#9 Unastounded

#9

Unastounded

99 words

Meski tak punya banyak material, pemuda itu agaknya tahu, bahwa Glue merupakan seorang filantrop yang jatuh cinta pada sebuah ilusi.

 


Rintik hujan, gemeletap sepatu, pun dengung halus dari mesin penghalus biji kopi menemani malam Glue. Gadis itu membiarkan sepasang irisnya menelusuri jalan di depan kafe. Lalu gema deham pelanggan membuatnya berfokus, “Americano, I guess?
Si pemuda mengangguk dan Glue segera menyiapkan minuman itu. Pelanggan tersebut memang selalu memesan hal yang sama, sih. Meski ia tak pernah meninggalkan bayaran, Glue tak pernah keberatan. Karena–
“Kamu tahu aku tidak nyata, namun masih berbaik hati.”
Glue mengerling, si pemuda lesap bersama deru angin. Samar ia mendengar kata terima kasih, selanjutnya, Glue tersipu diam-diam. Well, ia terlanjur jatuh hati pada tuan Ilusi, sih.

 

| Fin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s