kau lapar?”

Ia tidak menjawabku seperti biasa, bahkan memberi jeda untuk mendengarkanku saja tidak. Seusai mengambil gunting rumput dan beberapa alat pembantu, aku lekas menutup pintu. Namun, pintu gudang itu sulit sekali dikunci. Mungkin karena terakhir kali pintu dari kayu itu sering dipakai adalah masa sebelum bibi Ellena menjadi gila. Jadi, aku membantingnya saja sampai engsel pintu terkunci sendiri.

Bibi Ellena diam dalam sekejap mata. Mungkin ia ketakutan dengan suara pintu tadi, meski aku juga sangsi ia mendengarkan. Aku kembali ke depan, mulai meranggas rumput sampai dengan ketidak sengajaanku, manikku bertubruk dengan iris hitam itu. Keseluruhan bola matanya hitam, ada bercak merah di sekitarnya. Membuat aku yang melihat seolah terombang-ambing dalam dunia lain.

Aku melangkah mundur, bergidik ngeri sampai kutemui pintu depan yang setengah terbuka. Tahu-tahu seseorang menepuk pundakku, dan aku terbata-bata melihatnya.

“Mengapa, Solarㅡsayang? Bibi Ellena di sini,”

Ketika aku berhasil memikirkan sesuatu; rupa-rupanya tawa Bibi Ellena setelahnya membuatku menyandang predikat itu. Ellena kedua.

Fin.

One thought on “[Riddle] The Second Ellena

  1. Bentar bentar dhil.., kamarnya bibi Ellena sama pagar rumah itu deketan atau gimana aku kurang nangkep maksudnya nih =.=
    Kayaknya aku semacam menemukan hole-plot di sini deh dhil. Kenapa ya aku ga bisa menemukan alasan mengapa Paman-‘ku’ melarang melewati pagar rumah? Hanya melewati kan? Lah terus si ‘Aku’ ini kan ngga nyampe nglewati pagar rumah itu, ngga ada kalimat yang mewakilinya..

    Sorry to say ya dhil, aku kurang bisa nangkep latarnya._. Duh, mungkin karena efek bahasamu yang cukuo berdiksi dhil.. maaf ya.. Aku baca ini berulangkali lho sambil ngetik komen ini, kubaca ulang. Si ‘Aku’ inikan cuman ndobrak pintu gudang kan? Lah terus di sana dia ketemu sama ‘seseorang’..

    “Aku kembali ke depan, mulai meranggas rumput sampai dengan ketidak sengajaanku, manikku bertubruk dengan iris hitam itu.” >> aku berimajinasi kalau si ‘Aku’ cuma motong rumput di pekarangan depan rumah._.dan manik hitam itu bukan punyanya si Bibi Ellena kan? Karena Bibi Ellena yang nepuk pundak si ‘Aku’atau gimnaaa ini ;_;

    Aku masih gamaksud deh si ‘Aku’ ini kenapa bisa jadi gila kaya gitu? Apa yang dia temukan juga ga dijelaskan secara jelas dhil._.
    Eh maaf ya kesannya aku pasti kaya menggurui dan menyebalkan banget T_T mungkin kalau penggunaan bahasanya agak dihalusin dengan kata lain dilugasin, aku mungkin bisa agak nangkep maksud riddle-nya ._.

    Aku minta maaf dhil udah jadi orang nyebelin /.\ well, riddle ini cukup membuatku penasaran. Kenapa si ‘Aku’ bisa jadi gila dan kenapa Bibi Ellena bisa keluar dari kamarnya. Soalnya dia dikurung gitu kan pasti bukanya susah =.= atau gimana lah….. mind exploding jadiii Dhilaa line-lah diriku ini dengan memberi tahu jawabannya okeyy, kutunggu😉

    Sukses selalu untuk kamu ^^
    Sincerly,

    Marjukih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s