RandomㅡUnaware Existence

Cast; Lee Hyeri and someone | Genre; School Life!AU, Hurt/Comfort, Romance!Slight | Duration; Ficlet | Rating; G

Untuk pertama kalinya, aku meragukan eksistensiku.

Hari itu berlalu banyak sekali momentum; berkelumit masalah yang terselesaikan, pun tak terjamah. Teriknya mentari tidak mengurangi niatanku untuk memperbincangkan materi pada organisasiku, meski yang aku tahu, pandangan tak suka itu masih menyandar telak pada kilat mata mereka.

“Sudahlah!” Satu lagi anak menyela omonganku; membuat aku yang masih menahan gejolak di kepala hanya bernapas resah.

Sesungguhnya itu bukan suatu rapat penting di mana aku harus memulai semuanya; berbicara di hadapan mereka, membagi sedikit saja pengetahuanku mengenai organisasi ini. Sayangnya, tak sedikit yang memberiku tatap pongah serta pahatan perih di ulu hati kala mendengar satu per satu kata mereka.

Semuanya tampak samar, sama sekali tak berbekas seperti yang aku ingin. Aku hanya ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang berbeda, sih. Di antara gamangnya manusia, mungkin hanya aku yang masih berdiri tegak. Barangkali ada aku di tengah-tengah orang-orang tak acuh di jalan, meski diriku malah memberi atensi lebih pada setiap individu itu. Aku pun acap kali merasa diimpit sesak, lebih-lebih jika itu hanyalah sebatas omong kosong. Aku selalu mempercayai semua itu, semua kata-kata orang; semua tanggapan mati atau pun palsu.

Aku memang berbeda. Dan perbedaan itu kerap kali membuat aku hampir memuntahkan semua; merasa muak atas apa yang selama ini terjadi. Nyatanya, segala sesal itu tahu-tahu menubrukku, menyerang pikiran dan nuraniku mengenai betapa tidak berharganya aku; tidak berfungsinya aku, bak sawah tak berpembatang.

Selongsong lagi seruan menutup pertahanan kalbuku. Detik itu, aku menarik diri dari kerumunan. Pelepasan penat merupakan opsi yang baik, sayangnya, aku justru tak mampu mempertahankan isak tangis. Tepat di sisi lain ruangan, aku berderai air mata.

Bermenit-menit melalui kami seperti biasa, hanya saja aku malah menemukan tatapan mereka tak lagi begitu. Sekonyong-konyong semuanya berubah seperti alur dari syair elegi, dan meruginya aku; mereka melihat itu semua.

Kukatakan pada salah satu pengkomentar perihal ketidak-becusanku, tetapi ia justru menyediakan netra yang siap dipandang, mempersilakan aku meraung untuk apa yang aku rasakan.

Sekelumit kejadian itu lagi-lagi berlalu, sampai aku sadar, anak ituㅡYijeongㅡtak benar-benar mempermasalahkan diriku; tuntutanku; atau apapun yang aku jadikan tekanan pada batin sendiri. Ia menubruk pandanganku selama sepuluh detik, dan tanpa disengaja, kami terjebak dalam situasi yang sama sekali krusial itu. Kilat netranya padam, melebihi aku sendiri. Setelahnya, gemap di dada menyiksa begitu saja, mengendurkan tangisku, mempersilakan kami undur diri dari kondisi masing-masing.

.

.

.

Kali ini, ketika aku berdiam diri, bukanlah sebuah sesal yang kudapati ketika menengok meja. Organisasi yang dijejali orang tak membuatnya urung, barangkali masih ingin mempermainkan batinku yang sukar diteguhkan ini. Aku mengurai senyum, bertemu langsung dengan maniknya selagi memindai kertas itu.

“Di mataku, meski tangis menutupi jarak pandangmu, kau masihlah yang terkokoh jiwanya; sekaligus rapuh di saat yang bersamaan. Dan aku, tak pernah bermasalah dengan itu.”

Keraguan itu diusir gulatan rasa senang dan haru. Kami mengeliminasi pandang begitu menyadari kesenyapan kawan lain. Nyatanya, tatapan itu telah bertahan selama lebih dari lima belas menit. Kini, segala hal mengenai eksistensi melepaskan diri, bermanuver bebas di angkasa raya. Yang kutahu, dia tak lagi jadi penyebab tangisanku.

Fin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s