[Ficlet] Of Death, Adults, and Condolences

tumblr_o3sdhbfvDt1v9im67o2_r1_500.png

ASTRO’s Rocky—Park Min Hyuk & Adelaide Ashley Vance

Slice of Life

G

.

Orang dewasa hanya lebih tahu di mana mereka harus menggunakan waktu.

.

“Orang itu habis meninggal, kenapa keluarganya malah tertawa?”

Adelaide memandang orang-orang di lantai bawah menerawang, Minhyuk di sebelahnya menghela napas. Kedua tangan sama-sama memegangi langkan, mereka menyaksikan realita kehidupan.

Nuna harus tahu kalau tidak semua orang bakal berduka.” katanya. Adelaide kini memberinya pandangan bertanya. “Mungkin mereka lega, paman Nuna sudah cukup lama sakit, kan?”

Ada helaan napas mengiakan sebelum Adelaide menganggukkan kepala. Pamannya memang baru saja meninggal dunia, tetapi Adelaide merasa hanya dirinya yang benar-benar berduka. Bibinya —satu yang mengenakan baju hitam dan berkantung mata—sibuk bolak-balik menerima tamu, wajahnya kelihatan lelah, kendati begitu, Adelaide bisa menemukannya tertawa bersama saudara-saudaranya yang lain. Kakak sepupunya, ikut mengobrol bersama paman dan bibi dari garis ibu, kemudian hanya ke lantai atas untuk mengambil ponsel. Ia melewati Ad dan Minhyuk seolah mereka tak pernah benar-benar berdiri di sana.

“Kita pergi, yuk.” ajak Minhyuk, mengulurkan tangan kanannya untuk menggenggam jemari Ad.

Dalam genggamannya itu, Ad bertanya-tanya, haruskah ia berhenti berduka?

.

.

.

Pagi berganti malam, esok acara pemakaman. Minhyuk pulang sejam yang lalu dan Ad masih belum bisa tidur. Ada sesuatu yang mengganjal hatinya, atau pikirannya, atau mungkin hanya perasaannya saja. Ia menghadap dinding, mencari-cari jawaban atas pertanyaannya. Kemudian dering notifikasi membuyarkan lamunannya.

‘Nuna pasti belum tidur.’

Adelaide mengulum senyum, membalasnya beberapa detik kemudian, menerangkan kalau dia sedang memikirkan banyak hal. Minhyuk tidak menjawab lagi setelah itu, tetapi sebuah panggilan masuk memberitahu Ad kalau pemuda itu merasa pesan tak akan cukup untuk mewakili konversasi mereka.

‘Nuna sebaiknya tidur, besok Nuna masih harus bersiap-siap. Aku tidak mau Nuna jatuh sakit.”

“Aku baik, tahu. Hanya saja ada sesuatu yang mengganjal.”

Berhubungan dengan paman Nuna?”

Hm.”

Minhyuk tidak menjawab lagi. Hening di sambungan masih membawa kenyamanan sehingga Ad membiarkannya terus berlangsung. Tapi kemudian didengarnya melodi dari ujung sambungan. Ia mengantuk ketika Minhyuk masih bersenandung. Tepat sebelum kelopak matanya menutup, didengarnya Minhyuk berkata, “Selamat tidur.”

.

.

.

Keesokan harinya bibi dan sepupunya masih tidak menangis. Adelaide sudah terlanjur urung untuk menerka kenapa. Minhyuk di sisinya hanya memandang kosong ke depan, tangan merangkul lengan Ad.

“Waktu ayahku meninggal, kukira semua orang akan menangis, Nuna.” katanya memulai percakapan. Ad berdiri diam, memandangi proses pemakaman yang tengah berlangsung. Lalu dia menatap Minhyuk yang masih memperhatikan tanah di depan sana, memintanya melanjutkan. Pemuda itu membaginya senyum kecil.

“Tapi mereka yang datang tidak pernah benar-benar menangis. Mereka sibuk memakan hidangan yang disiapkan, bersenda gurau dan mengobrol. Memang benar, banyak di antara mereka yang sudah lama tak bertemu. Tapi tetap, menurutku itu bukan alasan yang sesungguhnya. Mereka orang dewasa, seharusnya mereka bersikap selayaknya tuntutan dunia, bukan?”

Adelaide kini menyandar pada bahunya, memberinya tanda untuk meneruskan.

“Paman dan bibiku tidak menangis, begitu juga dengan ibuku. Tetapi ketika hari berakhir dan semua orang sudah pulang, aku melihat mereka semua berpelukan, menangis meraung-raung tanda kehilangan. Ibuku tidak pernah terlihat sesedih itu, bahkan sewaktu ayah pertama kali dinyatakan meninggal dunia.”

Minhyuk belum pernah begitu terbuka mengenai keluarga atau masa lalunya, maka Adelaide memastikan dirinya benar-benar mendengarkan.

“Saat itu aku tahu, bahwa orang dewasa bukannya tidak peduli. Sesungguhnya mereka hanya lebih mengerti waktu yang tepat untuk benar-benar menunjukkan diri. Mereka menunggu sampai semua emosi itu penuh sesak. Ada saat di mana bibi dan saudara Nuna akan menangis. Percayalah padaku. Mereka hanya butuh waktu untuk benar-benar menyadari bahwa paman Nuna sudah tiada.”

Adelaide belum sempat mengangkat kepalanya ketika Minhyuk menempatkan tangan pada helaian surainya. Gadis itu menangis dalam diam, dan untuk pertama kali setelah kematian pamannya, Adelaide bisa melihat dengan jelas duka di manik seluruh keluarganya.

Ada hening di antara mereka, satu detik, dua detik, sampai empat dan lima. Ad menghapus sisa air matanya.

I’m sorry for your father,

Minhyuk mengelus puncak kepalanya, berbisik “Don’t be.”

Adelaide sudah banyak berbicara ketika mereka berjalan pulang. Minhyuk boleh berusia lebih muda darinya, tapi untuk beberapa hal, Ad mengakui seberapa jauh pandangan pemuda itu. Untuknya, ia berterima kasih.

­—fin.

 

 

  • Pertama kalinya nulis astro dan dua-duanya langsung nulis bias, huhu.
  • Anyway, let’s welcome our new-born oc; Adelaide Ashley Vance!
  • Aku gak tau ini intinya sampe atau enggak, tapi semoga semua bisa mengambil nilai yang sesuai dari tulisan iniJ
  • Nulis dilatarbelakangi LeeHi yang Breath.
  • Aw, why am i so sensitive nowadays????
  • Aw! He’s all grown up! I’m so proud of him!

10 thoughts on “[Ficlet] Of Death, Adults, and Condolences

  1. Kak dhil seriously juga suka Minhyuk? Duh, aku juga suka dia gara-gara dia ngedance Moving Mountains lho. Dan aku juga mikir kalo Minhyuk itu orangnya dewasa, lebih dewasa ketimbang Bin, wkwkwk.
    Jadi ini Ad sama Minhyuk itu sepupu? Koreksi kalo aku salah.
    Udah ah terlalu banyak bias bikin aku pusing. Aku (bukan) padamu ya, Min. Kita kan seumuran kan ya, jadi temenku aja mau?? Friendzone-an gitu. Tapi kamu yang suka aku, HAHAHA /ketawa jahat 👏😂🔫💨

    • Halo! Iya? HAHAHAHA Dia mencuri hatiku di pandangan pertama (maksudnya pandangan pertama pas ngeliat rocky). Aku selalu baper karena Moonbin dan ngebiasin Rocky nah gimana deh tuh nginterpretasiinnyaaa:D

      Iya denger-denger Rocky tuh macem usia 60 tahunHAHA. Yah semoga aja Minhyuk di sini gak ooc, kan kalo ooc ketara banget aku belom belajar astro lagi :”

      No, huhuhu sorry for that. Mereka ini um, couple.

      Emang nih si Minhyuk diem-diem bikin ambyar! Dan dia orang pertama yang aku terima manggil aku Nuna pas pertama liat sih. Soalnya Dino butuh waktu lumayan lamaHAHA dari namanya Lee Chan sampe dia jadi Dino barulah kupertimbangkan kembali.

      Makasih loh udah main ke siniiii. ASTRO SEMANGATTTTT. See you:)

  2. Hai Dhil, fiksi kamu ini heartwarming banget. Aku suka karakter Minhyuk yang dewasa, tenang, dan bisa menghibur Ad dengan caranya. Aku belum tahu banyak soal Astro Minhyuk. Tertarik baca cerita kamu ini gara-gara cover yang kamu pakai, hijau-hijau kalem, cantik gitu. Ternyata, ceritanya juga gak kalah cantik. 😊

    • KAKTITIS IS THAT YOU
      LONG TIME NO SEEEEEEEEEEEEEE!!!! X)))) Semoga kakak baik yaaa!😉

      And, hi to you too, kaaak. Huhu iyakah? Makasiiih:’) Diem-diem aku juga suka banget sama karakter dia, kak! Apa ya, bikin hati nuna larut HAHAHAHAHA! Aku juga baru tau astro, kok, kak. Terus cepet banget kecantol dan langsung nulis. Padahal aku udah lama banget gak nulis, sekalinya nulis kemaren malah solilokui gitu gak ada castnya. Yap! Aku juga suka covernyaaaa, dapet dari tumblr eh tapi aku lupa deh udah nulis sourcenya apa belom hehehe. Jarang banget nemu pict Rocky yang pas dijadiin poster bergenre non-fluff tapi hamdalah dapet ini hehe:D

      Aw, aku udah lama gak terima komen jadinya tiap baca komen jadinya senyum-senyum terus takbisa merespon dengan baik huhu maafkan aku, kaaakk! Cuma bisa bilang makasiiiiih kak Titiiiis! Seneng ketemu kakak di sini lagiiii!😀 Dan komen kakak gak kalah heartwarmingnyaaa:’) really :”””)

      Hope to see you soon!
      Take care:)

  3. loren udah lama baca ff ini tp baru komen sekarang. mian dhil. btw ff ini agak kurang gereget aja ya dhil meski pesannya udah cukup tersalurkan sih. so, keep writing author-nim .

  4. tapi loren ngertiin kamu kok *senyumvernon.jpg*
    well well well ff rikues di komen sebelah monggo direalisasikan ya dhil ga sabar soalnya keburu kambek mz wonwoooooo~ nya
    jangan mode sleep mulu dong buru bangun lagi dan ngetik ff rikues loren #maksa #plak
    terus ship-in loren ama namja kepop siapa gitu kek yang cocok makasih chechinguan satu ibu :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s